Mengubah Takdir Pemeran Antagonis Dalam Novel

Mengubah Takdir Pemeran Antagonis Dalam Novel
episode 115


__ADS_3

"huh... akhirnya bisa keluar dari kamar, rasanya memuakkan sekali dikurung terus" ucap Adelina


"sepertinya kau cukup senang ya, karena beberapa hari ini bersama terus dengan tuan panglima ya" ucap Andrea


"kakak sebaiknya jaga mulut dan ucapan kakak sebelum kesabaran ku habis, lagipula menjengkelkan sekali terus dilarang keluar dari kamar dan tuan panglima selalu saja menyuruhku istirahat padahal aku sudah baik baik saja dan beberapa hari ini aku belum pulang ke rumah" ucap Adelina


"bukannya itu berarti menandakan kalau dia mengkhawatirkan mu" kata Andrea


"iya tapi tetap saja menjengkelkan, tidak boleh pergi kemana mana bahkan membaca buku tidak boleh katanya aku akan kelelahan nanti" ucap Adelina


"siapa yang menjengkelkan?" tanya Deon


Deon tiba-tiba muncul dari belakang saat Adelina dan Andrea sedang berbicara, sebenarnya Deon sudah mendengar semuanya tapi dia berpura-pura tidak tahu dan tidak dengar


"tu...tuan panglima! sejak kapan anda ada disini, apa anda mendengar semuanya tadi?" tanya Adelina dengan perasaan khawatir

__ADS_1


"aku baru saja datang kok, tadi aku mendengar kau menyebut seseorang menjengkelkan tadi?" tanya balik Deon


"ti...tidak kok, mungkin anda salah dengar" jawab Adelina


"benarkah! tapi kelihatannya aku tidak salah dengar" ucap Deon


Kemudian dari jauh Adelina melihat amber yang sedang berjalan menuju kemari, Adelina segera menggunakan amber untuk mengalihkan pembicaraan


"a...ah, kelihatannya itu disana amber deh. Tuan panglima saya pergi dulu ya soalnya ada yang harus aku bicarakan dengan amber dah...." ucap Adelina yang lalu pergi menghampiri amber


Setelah menghampiri amber, Adelina mengajak amber pergi dari situ dan agar dia tidak bertemu dengan Deon dan juga agar tidak membahas lagi soal yang tadi


"eh? kenapa tiba-tiba mengajakku pergi, kudengar kau sedang sakit jadi aku kemari untuk menjenguk mu" ucap amber


"sudah lupakan saja lagipula aku susah baik baik saja kok, ayo kita pergi sebelum Pai nya habis nanti" ucap Adelina yang menari amber

__ADS_1


Amber pun akhirnya hanya bisa ikut dengan Adelina walaupun tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada Adelina hingga sikapnya jadi aneh begini


Deon yang dari jauh melihat Adelina yang berbicara dengan amber tadi tersenyum melihat sikap Adelina yang seperti itu, Andrea sangat terkejut melihat Deon yang tersenyum seperti itu membuatnya terkejut karena dia tidak pernah melihat Deon tersenyum seperti itu pada seorang wanita


"apa tuan panglima ini benar-benar menyukai Adelina, bahkan dia bisa tersenyum seperti itu saat melihat adelina" pikir Andrea


Adelina dan amber yang sudah sampai di toko Pai, kemudian Adelina mengatakan yang sebenarnya pada amber kenapa dia bersikap seperti itu tadi


"maaf ya amber aku tiba-tiba mengajakmu kemari" ucap Adelina


"ti..tidak apa kok, lagi pula kenapa sikapmu tadi mendadak seperti itu?" tanya amber


"itu karena aku tidak sengaja mengatakan hal buruk tentang tuan panglima dan lalu ia tiba tiba muncul tapi untungnya dia tidak dengar apapun" jawab Adelina


"jadi karena kau tidak ingin terkena masalah makanya kau segera pergi dan saat melihat aku kau menggunakan aku sebagai alasan begitu" ucap amber.

__ADS_1


"ya begitulah...." kata adelina


"ahahahah... masa Adelina yang kukenal takut dengan tuan panglima sih" ucap amber


__ADS_2