
🌼🌼🌼🌼
“Ryana tunggu!” pekik Raka yang langsung berlari mengejar Ryana ketika kelas sudah usai.
“Lepasin Rakaaa!” seru Ryana berusaha menghempaskan tangan Raka dengan kesal.
“Kan aku udah minta maaf, kamu kenapa gak mau maafin aku sih. Kata bu guru dosa loh gak mau maafin!”
“Raka juga dosa udah ngerusuhin Ryana terus!” balas Ryana semakin kesal dan menatap tajam pada Raka.
“Kan Raka gak sengaja! Ini itu gara gara Andi yang mengejar-ngejar Raka, ayo dong maafin Raka. Nanti malem Raka gak bisa tidur kalau kamu musuhi Raka gini!”
“Lepasin Raka ih!” kesal Ryana yang semakin kesal lantaran Raka terus menggenggam tangan nya, tentu saja ia malu karena beberapa teman teman nya saat keluar kelas melirik dan tersenyum menggoda ke arah nya.
“Ya udah, Ryana bilang. Raka harus apa biar Ryan mau maafin Raka?” tanya Raka dengan tulus dan sungguh sungguh.
__ADS_1
Untuk sesaat, Ryana terdiam dan berfikir, “Makanan itu di buat sama Mommy nya Ryana. Dengan penuh cinta dan kasih sayang, Raka gak akan bisa ganti nya!” Setelah mengatakan itu, Ryana segera berlari dan meninggalkan Raka begitu saja.
“Mama bisa bikin makanan gitu juga gak ya?” gumam Raka seolah berfikir keras. Pasalnya, selama ia bersekolah dari Paud, TK dan sekarang kelas lima, belum pernah di bawakan bekal makanan seperti Ryana.
Jadi Raka tidak tahu apakah ibu nya bisa memasak atau tidak. Karena selain itu ia juga tidak pernah melihat ibunya memasuki dapur, itu hanya setahunya dan seingat nya.
...🌼🌼🌼...
Setelah sampai di rumah nya, Ryana langsung bergegas menuju kamar dan mandi untuk menenangkan pikiran nya. Ia masih begitu kesal dengan ulah Raka dan Andi. Dan ia tidak mau memperlihatkan kekesalan nya kepada orang rumah, tentu saja ia tidak mau bila sampai mommy dan adek nya tahu bahwa dirinya sedang marah.
Tok .. tok tok ..
Biasanya, ketika Ryan dan Ryana pulang sekolah, maka keduanya akan menghampiri Rayyan dan memberikan nya pelukan atau ciuman. Namun siang ini yang melakukan itu hanya Ryan, seolah anak itu tahu bahwa ada yang kurang, jadilah ia mengajak suster nya untuk menaiki tangga dan menuju kamar sang kakak.
Cklek!
“Adek, ngapain kesini hem?” tanya Ryana terkejut saat membuka pintu.
__ADS_1
“Puluk, puluk!” kata Rayyan seraya merentangkan kedua tangan nya ke atas seolah meminta di peluk.
“Ah iya, kakak lupa hihihi,” ucap Ryana terkekeh sendiri, lalu ia berusaha menggendong adik nya.
“Aduh Non, nanti jatuh!” pekik suster itu sedikit takut, karena tubuh Ryana kecil sedangkan Rayyan memiliki berat yang sedikit lumayan.
“Gapapa kok sus, Ryana bisa. Suster udah makan siang belum? Suster makan saja dulu, biar Rayyan sama Ryana, aman kok.” Kata Ryana tersenyum kepada suster adik nya.
“Tapi non—“
“Gapapa sus, Rayyan anteng kalau sama Ryana, udah sana makan dulu, nanti suster sakit loh. Kan capek gendong si gembul ini terus, hihihi.” Kata Ryana yang begitu gemas dengan adik nya.
“Baiklah Non, saya nitip den Rayyan dulu ya. Soalnya Ibu lagi pergi belum pulang.” Ujar suster.
“Mommy kemana?” tanya Ryana mengerutkan dahi nya menatap suster.
“Ibu lagi ke kantor Bapak. Tadi ada berkas yang ketinggalan katanya, jadi Ibu anterin ke sana.” Jelas suster membuat Ryana menganggukkan kepala nya paham.
__ADS_1
“Oh ya sudah,” Ryana menganggukkan kepala nya, lalu ia segera menutup pintu dan membawa Rayyan masuk ke dalam kamar nya.
...~To be continue~...