
...~Happy Reading~...
“Sayang, tunggu!” pekik Adnan dan langsung keluar menghampiri Nasya.
“Aku tunggu penjelasan kamu!” ucap Nasya yang sedang menahan rasa geram nya.
Adnan pun segera mengajak Nasya untuk pergi ke ruang kerjanya. Ia membawa Nasya masuk dan menjelaskan semuanya kepada Nasya agar tidak ada kesalahpahaman. Adnan bertemu dengan Riri tanpa sengaja, ia awalnya juga terkejut dan mengira bahwa Riri sudah tewas saat kecelakaan mobil tujuh tahunan yang lalu. Tapi ternyata wanita itu masih hidup, dan selama ini ia sempat hilang ingatan.
Beberapa tahun ini Riri seperti terdampar di sebuah desa kecil, tidak mengenal siapapun dan tidak ingat apapun. Hingga akhirnya ia merantau ke jakarta untuk mencari pekerjaan. Dan belum lama ini, Riri sudah ingat semua ingatan nya dan kembali menemui Adnan di kantor. Riri mengatakan ingin bertemu anak anak nya, dan sampai akhirnya Adnan mengajak Riri untuk bertemu di restauran tadi siang, tapi ternyata karena Adnan ada pekerjaan mendadak sehingga mereka belum sempat bertemu anak anak.
“Maka dari itu kamu membawa nya pulang?” tanya Nasya dengan tersenyum getir.
“Dia hanya ingin bertemu anak anak, Sayang. Biar bagaimana pun dia ibu kandung Ryan dan Ryana!” kata Adnan mencoba meyakinkan Nasya.
__ADS_1
“Iya kamu benar, dia ibu kandung Ryan dan Ryana. Dan aku hanyalah ibu tiri, aku tidak memiliki hak apapun disini, di rumah ini,” ucap Nasya kembali tersenyum getir.
“Sayang, bukan begitu. Dia hanya sementara, aku pastikan itu. Aku sudah menghubungi Ibu, dan dia akan segera kemari untuk menjemput nya,” kata Adnan lagi dan kini laki laki itu menyentuh kedua bahu Nasya dan menatap nya dengan penuh permohonan.
Entah mengapa, Nasya merasa hatinya begitu sakit. Dada nya begitu sesak, ketiak suaminya memohon untuk wanita lain. Meskipun dia adalah istri pertamanya, namun mereka sudah bercerai, cerai mati. Dan kini dirinya yang sebagai istrinya, tapi—
Tanpa sadar, air mata Nasya menetes, namun ia dengan cepat segera menghapus nya. Ia mencoba meredam air matanya, meredam kesedihan nya dan meredam ego nya sendiri. Memang benar, biar bagaimana pun Riri adalah ibu kandung Ryan dan Ryana. Dan bukan keinginan nya juga hilang ingatan hingga berpisah dengan anak anak dan suaminya.
Takut? Tentu saja Nasya sangat takut bila harus berpisah dengan keluarga barunya. Belum lama, baru satu bulan usia pernikahan nya, apakah sudah harus usai secepat itu? Batin Nasya lalu ia menggelengkan kepala nya.
“Sayang, hey. Lihat aku, Nasya denger, aku janji setelah Olin datang, dia tidak akan pernah kesini lagi. Hanya sebentar, beberapa hari saja. Tunggu keadaan Olin membaik,” ujar Adnan berusaha meyakinkan Nasya.
“Kenapa harus tinggal disini? Apakah dia tidak bisa menginap di hotel untuk sementara waktu? Sebelumnya ia tinggal dimana Apakah kamu tidak bisa menyewakan nya tempat tinggal? Selain disini?” tanya Nasya berusaha memberanikan diri untuk menatap wajah suaminya.
__ADS_1
“Sayang, aku mohon, jangan egois. Jangan kekanak-kanakan. Dia ibu kandung Ryan dan Ryana. Dan dia hanya sebentar, hanya beberapa hari, jangan di besar besarkan. Dan juga, ini juga pernah menjadi rumah Riri dulu saat masih menjadi istriku,” kata Adnan menghela napas nya dengan cukup kasar.
Jeduarrrr!
Nasya tidak menyangka bahwa ia akan mendengar Adnan berkata seperti itu. Hatinya sudah sakit, dan kini terasa semakin sakit, sesak dan perih.
"Oh oke. Iya kamu benar, ini rumah kalian, "kata Nasya seraya tersenyum, namun dalam hatinya sangat ingin berteriak. "Baiklah, makan malam sudah siap, aku akan menunggu di meja makan, kalian." imbuh Nasya seraya menekankan kata Kalian.
‘Harusnya kamu sadar diri, Sya. Kamu bukan siapa siapa, ini rumah mbak Riri dan mas Adnan, kamu siapa?’ tanya Nasya pada diri sendiri di dalam hatinya seraya tersenyum hambar.
...~To be continue .......
...Mommy udah up 3 bab loh hari ini. Like dan komentar woy, jangan jadi pembaca ghoib 😭 Mommy jadi takut mau up kalau pada ghoib semua, kan SEREM 😌😌😌...
__ADS_1