Menikah Dengan Pak Duda

Menikah Dengan Pak Duda
Kesal


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Pagi harinya, Adnan membuka mata dan tidak mendapati istrinya tidur di sebelahnya. Semalam, ia ketiduran dan tidak menunggu sampai Nasya keluar dari kamar mandi, dan sekarang ia langsung bangkit dan mencari keberadaan Nasya.


“Sa—“ baru saja ia hendak bertindak panik, namun ternyata ia melihat tubuh mungil yang sedang meringkuk di atas sofa yang berada di belakang nya.


“Sayang ... “ panggil Adnan seraya berjongkok di depan Nasya dan mengusap wajah nya dengan begitu lembut.


“Hemmm ... “ jawab Nasya yang masih begitu mengantuk. Dan juga, entah mengapa pagi ini ia merasa tubuh nya sangat letih semua. Bahkan, hanya untuk membuka mata saja ia rasa begitu sulit. Jadi pagi ini ia tidak bisa bangun pagi untuk membuat sarapan.


Tubuh nya terasa begitu dingin, dan kepala nya berdenyut nyeri. Nasya kini merutuki kebodohan nya, mungkin ini adalah efek dari semalaman ia menangis di bawah air shower.


“Kenapa tidur disini? Pindah yuk,” ajak Adnan masih dengan begitu lembut, namun Nasya bergeming dan tidak menyahut lagi.

__ADS_1


“Jam berapa?” tanya Nasya yang masih enggan membuka mata.


“Setengah tujuh,” jawab Adnan kembali membelai wajah istrinya.


“Mandilah sana mas, lihat juga anak-anak. Aku masih ngantuk,” ucap Nasya lalu ia segera berbalik dan memunggungi Adnan.


“Tidurnya jangan disini, nanti tubuh kamu sakit semua. Kita ke tempat tidur ya?” bujuk Adnan lagi dan hendak mengangkat tubuh Nasya.


“Kamu kenapa sih hem? Ada apa?” tanya Adnan yang heran karena tiba tiba Nasya marah sampai membentak nya.


“Kalau emang kamu gak mau mandi dulu, biar aku yang mandi dulu!” cetus Nasya tanpa menjawab pertanyaan Adnan. Ia segera bangkit dan menuju kamar mandi. Namun, saat ia berdiri tiba tiba kepala nya semakin berdenyut hingga tubuh nya kembali ambruk ke sofa.


Brukk!

__ADS_1


“Sayang!” pekik Adnan dan langsung menangkap tubuh Nasya, kini ia ikut duduk di sebelah Nasya dan menyandarkan kepala Nasya pada dada bidang nya.


“Kamu kenapa sih hem? Semalem sampai jam berapa kamu mandi? Apa ada yang ingin kamu sampaikan sama aku? Katakan,” ucap Adnan yang masih begitu lembut dengan kesabaran nya menghadapi Nasya.


“Pergi Mas, sana mandi!” usir Nasya dan terus mendorong tubuh Adnan. Ia berusaha untuk memberontak dan melepaskan diri, namun tetap saja Adnan begitu sulit untuk melepaskan nya, justru malah semakin erat memeluk tubuh nya.


“Enggak sebelum kamu bilang, ada apa?” kata Adnan dengan tegas, “Ini bukan kamu, Sayang. Kenapa kamu harus berubah begini hem? Kalau memang ada masalah, katakan baik baik, aku gak suka melihat kamu terus diam kaya gini, aku gak mau!”


“Apakah kamu pikir aku mau di posisi kaya gini!” seru Nasya dan kini sudah berhasil melepaskan pelukan Adnan, ia berdiri dan matanya sempat menatap tajam pada Adnan, “Kalau kamu gak mau mandi dulu, biar aku yang lebih dulu!” imbuh Nasya lalu ia segera pergi ke kamar mandi, dengan kepala yang masih terasa sangat pusing.


Nasya tidak berniat untuk mandi pagi ini. Ia hanya ingin membasuh wajah dan menggosok gigi saja. Karena ia harus ke kampus pagi ini, tentu saja agar dirinya juga bisa menghindar dari rumah.


...~To be continue ........

__ADS_1


__ADS_2