
🍁🍁🍁
Dengan sangat antusias, Ryana menggandeng adek Rayyan menyusuri lorong rumah sakit untuk menuju ruangan sang Mommy berada. Ryana datang dengan di antar oleh Yoga, namun laki laki itu tidka bisa masuk lantaran ada urusan mendadak, dan Adnan pun sudah tahu akan itu.
“Baon baon .. akak baon, akak baon! (Balon balon, kakak balon! kakak balon)" seru Rayyan dengan begitu senang nya ketika melihat beberapa balon yang berada di dalam taman rumah sakit.
Ryana pun iku menghentikan langkah kaki nya, karena Rayyan tidka mau berjalan dan memilih untuk mengejar balon.
“Rayyan, jangan lari!” pekik Ryana segera berlari dna mengejar Rayyan, menuju arah taman.
“Astaga, kamu mau apa. Itu punya siapa, nanti kita beli kalau sama daddy ya,” bujuk Ryana berjongkok di depan Rayyan, namun anak laki laki yang baru berusia satu tahun lebih itu langsung menggelengkan ekpala nya.
“Baon baon, mau baon! (Balon, balon, mau balon!)” seru nya lagi sambil terus menunjuk balon balon yang berada di depan nya.
__ADS_1
Ryana tidak tahu itu balon milik siapa, dan juga di sana tidak ada anak kecil di sekitar atau orang yang mengakui itu balon nya. Di landa dilema, akhirnya Ryana berniat untuk menghubungi ayahnya.
“Daddy, adek nya gak mau di ajak ke atas. Ini lihat balon, Ryana bingung!” ucap Ryana ketika ayah nya sudah menjawab sambungan telfon nya.
“Kalian dimana? Daddy turun sekarang,” jawab sang ayah, dan Ryana pun langsung mengatakan dimana keberadaan nya. Namun, ketika Ryana hendak memasukkan ponsel nya ke dalam tas, ia tidak menemukan Rayyan di sebelah nya.
Panik, Ryana langsung menjerit mencari keberadaan Rayyan.
“Rayyan! Adek kamu dimana? Rayyan!” panggil Ryana sedikit berteriak sambil menangis. Hingga tiba tiba ia melihat ke arah sebuah lorong dimana ada Rayyan yang sedang bermain dengan beberapa balon bersama dengan seorang anak laki laki yang seumuran dengan nya.
“Rayyan!” pekik Ryana langsung menghampiri adik nya dan menangis memeluk nya, “Kamu kenapa main kabur aja sih Ini rumah sakit, bukan di rumah! Nanti kalau kamu di culik orang jahat gimana? Kamu bikin kakak takut tau gak hiks hiks hiks.” omel nya panjang lebar sambil terisak.
“Kamu ngapain disini? Kamu pasti mau menculik adek aku kan!” tuduh Ryana langsung menatap tajam pada ank laki laki itu.
“Enggak!” jawab nya dengan cepat, “Orang aku lihat adek kamu ngejar balon aku kok.”
__ADS_1
“Bohong! Pasti kamu mau culik adek aku, kalau enggak. Kamu ngapain di rumah sakit coba? Bawa balon banyak banyak, pasti mau buat bohongin anak kecil kaya Rayyan kan. Tunggu sampai Daddy aku sampai, maka aku akan aduin sama Daddy!” oceh Ryana panjang lebar.
“Kok kamu jahat banget sih! Aku udah baik sama adek kamu, kenapa kamu malah nuduh aku!” seru anak itu seolah tidak terima.
“Ya karena kamu mau nyulik adek aku!” balas Ryana dengan kesal.
“Buat apa aku nyulik anak kecil! Mamaku juga bisa kasih aku adek kaya adek kamu!” saut anak itu mendengus.
“Ya udah, kalau gitu jangan gangguin adek aku! Sana pulang!” usir Ryana mendorong tubuh anak laki laki itu.
“Kamu aja yang pulang, ngapain kamu disini!”
“Mommy ku lagi di rawat disini. Kamu aja sana pulang daripada jualan balon disini!”
“Ini rumah sakit ku! Suka suka aku mau ngapain!” balas anak itu dengan kesal dan membalas mendorong tubuh Ryana ke belakang hingga membuat gadis itu terhuyung dan hampir jatuh kalau saja tidak di tahan oleh orang di belakang nya.
__ADS_1
“Rakaaaa!”
...~To be continue .... ...