Menikah Dengan Pak Duda

Menikah Dengan Pak Duda
Pertengkaran


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Apa maksud kamu? Kamu tahu kan, keadaan Riri sekarang kritis?” tanya Adnan tak percaya, bahwa di saat keadaan seperti ini istrinya malah melarang nya.


“Aku hanya ingin kamu disini, di rumah.” Kata Nasya begitu pelan seraya menahan rasa sakit di perut nya.


“Sayang, plis, aku mohon jangan kaya gini. Riri sedang kritis, kamu buang dulu semua ego kamu ya. Aku tahu kamu selama ini cemburu, tapi percaya lah, aku Cuma cinta sama kamu. Aku tidak akan pernah kembali kepada Riri atau berpaling ke wanita mana pun tapi—“


“Aku cuma mau kamu disini mas, nemenin aku. Aku mohon,” pinta Nasya dengan cepat memotong ucapan Adnan.


“Sya!” seru Adnan tak percaya.


“Sudah ada Yoga dan juga Olin, Mas yang jagain mbak Riri. Sudah ada mereka, kamu mau apa? Aku butuh kamu mas!” tanya Nasya dengan wajah memohon.

__ADS_1


“Aku benar benar gak kenal lagi sama kamu Sya. Bukankah kita bertemu juga karena Olin, lantas kenapa kamu tidak berfikir sampai sana Sayang. Jangan melihat status Riri yang mantan istri ku, tapi tolong lihat Olin, biar bagaimana pun dia—“


“Aku tahu mas! Aku tahu! Dan aku tidak akan melupakan semua itu!” seru Nasya langsung menghela napas nya kasar, ia membalas tatapan tajam Adnan dengan menahan amarah, “Selama ini kamu sudah mengabaikan ku. Kamu sudah sibuk engan dunia kamu sendiri. Jadi sekarang aku hanya minta kamu tidak ikut ke rumah sakit karena sudah ada Olin dan Yoga. Apa susah?”


“Sya!”


“Mas!” balas Nasya dengan suara tak kalah tinggi dari Adnan.


“Kamu benar benar sudah berubah Sya. Kamu egois dan hanya mementingkan diri kamu sendiri!” ucap Adnan dengan penuh kekecewaan.


“Daddy!” panggil Ryana yang tiba tiba datang dan memutus kontak mata antara Adnan dan Nasya.


“Daddy ayo ikut mama. Ryan ikut sama om Yoga. Ryana di suruh di rumah, ayo Daddy. Ryana mau lihat Mama!” rengek Ryana terus memohon kepada ayah nya.

__ADS_1


“Iya Sayang, ayo,” kata Adnan segera menggendong tubuh Ryana dan hendak keluar.


“Mas Adnan! Mas!” seru Nasya langsung mengejar Adnan yang tengah menggendong Ryana, “Enggak! Kamu gak boleh pergi Mas. Aku gak akan izinin kamu pergi, mas Adnan tunggu!”


“Sya, kamu itu kenapa sih? Satu bulan ini kamu banyak berubah. Kamu mendiamkan ku, menghindari ku bahkan menolak ku. Dan sekarang di saat keadaan genting seperti ini kamu melarang ku. Dimana hati kamu Nasya Andira!” bentak Adnan yang sudah kehabisan rasa sabar.


Mendengar suara bentakan Adnan yang menyebut nama lengkap nya, seketika membuat langkah Nasya langsung terhenti. Jantung nya bagai tertusuk ribuan pedang tajam yang membuat nya begitu terasa sesak. Tubuh nya bergetar hebat, dan napasnya selah tercengkat di tenggorokan.


“Kalau memang kamu tidak ingin ikut. Cukup diamlah di rumah!” ucap Adnan dengan suara datar nya, lalu ia segera mendudukkan Ryana di kursi depan dan menutup nya dengan cukup kasar.


“Jadi kamu memilih mbak Riri di banding kami?” tanya Nasya yang seketika membuat gerakan Adnan terhenti saat membuka pintu kemudi, untuk sesaat ia menatap istrinya yang masih terdiam di tempat tak jauh darinya.


...~to be continue......

__ADS_1


...Sebelum scrol ke bawah, like sama komen dulu woy! jangan bablas aja! 💃💃💃...


__ADS_2