Mengubah Takdir Pemeran Antagonis Dalam Novel

Mengubah Takdir Pemeran Antagonis Dalam Novel
episode 119


__ADS_3

Deon yang sedang bekerja di ruang kerjanya dan heiji yang sedang membantu deon, Deon pun langsung terpikirkan untuk mengirimkan sesuatu pada Adelina


"heiji cepat kau beli gaun terbaik milik madam rosmerta dan kirimkan itu pada Adelina" perintah Deon


"ke... kenapa tiba-tiba, memangnya ada hal apa?" tanya heiji


"tidak ada, aku hanya merasa bosan saja. dan juga pesan gaun yang muat ukurannya dengannya" ucap Deon


"tuan semakin lama semakin aneh saja, apa dia jangan jangan sudah terpikat oleh nona Adelina ya" pikir heiji


Adelina yang sedang menikmati camilan sambil membaca buku tentang pesan dari Dewi mendengar ada keributan dirumahnya, karena penasaran Adelina langsung pergi menghampirinya untuk melihat sebenarnya apa penyebab keributan itu


Tapi saat sampai disana Adelina terkejut melihat ayahnya yang marah pada heiji dan menyuruh heiji untuk membawa kembali barang yang ia bawa


"sudah berapa kali kubilang, sekarang cepat pergi dan bawa barang barang ini. juga katakan pada tuan panglima bahwa aku sebagai ayahnya tidak ingin putriku menerima barang darinya" teriak forzan


"aduh.. suamiku sudahlah jangan marah" ucap Elisabeth yang mencoba menenangkan forzan


"jika aku kembali juga pasti tuan akan memarahiku juga karena tidak dapat membawa barang ini pada nona Adelina, jadi mau kembali atau tetap disini akan sama saja kena marah" pikir heiji

__ADS_1


"jangan marah begitu, lagipula yang dikirimkan kan bukan barang berbahaya jadi kau ngak perlu marah begitu" ucap Elisabeth


"mau berbahaya ataupun tidak aku tetap tidak mengizinkannya, lagipula aku juga dapat membeli barang barang itu" ucap forzan


Adelina lalu segera menghampiri ayah dan ibunya agar masalah ini segera selesai dan agar ayahnya tidak marah lagi pada heiji karena heiji tidak melakukan kesalahan apapun


"ayah kenapa ayah marah marah sih hanya karena tuan panglima mengirimiku barang, lagipula jika ayah mau menolaknya kan bisa bicara baik baik jangan pake emosi gini" ucap Adelina


"justru bersikap seperti itu agar tuan panglima sialan itu tidak mengirim hadiah atau barang lagi kesini" ucap forzan


"sudahlah... lagipula inikan dikirim untuk Adelina jadi biarkan dia yang memilih mau diterima ataupun tidak, kau tidak perlu ikut campur" ucap Elisabeth yang mulai kesal


"heh... aku ngak nyangka bahwa ayah bisa takut pada ibu" pikir Adelina


Adelina lalu berjalan mendekati heiji lalu meminta maaf padanya karena ayahnya sudah berkata kasar padanya serta berbicara baik baik pada heiji bahwa dia menolak kiriman dari Deon


"heiji maaf ya tapi saya tidak bisa menerima ini, lagipula aku juga ngak butuh" ucap Adelina


"hah... lihat kan bahkan putriku saja tidak mau menerimanya" ucap forzan

__ADS_1


"kau diam saja jangan bicara" ucap Elisabeth yang menginjak kaki forzan


"i..iya maaf" ucap forzan


"ta..tapi tuan menyuruhku untuk memberikannya pada anda dan bila ini tidak sampai pada anda mungkin saja dia akan marah pada saya" ucap heiji


"begitu ya..." kata adelina


Karena kebetulan Mina ada didekat situ jadi Adelina menyuruh Mina untuk mengambil kertas dan pena bulu, setelah Mina kembali membawa pena bulu dan kertas kepada Adelina lalu kemudian adelina menulis kata-kata pada kertas itu dan memberikannya pada heiji


"ini, kau berikan saja surat ini padanya dan katakan padanya ini surat yang sangat penting dan spesial dan aku yakin dia tidak akan marah padamu kok" ucap Adelina yang memberikan surat itu pada heiji


"t..tapi apa anda yakin?" tanya heiji


"jika anda kurang yakin anda juga boleh mengatakan ini padanya bahwa aku tidak bisa menerima pemberian darinya tapi aku punya surat khusus yang harus dibaca olehnya" jawab Adelina


"tapi apa benar tuan tidak akan marah padaku" ucap heiji


"tenang saja, mungkin dia hanya akan kesal padaku kok" kata adelina

__ADS_1


__ADS_2