
...~Happy Reading~...
“Mommy!” seru Ryan dan Ryana bersamaan ketika baru menuruni mobil baru.
Bukan mobil baru, tapi itu adalah mobil milik Marvel. Siang ini, Marvel sengaja mengatakan pada Adnan akan menjemput anak anak. Dan kebetulan, Adnan pun juga sedang ada pertemuan penting dengan klien bersama Yoga.
“Mommy kira, kalian di jemput sama om Yoga,” keluh Nasya me manyun kan bibir nya dengan kesal, lantaran yang datang Marvel, bukan Yoga.
Padahal, Nasya sengaja menunggu kedatangan Yoga karena ingin meminta tolong.
“Kan om Yoga sibuk kerja sama Daddy,” ujar Ryana mendongakkan kepala nya menatap Nasya.
“Iya Sayang, Mommy lupa.” Balas Nasya tersenyum, “Ya sudah ayo kita ganti pakaian habis itu makan siang.” Ajak nya lalu menggandeng kedua anak nya menuju rumah tanpa mempersilahkan Marvel untuk masuk.
Namun, bukan Marvel namanya kalau ia memiliki rasa sungkan. Meskipun tak di izinkan atau tak di suruh masuk, maka ia akan masuk dengan sendiri nya.
(Bagi deterjen yang budiman, jangan menjudge gue gak sopan ya, awas kalian!)
__ADS_1
Setelah beberapa saat, kini keempat orang itu sudah menyelesaikan makanan nya, dan Marvel sedikit mengerutkan dahi ketika melihat Bibi membawakan sebuah nampan untuk di bawa ke dalam kamar tamu. Seketika itu juga, jiwa kepo seorang Marvel langsung meronta ingin tahu.
“Makanan itu untuk siapa?” tanya Marvel kepada Ryan dan Ryana.
“Oh itu buat Mama. Kan Mama lagi sakit, jadi gak bisa ikut makan disini,” jawab Ryana dengan polos nya.
“Jadi mama kamu masih disini? Ku pikir sudah musnah,” gumam Marvel pelan, namun ternyata suara itu terdengar oleh Nasya.
“Bisa tolong di saring lagi kat katanya kalau bicara? Jangan racuni Ryan dan Ryana dengan kata kata jahat kamu!” ucap Nasya langsung menatap tajam pada sosok Marvel.
“Sembarangan! Enggak Sayang, maksud mommy kamu bukan itu, hadeuhh,” keluh Marvel langsung menghela napas nya dengan kasar.
“Terus apa?” tanya Ryana yang masih begitu penasaran.
“Ryana, jangan terlalu dengerin kata kata om marvel. Kadang lidah kesleo jadi dia sering berkata tidak baik, makanya Mommy bilang begitu. Ryana mengerti kan?” tanya Nasya menatap lembut pada putri nya.
“Oh iya, sedikit,” jawab Ryana tersenyum lebar, lalu ia melanjutkan makan siang nya.
__ADS_1
Usai makan siang, ketiganya berbincang di ruang keluarga sambil menonton kartun. Sementara Marvel terlihat sedang menelfon seseorang di teras belakang dekat kolam renang.
“Ryan ... Ryana ... “ panggil Nasya pelan.
“Iya Mom,” jawab keduanya serempak dan langsung menatap mommy nya.
“Kalian mau es krim gak?” tanya Nasya seraya menggigit bibir bawah nya.
“Mauuu!” jawab keduanya berseru dan ekspresi wajah nya terlihat begitu berbinar dan bahagia mendengar kata es krim.
“Nah, kalau mau, kalian ajakin om Marvel untuk beli es krim dong. Mommy juga mau,” bisik Nasya tersenyum lebar kepada dua anak nya.
“Memang nya Mommy mau eskrim?” tanya Ryan mengerutkan dahi, pasalnya nasya juga tidak terlalu menyukai es krim, sering mereka berjalan jalan dan bila makan es krim itu pasti karena di paksa oleh anak anak. Tapi kali ini, tanpa di paksa pun Nasya malah menginginkan nya.
“Heem, tapi jangan banyak banyak,” ujar Nasya menelan saliva nya, membayangkan es krim yang dingin dia nikmati di siang hari, sepertinya sungguh nikmat, batin Nasya dalam hati.
...~To be continue .......
__ADS_1