Menikah Dengan Pak Duda

Menikah Dengan Pak Duda
Ujung perjalanan


__ADS_3


🍁🍁🍁🍁


Setelah beberapa saat, kini Adnan dan dua anak nya sudah tiba di dalam ruangan Nasya. Ryana segera menghampiri itu nya yang tengah terbaring lemah dengan di temani oleh Ryan, saudara kembar nya.


“Akak baon adek, baon adek!” seru Rayya memberontak ingin turun dan mengambil balon nya yang di pegang oleh sang kakak.


“Astaga, ini balon jelek!” kata Ryana memberikan balon pemberian Raka kepada Rayyan.


“Astaga, kamu bawa balon banyak banget?” tanya Nasya mengerutkan dahi nya.


“Tadi di kasih tante tante lewat Mom,” jawab Ryana dengan cepat.

__ADS_1


“Jadi benar, adek nya Ryana mau tambah dua!” imbuh gadis itu tak sabar ingin memastikan sendiri, dan saat ibu nya menganggukkan kepala, gadis itu langsung memekik bahagia, “Yeee adek nya nambah dua lagi. Semoga kali ini adek nya Ryana cewek ya Allah. Amin,” ucap Ryana dengan begitu bahagia nya, ia langsung memeluk ibu nya yang tengah terbaring di tempat tidur.


“Mommy sama adek bayi sehat terus ya, Ryana seneng banget mau punya adek lagi,” imbuh Ryana dan semakin gemas terus menghujani ibunya dengan ciuman.


“Kenapa Mommy saja yang di cium, Daddy enggak?” tanya Adnan yang sejak tadi duduk di samping Nasya merasa iri, karena kedua anak nya justru malah berterimakasih hanya kepada Nasya.


Padahal, selama ini yang bekerja keras menanam benih itu dirinya. Dunia memang tidak adil, batin Adnan mendengus.


“Memang nya Daddy hamil juga?” tanya Ryana dengan polos.


“Ya sudah, kalau begitu jangan iri. Daddy hamil dulu, baru nanti Ryana cium, ya kan Yan?” kata Ryana terkekeh melirik Ryan yang juga tengah terkekeh.


“Ya sudah, kalau gak ada yang mau nyium Daddy. Daddy aja yang nyium deh.” Setelah mengatakan itu, Adnan segera bangkit dan menghujani anak anak nya dengan ciuman, hingga membuat Ryan dan Ryana berlarian karena di kejar oleh sang ayah.

__ADS_1


“Gak mau! hahaha Daddy gak mau!” jerit Ryana berusaha melepaskan diri ketika di peluk oleh ayah nya, sementara itu Rayyan dan Ryan yang melihat nya ikut tertawa.


Tak hanya anak Ryan dan Rayyan yang tersenyum bahagia, begitu pun dengan Nasya yang juga tersenyum lega melihat keutuhan keluarga nya. Ia bersyukur, karena pada akhirnya kini ia menemukan arti sebuah kebahagiaan yang sesungguh nya. Tiga anak nya semakin tumbuh besar dan kini ia mengandung bayi kembar, suami yang selalu siaga dan senantiasa menjaga nya, melindungi nya dan memberikan nya limpahan kasih sayang.


Bahagia, bagi Nasya ia sudah sangat bahagia. Mengingat kejadian beberapa waktu yang lalu. Ujian dan cobaan terus datang bergilir dalam hidup nya. Namun kini, Tuhan sudah menggantikan semua air mata itu dengan kebahagiaan yang melimpah.


Nasya berhasil, iya, dia berhasil bertahan di atas tumpukan karang yang Sudah mengikis habis karena deburan ombak. Hingga kini ia bertahan saat badai itu usai untuk menikmati keindahan pelangi di ujung lautan.


...~TAMAT~...


...Alhamdulilah, akhirnya kita bertemu lagi di ujung perjalanan Nasya dan Adnan. Terimakasih, karena sudah mengawal perjalanan kapal mas Adnan dan Nasya beserta si kembar. Kita ketemu lagi di kapal yang berbeda di pelabuhan yang sama. Jangan lupa, terus dukung karya Mommy dengan like, tap love dan komentar untuk meninggalkan jejak. Mampir juga ke karya baru Mommy yang berjudul Fate Story. Dan tunggu kisah dua R yaaa ......


...Love youuu alll see youuu en bye bye ... Muaccchhh!...

__ADS_1



__ADS_2