
"Argh.....,.." teriak iblis wanita tersebut yang mulia hancur akibat sihir dari Adelina
Ruang dimensi yang dibuat Adelina perlahan lahan mulai hancur sedikit demi sedikit dan kesadaran Adelina mulai buram dan lalu dia pingsan
Beberapa lama kemudian, Adelina mulai sadar dan adelina mencoba membuka matanya perlahan lahan
Saat terbangun dari pingsan, Adelina terkejut karena saat bangun dia tiba-tiba terbangun disebuah kamar
"ah.. dimana ini?, bukannya tadi aku masih berada di dream forest" pikir Adelina kebingungan
Tak lama kemudian, seseorang datang masuk kedalam kamar tersebut dan itu adalah Deon. Sebelum Adelina melihat bahwa yang masuk adalah Deon, Adelina melempar bantal yang ada di sampingnya pada Deon karena takut jika yang datang adalah orang jahat
"huh... sepertinya kau sudah lebih baik ya sampai sampai bisa melempar bantal kearah ku" ucap Deon
"Ah, maaf aku tidak tahu kalau itu adalah kau. kukira yang datang adalah orang jahat" ucap adelina
"sudahlah tidak perlu dipikirkan lagi, bagaimana kondisi tubuh mu saat ini?" tanya deon
"kurasa aku sudah cukup baik, lalu bagaimana bisa aku ada disini? bukankah tadi aku masih berada di dream forest" kata adelina
__ADS_1
"aku yang membawamu kemari, aku menemukanmu pingsan di hutan saat aku sedang mencari mu" ucap Deon
"lalu bagaimana dengan para peserta lomba?" tanya Adelina
"tenang saja, mereka semua sudah selamat dan mereka yang terluka sedang diobati" jawab Deon
"syukurlah...." ucap Adelina
Deon menatap Adelina dengan tatapan penasaran, saat sedang mencari Adelina saat itu Deon merasa ada energi sihir yang begitu besar
Dan kemudian Deon langsung menuju tempat dimana energi sihir yang begitu besar tersebut tapi saat sampai disana Deon hanya menemukan Adelina yang pingsan dan tidak ada bekas luka ditubuhnya
"eh? kenapa kau menatapku ku begitu!" ucap Adelina
"maaf jika itu membuat mu tidak nyaman, aku hanya kagum padamu karena dapat mengalahkan iblis rank tingkat A tanpa terluka bahkan para penyihir tingkat tinggi dari menara sihir pasti kesulitan mengalahkan iblis seperti tadi" ucap Deon
"tidak kok, tidak sehebat itu. Ah iya ada hal yang ingin aku berikan" kata adelina
"hm?" Teleng Deon
__ADS_1
Adelina lalu melakukan sihir pemanggilan ular hitam racun kematian tapi dalam wujud yang lebih kecil
Ular hitam racun kematian itu memuntahkan semacam bola merah yang bercahaya dan terdapat semacam energi iblis didalamnya
Benda itu didapatkan Adelina saat mengalahkan iblis wanita tersebut lalu sebelum Adelina pingsan, dia menggunakan sedikit energi yang tersisa untuk melakukan sihir pemanggilan ular hitam racun kematian lalu menyuruh ular itu untuk mengambilnya
"aku menemukan ini saat mengalahkan iblis tadi" ucap Adelina
"tunggu, sepertinya ular ini tampak tidak asing!" ucap Deon sambil melihat kearah ular hitam racun kematian
"yah... kurasa begitu, lebih baik aku katakan sekarang atau ini akan terbongkar nanti. Sebenarnya ini adalah ular hitam racun kematian" kata adelina
"kenapa ukurannya sekecil ini? bukannya ular itu ukurannya sangat besar" tanya Deon
"ular hitam racun kematian ini adalah hewan sihir milik saya dan saya dapat memanggilnya dengan sihir pemanggilan dan dapat mengatur ukurannya" jawab Adelina.
Deon lalu mendekat ke arah Adelina dengan wajah yang kurang mengenakkan
"jadi apa insiden kediaman ku diserang oleh ular hitam racun kematian itu adalah ulah mu?" tanya Deon sambil menatap tajam
__ADS_1
"me...memang benar itu ulah ku tapi itu adalah wujud tiruan dari ular hitam racun kematian" jawab Adelina sedikit gugup