Menikah Dengan Pak Duda

Menikah Dengan Pak Duda
Keceplosan


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Mommy kenapa?” tanya Ryana segera bergegas menuju kamar orang tuanya, ketika mendapatkan kabar bahwa ibunya tengah sakit.


“Mommy gapapa Sayang, hanya sedikit kecapean mungkin,” kata Nasya tersenyum.


“Mommy capek, karena ngurusin Ryana ya?” tanya Ryana lagi dengan wajah sendu nya.


Dengan cepat, Nasya pun segera menggelengkan kepala nya, “Enggak, Sayang. Bukan karena Ryana. Mommy hanya kurang tidur saja.”


“Tadi, om Marvel bilang, Mommy sakit. Ryana lagi khawatir sama Mommy. Mommy gak boleh sakit, Mommy harus sehat terus, biar bisa jagain Ryana,” gumam nya dan langsung menyandarkan kepala di dada Nasya dengan begitu manja.


“Amin, doakan agar Mommy selalu sehat,” ujar Nasya lagi lagi tersenyum dan mengecup kening Ryana dengan begitu tulus.


Dari ambang pintu, Marvel sejak tadi menatap Ryana dan Nasya engan begitu kagum. Marvel sangat salut dengan ketelatenan dan kelembutan Nasya dalam menjaga Ryana. Hingga tanpa sadar membuat senyum nya terangkat.

__ADS_1


“Ryana, karena sudah siang. Bagaimana kalau kita makan siang? Tadi bibi sudah bilang kalau makanan sudah siap. Kamu juga harus minum obat, kan?” tanya Marvel tersenyum dan kembali memasuki kamar Nasya.


“Iya Om,” jawab Ryana lalu bangkit dari tempat tidur, “Ayo Mom. Ryana mau makan sama Mommy,” imbuh nya mengajak Nasya keluar dari kamar


“Aku gak kenal sama kamu. Dan tolong hargai privasi ku, jangan sembarangan masuk ke dalam kamar pribadi ku!” ucap Nasya penuh penekanan ketika berjalan melewati Marvel.


Bukan marah atau sadar, justru Marvel malah tersenyum dan menggelengkan kepala nya. Ia tidak menggubris ucapan Nasya, dan kini justru laki laki itu malah berjalan dengan santai nya di belakang Nasya. Karena sejujurnya ia masih khawatir dengan keadaan Nasya yang menurut nya memang sedang tidak baik baik saja.


“Om Marvel!” pekik Ryan yang baru saja pulang dari sekolah, ia langsung berlari dan menghambur pada Marvel yang saat itu baru saja selesai menuruni tangga.


“Astaga, kenapa kamu semakin berat hah!” kata Marvel tergelak ketika sudah menggendong Ryan.


“Karena Mommy ngasih Ryan banyak makan. Jadinya sekarang Ryan berat,” jawab Ryan terkekeh.


Di antara banyak keluarga Adnan yang mengekang dan menjauh dari Adnan. Hanya Marvel lah yang setia terus mendukung apapun yang di lakukan oleh Adnan. Sejak awal pernikahan nya pun, hanya marvel yang selalu mengunjungi Adnan. Hanya saja, saat itu Marvel masih sekolah dan sibuk dengan kuliah nya. Ia belum mempunyai kuasa apapun untuk membantu Adnan, jadi ia hanya bisa membantu doa dan dukungan semata.

__ADS_1


“Benarkah? Woahh mommy nya baik sekali.” Puji Marvel tersenyum melirik ke arah Nasya.


“Om Marvel kapan pulang? Dan mana oleh oleh nya?” tanya Ryan yang langsung menodong oleh oleh.


“Ryan, turun dulu Nak. Ganti baju, habis itu kita makan siang sama sama,” ujar Nasya begitu lembut, hingga membuat Ryan mau tak mau harus menurut. Ia selalu terhipnotis dengan perlakuan Nasya. Jadilah apapun yang di katakan oleh ibu sambung nya itu seperti mantra yang langsung membuat nya akan menurut dengan cepat.


“Bang, kapan datang?” tegur Yoga yang sejak tadi diam, kini menyapa Marvel.


“Udah dari pagi sih. Tadi aku ke kantor, tapi masih sepi makanya aku kesini, eh malah ternyata bang Adnan juga udah berangkat kerja,” kata Marvel seraya menghela napas nya berat.


“Ya iyalah gak ada, orang nya aja gak ke kantor hari ini,” Jawab Yoga keceplosan, “Bentar lagi juga datang orang nya,” imbuh lalu berjabat tangan dengan Marvel.


“Memang nya, mas Adnan kemana? Kenapa gak atang ke kantor?” tanya Nasya seketika membuat Yoga langsung tersadar dan membeku.


‘Mampus, ini mulut!’ umpat Yoga pada dirinya sendiri.

__ADS_1


...~To be continue ......


__ADS_2