Menikah Dengan Pak Duda

Menikah Dengan Pak Duda
Jangan mendekat!!!


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Cklek!


Adnan membuka pintu kamar nya, ia melihat Nasya yang saat itu tengah mengotak atik ponsel nya, sambil sesekali tersenyum. Adnan tau dan yakin bahwa saat ini, Nasya tengah bercengkrama dengan para sahabat nya.


“Sayang .... “ panggil Adnan, lalu menutup pintu kamar dan hendak mendekati Nasya.


“Jangan mendekat!” pekik Nasya terkejut, ia langsung melemparkan ponsel nya ke kasur dan menatap Adnan panik, tentu saja hal itu membuat Adnan merasa bingung.


“Kenapa?” tanya Adnan mengerutkan dahi nya.


“K—kamu harus bekerja kan Mas? Pergilah, jangan mendekatiku!” usir Nasya lalu menundukkan kepala nya seraya menarik napas panjang dan menutup mata erat.


“Kepalanya kembali sakit ketika Adnan memasuki kamar. Padahal, tadi Nasya sudah merasa lebih baik dan bisa bercanda dengan sahabat nya. Tapi kedatangan Adnan malah membuat kepala nya kembali di serang rasa sakit.


“Kenapa sih?” tanya Adnan semakin bingung dan tidak mengerti.


“Aku bilang jangan mendekat!” teriak Nasya ketika kini Adnan justru semakin mendekatinya dan malah duduk di depan Nasya.

__ADS_1


Nasya langsung memegang kepala nya dan menjambak rambut nya dengan cukup erat. Air matanya sudah mengalir dengan begitu deras, membasahi wajah nya, membuat Adnan malah semakin panik.


“Sayang, hey, kamu kenapa sih? Dengerin aku, lihat aku. Nasya, hey sayang!” kata Adnan terus berusaha menatap wajah Nasya yang kini sudah tertutup dengan rambut.


“Aku bilang pergi Mas. Pergi, hiks hiks hiks. Jangan dekati aku, pergi mas Adnan, pergii!” pekik Nasya dengan sekuat tenaga ia mendorong tubuh Adnan hingga terjungkal ke belakang.


“Nasya!” seru Adnan menghela napas nya kasar ketika melihat istrinya justru malah berlari menuju kamar mandi, bahkan mengunci pintu nya.


“Ada apa sih, kenapa kamu kaya gini hah!” kata Adnan dengan suara yang meninggi, ia terus menggedor pintu kamar mandi, namun Nasya masih begitu enggan untuk membuka nya.


Wanita itu kini justru tengah terisak di balik pintu kamar mandi. Hatinya semakin sakit ketika mendengar suara bentakan dari Adnan.


Brakkk!


Tanpa di duga dan di sanga, Adnan justru malah menendang pintu kamar mandi dengan cukup kencang. Lalu pergi begitu saja keluar kamar dan hendak kembali ke kantor. Ia menuruni tangga dengan langkah tergesa dan mengusap wajah nya kasar.


“Bang, ada apa?” tanya Yoga yang hendak memanggil Adnan, namun laki laki itu sudah turun lebih dulu.


“Kita ke kantor sekarang!” ucap Adnan datar lalu segera pergi begitu saja meninggalkan Yoga.

__ADS_1


“Kenapa sih orang? Lagi PMS kah?” gumam Yoga seraya menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal, namun ia langsung mengangkat kedua bahu nya cuek dan segera menyusul Adnan.


Sementara itu, di dalam kamar tamu. Ryan dan Ryana kini tengah menemani Riri yang memang wajah nya terlihat begitu pucat setelah pulang dari rumah sakit.


“Mama kenapa sih?” tanya Ryana heran.


“Mama gapapa kok, hanya sedikit sakit saja,” ujar Riri tersenyum kepada putri nya.


Putri yang ia lahirkan delapan tahunan yang lalu. Kini sudah besar, cantik dan juga pintar.


“Mah, mommy lagi sakit lh. Tadi Ryana lihat Mommy nangis juga, Mama tahu gak kenapa?” tanya Ryana dengan mimik wajah sedih nya, ketika memikirkan keadaan Nasya kembali.


“Oh iya, Mommy!” pekik Ryan terkejut ketika baru mengingat ibu sambung nya belum jadi makan, “Ryana kamu disini, aku mau lihat Mommy!” imbuh Ryan lalu ia segera bergegas turun ari tempat tidur dan keluar kamar.


“Ryan tunggu! Aku juga mau ikut!” teriak Ryana dengan buru buru hendak menyusul Ryan, “Mama disini dulu ya sendiri gapapa kan. Mama kan sudah gede, jadi gak takut sendiri kan. Nanti Ryana kembali lagi,” imbuh Ryana berbalik menatap Riri lalu segera berbalik lagi dan melanjutkan langkah nya mengejar Ryan dengan berlari.


‘Kamu begitu beruntung Sya,’ gumam Riri dalam hatinya, ia memejamkan mata lalu menarik napas nya panjang.


...~To be continue .......

__ADS_1


__ADS_2