Menikah Dengan Pak Duda

Menikah Dengan Pak Duda
Luka di pipi


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Plaakk!


Baru saja Nasya memasuki rumah, namun tiba tiba ia harus mendapatkan sebuah tamparan keras dari seorang wanita dari masa lalu suaminya. Benar, Riri yang melihat kedatangan Nasya langsung menghampiri nya dan memberikan tamparan begitu keras di wajah Nasya.


“Mbak!” seru Nasya tak percaya, ia langsung memegang pipi nya yang terasa cukup panas.


“Begini cara kamu menjadi ibu sambung anak anak? Begini cara kamu mengurus anak anakku selama ini!” seru Riri menatap marah pada Nasya.


“Maksud mbak Riri apa sih? Saya baru pulang loh, saya juga gak tahu dengan apa yang terjadi, kenapa—“ ucap Nasya yang tiba tiba terhenti, ketika melihat seorang gadis kecil tengah menuruni tangga dengan keadaan kepala yang di balut oleh perban.

__ADS_1


“Ryana!” pekik nya dan langsung berlari menghampiri Ryana di ujung tangga.


“Mommy hiks hiks hiks, Mommy sakit hiks hiks.” Ryana langsung menangis dan memeluk Nasya dengan begitu erat, begitu pun dengan Nasya yang juga langsung memeluk Ryana tak kalah erat.


“Kamu kenapa sayang? Kenapa kamu bisa kaya gini hem? Maafin Mommy, hiks hiks maafin Mommy ... “ ucap Nasya dengan rasa bersalah nya.


“Bisa bisanya kamu gak pulang semaleman dan ninggalin anak anak begitu saja. Kamu tahu gak kalau Ryana tadi mau nyari kamu ke apartemen hah! Dia nekat bolos sekolah dan pergi ke apartemen mu, tapi malah ketabrak motor!” cetus Riri dengan begitu sinis melirik ke arah Nasya.


Deg!


Seketika itu juga, jantung Nasya seolah seperti tertusuk ribuan duri tajam. Ia tidak menyangka bahwa kata kata seperti itu bisa keluar dari mulut Riri.

__ADS_1


“Mommy, Ryana gak mau adik bayi hiks hiks Ryana gak mau punya adik bayi hiks hiks. Ryana mau sama Mommy aja, gak mau adik bayi hiks hiks hiks.” Tangis Ryana semakin pecah ketika ia mengingat kembali perkataan mama Riri yang terus membahas tentang anak kandung dan anak sambung.


Lagi, lagi dan lagi jantung Nasya berdetak dengan begitu cepat. Ia langsung menatap Ryana dengan begitu sendu.


“Sayang, maafin Mommy,” ucap Nasya terisak dan kembali memeluk Ryana.


“Kalau kamu tidak sanggup mengasuh anak anak, lebih baik ceraikan Adnan!” cetus Riri yang lagi lagi membuat hati Nasya begitu sakit.


“Mbak, saya akui saya salah karena saya tidak pulang semalaman. Tapi mas Adnan sendiri sudah mempercayakan anak anak kepada mbak Riri dan Yoga. Bukankah kedatangan mbak Riri kesini mau lebih dekat dengan anak anak? Lantas kenapa mbak tidak bisa menjaga Ryana? Baru sehari loh saya tinggalin, kenapa bisa seperti ini? Dan kenapa mbak Riri malah menyalahkan saya? Kalau mbak Riri membahas antara ibu sambung dan kandung, dan bila saya tidak kuat lebih baik mundur. Maaf mbak, saya bukan mbak Riri yang tega meninggalkan anak anak begitu saja. Meskipun saya tidak menikah dengan mas Adnan pun, saya sudah menyayangi anak anak lebih dulu. Jadi kalau mbak tidak berniat menjaga anak anak, daripada mbak hanya menjadi pengganggu disini, lebih baik mbak Riri pergi, dan kembali ke asal nya!” ucap Nasya panjang lebar seraya menatap Riri dengan datar.


Hatinya sudah terlalu sakit untuk diam selama ini. terlebih ketika Riri sudah membahas tentang kasih sayang ibu sambung dan kandung. Membuat Nasya semakin merasa sesak di dada nya.

__ADS_1


...~To be continue .......


__ADS_2