
...~Happy Reading~...
Saat ini, pikiran Adnan benar-benar terbagi menjadi beberapa bagian. Rumah, rumah sakit dan pekerjaan. Tubuh nya sudah semakin lelah, namun ia tidak ingin menyerah, ia selalu mencoba adil untuk membagi waktu nya. Beberapa hari sekali, ia akan menginap di rumah sakit untuk menunggu Nasya, namun beberapa hari lain nya juga ia akan tidur di rumah bersama anak anak nya.
Jika Adnan pulang, maka kedua sahabat Nasya lah yang akan datang dan menemani. Awalnya, Aqila dan Riska begitu terkejut dan marah kepada Adnan karena lalai menjaga Nasya. Padahal keganjalan dan keanehan pada tubuh Nasya sudah muncul sejak beberapa bulan sebelum nya. Namun entah mengapa, Adnan bisa setega itu meninggalkan Nasya dan membuat Nasya kolabs.
Seperti saat ini, Adnan terpaksa harus pulang ke rumah setelah beberapa hari menginap di rumah sakit. Adnan berniat untuk mandi dan berganti pakaian, namun tiba tiba ketika ia membuka lemari ia langsung terdiam di tempat nya.
Hal yang mengejutkan kembali Adnan dapatkan. Dimana dia menemukan sebuah kotak berwarna coklat dengan di hias sebuah pita berwarna biru.
Dengan rasa penasaran dan tangan bergetar, Adnan memberanikan diri untuk mengambil kotak tersebut dan membuka nya. Dan setelah terbuka, air matanya langsung luruh tanpa permisi. Tangis nya kembali pecah ketika melihat isi kotak yang berisi pakaian bayi yang bertuliskan 'Hello Daddy' dan sebuah benda kecil yang tak lain adalah alat tes kehamilan.
__ADS_1
Benar, Nasya hamil. Nasya sedang mengandung anaknya. Dan kemungkinan, Nasya hendak memberitahunya dengan menyiapkan kotak tersebut sebagai hadiah untuk nya.
Adnan memejamkan matanya dengan begitu erat, menarik napas nya sedalam mungkin untuk mengurangi rasa sesak di dada nya.
Hati Adnan semakin hancur dan dunia nya runtuh. Tangis nya pecah ketika harus mengetahui kenyataan yang begitu terlambat. Adnan merasa seperti tersambar petir di siang bolong. Sangat menyakitkan ketika seharusnya kado itu ia dapatkan dengan hati berbunga, namun nyatanya kini ia mengetahui di saat istrinya terbaring lemah tak berdaya karena ulah nya.
"Astaghfirullah hiks hiks! Kenapa aku begitu bodoh! kenapa aku bisa mengabaikan nya selama ini hiks hiks!"
Adnan terus merutuki kebodohan nya sendiri. Ia tak henti memukul kepala nya dan memeluk erat kotak tersebut. Kini tubuh nya sudah luruh ke lantai, ia menangis dan meraung menyesali semua yang sudah terjadi.
"Aaaarrkkkkkkkkhhhh!" jerit Adnan di dalam kamar dan melemparkan beberapa benda yang dapat ia raih.
"Kamu bodoh Nan, kamu bodoh! kamu brengsek!" umpat nya pada diri sendiri dan terus melemparkan beberapa benda ke sembarang arah. Hingga membuat walk in closed nya kini sudah tak beraturan.
__ADS_1
Namun, ia tidak perduli karena kini hatinya terasa begitu sesak, membayangkan bagaimana Nasya menyiapkan semua kado terindah untuk nya. Namun dirinya begitu sibuk dengan urusan nya.
Lagi, lagi dan lagi ia mengulangi kesalahan yang sama. Dimana dulu saat menikah dengan Riri, Adnan selalu mengabaikan wanita itu hingga membuat Riri berselingkuh. Dan kini, ia kembali mengulangi nya kepada Nasya.
Memang Nasya tidak berselingkuh, namun wanita itu sampai koma karena ulah nya. Adnan benar benar merasa sangat bodoh.
Ia segera menghapus air matanya dan bergegas keluar kamar. Ia memastikan sebentar bahwa kedua anak nya sudah tertidur, beruntung kamar nya kedap suara jadi tidak ada yang mendengar tangis dan raungan nya.
Adnan menitipkan anak anak kepada pembantu dan Adnan segera melajukan mobil dan kembali ke rumah sakit untuk menemui istrinya.
'Aku mohon maafkan aku Sayang. Jangan tinggalkan aku, dan berikan aku kesempatan aku mohon. Biarkan aku menebus semua kesalahan ku hiks hiks.' gumam Adnan dalam hatinya sambil terus menambah kecepatan mobil nya.
Ia berjanji pada dirinya sendiri akan terus mempertahankan Nasya apapun yang terjadi. Ia akan memperbaiki semua kesalahan nya, dan selalu setia menunggu hingga wanita itu bangun dari tidur panjang nya.
__ADS_1
...~To be continue.......