
...~Happy Reading~...
Nasya hendak mengambil minum di kulkas dengan posisi sedikit membungkuk, namun tiba tiba tubuh nya malah terjatuh akibat kurang keseimbangan.
Brug!
“Aduhh!” pekik nya spontan langsung memejamkan mata. Nasya mengambil napas nya panjang, lalu segera mengambil satu buah botol air mineral yang masih tersegel di dalam kulkas dan ia tuangkan ke dalam gelas yang sejak tadi ia pegang. Beruntung gelas itu tidak jatuh dan pecah.
Setelah minum, Nasya masih terdiam di depan kulkas. Entah mengapa ia masih begitu enggan untuk bangkit dan berdiri. Posisinya masih terduduk di lantai, bahkan kini ia bersila di depan kulkas sambil memegang sebuah gelas berisi air putih dingin. Ekspresi wajah nya datar, perasaan nya tidak jelas. Bahkan ia sendiri tidak bisa menafsirkan bagaimana dan apa yang ia mau.
“Kamu ngapain?” tanya Adnan tiba tiba sudah berada di belakang Nasya. Tadi, ketika ia melihat istrinya pergi, Adnan segera mengejar ke dapur dan ternyata Nasya hanya ingin minum.
Beberapa hari ini juga Adnan sudah banyak introspeksi diri. Ia sudah banyak belajar dari kata kata yang di ucapkan oleh Yoga dan Marvel. Ia mencoba untuk belajar dari pengalaman nya. Memang benar, ia tidak boleh lari atau menghindar. Bila memang Nasya menolak nya dan menghindari nya, seharusnya ia mencari tahu dan mencoba mencari tahu, bukan malah ikut menghindar dan marah.
Nasya yang mendengar suara Adnan pun langsung menoleh dan mendongak menatap ke arah Adnan.
“Mas, perut aku—“ Belum sempat Nasya menyelesaikan ucapan nya, tiba tiba terdengar suara Ryana yang berlari menangis ke arah nya.
“Daddy! Tolongin Mama. Tolongin Mama hiks hiks hiks.” Seru Ryana menangis terisak sambil terus menunjuk ke arah kamar tamu.
“Ada apa?” tanya Adnan mengerutkan dahi nya, ia mencoba untuk menenangkan putri nya, “Tenang dulu, ada apa?”
__ADS_1
“Mama itu mama hiks hiks hiks. Mama muntah darah lagi, banyak Mama hiks hiks, Tolongin Mama hiks hiks,” seru Ryana yang tengah di landa kepanikan. Tak berapa lama, Adnan juga mendengar suara teriakan dari Olin yang cukup menggema di ruang kamar Riri.
“Mas!” panggil Nasya ketika melihat Adnan hendak pergi ke kamar tamu.
“Sebentar ya Sayang. Sebentar!” ucap Adnan lalu ia segera berlari menghampiri kamar tamu.
Sementara Nasya, ia hanya bisa tersenyum getir dan mentertawakan dirinya sendiri. Baru saja ia hendak memulai kembali dengan Adnan, mengajak nya berbicara baik baik dan mencoba membicarakan keadaan nya. Tapi ternyata laki laki itu lagi lagi mengabaikan nya dan memilih berlari ke kamar Riri, mantan istri nya.
‘Baiklah, silahkan pergi!’ gumam Nasya menghembuskan napas dengan kasar.
“Auwhhh! Shhhh,” Nasya menggigit bibir bawah nya, menarik napas panjang dan berusaha untuk bangkit berdiri.
Tujuan nya memanggil Adnan tadi, lantaran ia ingin meminta bantuan untuk menolong nya bangun dan berdiri. Perut nya kembali terasa kram dan kaki nya kesemutan, hingga membuat nya begitu sulit untuk bangun. Terlebih ketika tadi dirinya terjatuh, sepertinya ada sesuatu yang tidak beres.
Namun, meskipun merasa sakit. Nasya tetap berusaha untuk berjalan menghampiri Adnan ke kamar Riri.
“Mas tunggu!” pekik Nasya berusaha mengejar Adnan yang terlihat terburu buru keluar rumah, dengan Yoga yang sudah mengangkat tubuh Riri.
Rupanya, keadaan Riri semakin anfal dan akan segera di larikan ke rumah sakit. Nasya bisa melihat Olin sudah menangis histeris melihat keadaan putri nya. Sementara Ryan dan Ryana juga ikut keluar rumah untuk menemani ibunya menuju mobil. Sebenarnya, tadi Yoga sudah memanggil dokter, yang biasa menangani Riri. Hanya saja, belum sempat dokter itu datang, keadaan Riri semakin memburuk yang membuat Yoga dan Adnan mau tak mau harus membawa nya ke rumah sakit.
“Aku harus ke rumah sakit. Kamu tunggu di rumah dulu sama anak anak ya,” kata Adnan mengusap bahu Nasya sekilas lalu ia buru buru hendak pergi dengan keadaan panik.
__ADS_1
“Mas Adnan tunggu!” seru Nasya dengan penuh emosi, seketika membuat langkah kaki Adnan langsung terhenti dan langsung menatap ke arah Nasya.
“Apakah kamu harus ikut mereka?” tanya Nasya lirih.
...💃...
...💃...
...💃...
...~To be continue ......
Readers : Mom, ini kenapa jadi begini sih!
Mommy : Begini bagaimana? #Bingung
Readers : kenapa Adnan bodoh banget sih, tolol gak ada otak
Mommy : Entah #Mengangkat kedua bahu
Readers : Waktu mommy nyiptain tokoh kayaknya lupa naruh otak di kepala pak Duda #Kesal
__ADS_1
Mommy : Apa iya ya? Bentar mommy cek ke restauran padang dulu, barang kali otak nya bisa di return. 💃💃💃