Menikah Dengan Pak Duda

Menikah Dengan Pak Duda
Tangisan Riri


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Leukimia,”


Deg!


Adnan segera berbalik dan menatap tajam pada Riri. Benarkah yang ia dengarkan tadi? Atau ini hanyalah akal akalan Riri untuk kesekian kalinya? Batin Adnan.


“Leukimia Adnan, hiks hiks hiks. Umur ku sudah tidak akan lama lagi hiks hiks,” tubuh Riri langsung ambruk dan berjongkok menangis di depan Adnan, sementara laki alki itu masih bergeming di tempat nya dan menatap Riri tanpa merespon.

__ADS_1


“Aku tahu bahwa aku salah. Aku salah sudah mengkhianati kamu dan meninggalkan anak anak, aku salah Nan. Aku akui itu, tapi hiks hiks, tapi aku benar benar sudah sekarat aku akan segera mati hiks hiks.”


“Bagiku kamu sudah mati sejak tujuh tahun lalu!” ucap Adnan datar.


Deg!


Riri sudah menduga bahwa Adnan akan mengatakan hal itu. Karena memang pada awal nya, dia yang salah. Sejak menikah dengan Adnan, Riri sudah berselingkuh dengan laki laki lain, yang tak lain adalah klien Adnan. Awalnya, Riri hanya ingin membantu perusahaan Adnan agar lebih maju. Namun, semakin lama, Riri semakin tidak tahan dengan sikap Adnan, sehingga membuatnya semakin nyaman dengan partner kerja suaminya sendiri.


Memang benar bahwa Riri mengalami amnesia, dan selama itu juga Riri tinggal di sebuah desa yang entah dia sendiri tidak tahu mengapa bisa ada di sana. Dengan luka bakar yang cukup parah di sekujur tubuh nya.

__ADS_1


Namun, dua tahun kemudian Riri di temukan oleh seorang laki laki yang tidak ia kenal. Ia di ajak ke Jakarta dan terus melakukan pengobatan. Hingga pada akhirnya Riri sudah mengingat semua ingatan nya. Tapi Riri tidak berniat kembali kepada Adnan. Riri malah melanjutkan hubungan nya dengan sang kekasih, dan semakin merasa bebas.


Hingga saat kekasih nya harus menikah dengan wanita pilihan orang tuanya, akhirnya Riri mengalami depresi dan mengkonsumsi banyak obat obatan. Dan kini, dirinya di diagnosa leukimia stadium akhir, Maka dari itu, Riri nekat menemui Adnan dan ingin melihat anak anak nya sebelum dirinya benar benar pergi untuk selamanya.


Riri sudah tidak mencintai Adnan. Ia tidak menginginkan Adnan kembali menjadi suaminya, namun Riri hanya menginginkan anak anak nya. Ia ingin memastikan bahwa nanti anak anak nya benar bahagia saat dirinya tidak ada.


Dan setiap kali Riri melihat Ryana dan Ryan yang begitu dekat dengan Nasya membuatnya sedikit iri dan cemburu, terlebih ketika saat Ryana sakit begini yang di cari justru Nasya bukan dirinya. Membuat hatinya semakin sakit hingga harus melampiaskan kepada Nasya. Namun, di lain sisi Riri juga sebenarnya merasa lega karena ternyata anak anak nya memiliki ibu sambung yang begitu baik dan penyayang, meskipun dalam hatinya masih begitu takut bila nanti Nasya memiliki anak kandung, dan kasih sayang nya kepada Ryan dan Ryana akan berubah. Itulah yang membuat hati Riri cemas dan takut hingga terpaksa menghasut Ryana agar tidak memiliki adik bayi.


“A—aku minta maaf. Kalau selama ini sudah membohongi kamu, tapi sungguh aku hanya ingin dekat dengan anak anak sebelum aku pergi,” ucap Riri dengan jujur dan menahan air matanya agar tidak kembali terisak.

__ADS_1


...~To be continue .......


__ADS_2