
🍁🍁🍁🍁
“Rakaa!” seru seorang wanita yang berdiri di belakang Ryana dan membantu anak gadis itu untuk kembali berdiri tegak.
“Bukan Raka!” saut anak yang tak lain adalah Raka teman sekelas Ryana itu langsung mengangkat kedua tangan nya ke atas.
“Kamu pikir Mama gak lihat kamu yang dorong dia!” seru wanita itu yang tak lain adalah ibu nya Raka, Naura. “Cepat minta maaf! Mama gak suka kamu kaya gitu ke anak cewek. Malu Ka, malu kamu itu laki laki. Cepat minta maaf!”
“Mahh!” rengek Raka seolah tidak setuju.
“Minta maaf atau mama—“
“Oke oke Raka minta maaf!” ucap nya dengan terpaksa.
__ADS_1
“Yang bener!” ucap Naura menatap tajam pada putra nya.
Dengan sedikit kesal dan tangan masih menggandeng Rayyan, Raka pun menghela napas nya berat, “Ryana, Raka minta maaf karena gak sengaja nakal.”
“Kamu sengaja!” saut Ryana menatap kesal pada Raka.
“Tuh kan Mama lihat. Raka udah minta maaf tapi jawaban dia kaya gitu!” adu nya kepada sang mama.
“Tante, maafin Ryana ya. Tapi Raka suka nakal sama Ryana. Bahkan waktu itu makanan Ryana di tumpahin sama Raka. Tidak hanya itu tante, Raka sering mengambil pensil Ryana dari kelas dua sampai sekarang. Coba tante hitung berapa banyak pensil Ryana yang di tabung sama Raka. Jadi maafin Ryana ya tante kalau Ryana gak mau maafin Raka. Ryana permisi tante,” ucap Ryana panjang lebar namun sopan menatap wanita dewasa di samping nya.
“Jadi pensil itu punya dia?” tanya Naura lirih menatap putra nya dan menggelengkan kepala nya.
‘Kenzoooo titisan kamu kaya gini banget sih modus nyaaaa!’ jerit Naura dalam hati nya ingin mengumpat namun itu anak nya. Gak di umpat kok ya kaya gitu banget, batin Naura.
Bukan tanpa asalan, pasalnya memang di kamar putra nya ada begitu banyak pensil bermotif cute, khas anak perempuan. Setiap pensil itu bahkan di berikan nomer dan di hitung setiap minggu nya. Awalnya, Naura berfikir anak nya membelinya, namun kini pertanyaan beberapa tahun itu seolah terjawab, anak nya sudah bisa modus kepada anak gadis orang. Bukankah itu sangat mirip dengan Kenzo dulu yang sering modus dan usil juga? Batin Naura menatap putra nya tak percaya.
__ADS_1
Sementara itu, Ryana kini sudah tiba di depan lift, dan benar saja ayah nya sudah menunggu di sana sejak tadi. Dengan cepat Adnan mengambil Rayyan dan menggendong nya.
“Ini balon siapa?” tanya Adnan kepada anak anak nya.
“Unya akak aik. (Punya kakak baik)” jawab Rayyan dengan begitu lugu nya.
“Enggak, kakak itu gak baik! Jangan sembarangan kamu dek!” saut Ryana langsung menggelengkan kepala nya menatap adek Rayyan.
“Siapa sih?” tanya Adnan semakin penasaran.
“Gak tahu punya siapa Daddy. Tapi tadi ada tante tante yang ngasih dan nyuruh bawa, ya sudah Rayyan bawa deh. Tapi itu tante bukan kakak!” tekan Ryana menatap adek nya.
Adnan menghela napas nya berat, ia tidak mau membuang waktu. Segera ia menekan tombol lift dan menuju ruangan istrinya di rawat, seraya menggendong Rayyan. Sedangkan Ryana membawa segerombolan balon di tangan.
...~To be continue .......
__ADS_1