Menikah Dengan Pak Duda

Menikah Dengan Pak Duda
Mengingat


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Ryan!” seru Ryana ikut mengejar saudara kembar nya, hingga tiba tiba langkah kaki Ryana terhenti ketika melihat tubuh Ryan yang sudah mematung di depan pintu kamar tamu dengan mengepalkan tangan kuat.


Ia sedang berusaha mengumpulkan sekuat tenaga agar tidak menangis dan berlari memeluk ibunya. Karena Ryan sudah benar benar sangat merindukan sosok tersebut.


“Hay ... “ sapa Nasya tersenyum seraya melambaikan tangan nya kepada Ryan dan Ryana yang masih mematung di ambang pintu, “Kenapa kalian disitu? Apa kalian mau masuk?”


Dengan cepat, kedua anak itu pun langsung menganggukkan kepala nya tanpa bisa mengeluarkan sepatah kata apapun. Dengan langkah pelan dan menahan rasa sesak di dada, Ryan dan Ryana mulai memasuki kamar dan mendekati wanita yang sudah sangat mereka rindukan.


“Kenapa wajah kalian seperti ini, hem?” tanya Nasya dengan begitu lembut, wanita itu segera duduk berjongkok di hadapan kedua anak kembar di depan nya.


Jemarinya menangkup pipi kedua nya dan mengusapnya dengan penuh kelembutan, hingga tanpa sadar membuat kedua anak itu justru meneteskan air mata.


“Mau peluk,” tutur nya dengan suara serak menahan tangis.


Deg!


Entah mengapa, mendengar suara Ryana yang begitu lirih dan serak, membuat jantung Nasya seperti tertusuk ribuan jarum. Begitu perih dan juga sesak. Bahkan, tanpa sadar, ia sampai menyentuh dada nya karena rasa yang ia rasakan.

__ADS_1


“Boleh kah?” tanya Ryana sekali lagi dengan wajah memohon.


Nasya menarik napas nya dalam, menganggukkan kepala lalu membawa tubuh Ryan dan Ryana ke dalam pelukan nya. Nasya memejamkan matanya, merasakan pelukan Ryan dan Ryana yang terasa begitu erat, bahkan Nasya juga bisa merasakan deru napas keduanya yang kini sudah terisak di pelukan nya. Tanpa sadar, Nasya pun ikut meneteskan air mata, namun ia segera mengusapnya dengan tangan.


Ia tidak tahu mengapa ia bisa merasa sesak seperti itu, bukankah kedua anak itu hanya anak asuhnya. Cucu dari majikan nya, lantas mengapa ia bisa merasa begitu sesak.


Cucu majikan? Seketika kepala Nasya kembali berdenyut dengan begitu nyeri. Ada satu nama yang terlintas di kepala nya, namun ia begitu sulit untuk mengingat nya.


Bayangan demi bayangan, seorang wanita paruh baya yang sellau bercanda dan tertawa bersama nya. Bahkan ada kejadian dimana dirinya bersama Ryan juga Ryana dan wanita itu tengah bersenda gurau.


“Olin,” gumam Nasya begitu lirih dengan napas nya sedikit memburu. Seketika itu juga, Ryan dan Ryana segera melepaskan pelukan nya dan menatap wajah Nasya.


“Olin ... dimana Olin?” gumam Nasya yang langsung memegang kepala nya, “Ka—kalian? Olin dimana? Aaahhhhh!” pekik nya dan tubuh nya langsung terjatuh ke lantai.


“Ryana kamu panggil Uly atau om Marvel!” seru Ryan menyuruh Ryana dan gadis itu langsung paham, langsung berlari keluar untuk meminta pertolongan.


“Mom hiks hiks. Mommy ini Ryan. Ini Ryan Mom.”


Tubuh Nasya benar benar terasa sangat lemas, napas nya sangat memburu dan kepala nya semakin berdenyut nyeri. Kini, Ryan sudah meletakkan kepala ibu sambung nya itu ke atas paha nya dan terus memeluk nya dengan cukup erat.

__ADS_1


“Mommy sadar Mom. Mommy Ryan mohon hiks hiks. Ryan sayang sama Mommy, Ryan hiks ... “


“Ryan ... “ gumam Nasya begitu lirih, ia berusaha sekuat tenaga agar tetap terjaga dan membuka mata, mengangkat sebelah tangan nya untuk menyentuh wajah anak laki alki yang kini sedang memangku nya, mengusap nya perlahan, hingga tiba tiba ia kembali kehilangan kesadaran.


“Mommy!” pekik Ryan langsung histeris ketika mommy nya kembali pingsan.


“Daddy! Tolongin Mommy!” teriak Ryan ketika ia menoleh ke arah luar dan melihat ayah nya sedang berlari ke arah nya bersama dengan Ryana dan juga om Marvel.


Dengan cepat, Adnan pun segera mengangkat tubuh Nasya dan membaringkan nya ke tempat tidur. Sementara Marvel, ia bertugas untuk menelfon dokter agar segera mengecek keadaan Nasya.


...~To be continue .......


Readers : Mom kapan bahagianya? Gak kasihan sama Adnan.


Mommy : Bentar lagi


Readers : Jangan lama lama Mom. Masa Nasya kaya gitu terus, bosen mom malah jadi muter2 terus


Mommy : Ya udah nanti abis ini langsung mommy sembuhin dan Tamatin sekalian, kan udah bahagia. Lagian semua juga butuh proses, nanti di ujuk2 sembuh kelar semua masalah di bilang KOK CEPET banget! Au ah terang! 😭😭😭😭😭

__ADS_1


Readers : Au ah gelap Mom!


Mommy : Gelap itu kamu belum bayar listrik. Disini terang! #Mode ngambek


__ADS_2