
...~Happy Reading~...
Adnan hanya mampu terisak dalam penyesalan, ketika memasuki ruang perawatan istrinya. Kini ia hanya bisa melihat istrinya yang sedang terbaring lemah tak berdaya dengan beberapa alat yang terpasang di tubuh nya.
Dengan langkah kaki bergetar dan air mata yang tak kunjung berhenti. Adnan mendekati brankar Nasya secara perlahan. Ia menatap wajah Nasya yang selalu tersenyum dan ceria, namun kini hanya terpejam dan datar.
Adnan kembali mengingat perdebatan nya dengan Nasya beberapa jam yang lalu. Dimana Nasya memohon padanya agar tidak pergi, namun ternyata dirinya begitu egois dan memilih tetap pergi. Hingga mengakibatkan istrinya terbaring di ranjang rumah sakit.
“Maafin aku hiks hiks hiks.” Suara isak tangis sejak tadi terus menggema di ruangan itu. Tubuh Adnan sudah luruh ke lantai sejak ia mendekat kearah brankar. Ia terus berlutut di samping Nasya sambil terus menggenggam jemari tangan istrinya yang tidak terkena selang infus.
“Aku memang bodoh! Aku terlalu sibuk dengan wanita lain, sampai aku mengabaikan wanita ku sendiri. Maafkan aku Sayang, maafkan aku hiks hiks.” Gumam nya terus menerus dalam sebuah penyesalan yang mendalam.
Adnan benar benar menyesal dan merutuki dirinya yang tidak bisa peka dengan keadaan sekitar. Adnan yang tidak bisa belajar dari sebuah kesalahan masa lalu nya, Adnan yang tidak mengerti kemauan istrinya sendiri. Bahkan Adnan yang tidak menyadari adanya buah hatinya di perut Nasya hanya karena sibuk mengurus orang lain.
__ADS_1
Yah, Nasya di nyatakan hamil oleh dokter. Dan usia nya sudah memasuki tujuh belas minggu. Dan penyebab terjadinya pendarahan akibat Nasya terlalu stres berat dan benturan, yang Adnan sendiri tidak tahu benturan apa dan darimana.
Namun beberapa saat kemudian Adnan seolah tersadar ketika tadi Nasya memanggilnya dan sebelum Ryana datang. Nasya mengatakan soal perut, dan Adnan benar benar menyesali perbuatan nya yang malah pergi begitu saja tanpa mendengarkan perkataan Nasya hingga selesai.
Beruntung bayi di kandungan Nasya begitu kuat, jadilah bayi itu selamat. Hanya saja, Nasya di nyatakan koma, lantaran beban pikiran yang ia alami. Tertekan yang sudah mendarah daging, sehingga membuat wanita itu enggan untuk sadar dan mengakibatkan koma.
Dokter juga mengatakan bahwa ia sendiri tidak tahu sampai kapan Nasya akan koma. Karena semua itu di bawah kuasanya, pendarahan nya sudah di tangani dan kandungan nya sudah baik baik saja. Hanya, bagian alam bawah sadar Nasya seolah enggan untuk kembali, itu yang membuat Nasya di nyatakan koma.
Kata kata yang di ucapkan oleh Nasya seolah selalu terngiang di pikiran nya. Ia menarik napasnya sedalam mungkin, dan ia hembuskan secara perlahan.
Nasya benar benar pergi darinya. Walaupun kini ia masih melihat tubuh sang istri, namun jiwa nya tak ada di sana.
“Sayang, aku mohon, bangunlah, dan maafkan aku. Aku mohon,” ucap Adnan masih saja terus terisak menyesali perbuatan nya.
__ADS_1
Sementara itu, di luar ruangan Ryan juga tak kalah histeris menangisi ibu sambung nya. Justru Ryan menyalahkan dirinya sendiri karena sudah meninggalkan ibu sambung nya tadi. Ryan terus menyalahkan dirinya karena tidak menemani ibu sambung nya dan malah memilih ke rumah sakit bersama Olin.
“Om, Mommy gapapa kan? Hiks hiks hiks. Gimana kalau Mommy gak mau bangun nanti hiks hiks.” Tanya Ryan dengan mata sembab nya menatap Marvel.
Ryan bukan anak yang mudah di bohongi. Terlebih tadi Ryan mendengar sendiri perkataan dokter yang mengatakan bahwa Nasya mengalami stres berat hingga mengakibatkan pendarahan, dan kini koma.
“Kita doakan saja ya. Ryan anak baik dan pintar, doain mommy Nasya supaya cepat bangun dan sehat kembali.” Ucap Marvel berusaha menenangkan, walau sebenarnya hatinya sendiri juga turut sakit dan bersedih mendengar keadaan Nasya.
‘Aku yakin, kamu wanita yang kuat Sya.’ Gumam Marvel dalam hati seraya memejamkan matanya cukup erat.
...~To be continue ......
...Dah kan, Nasya beneran pergi ✌🏻✌🏻...
__ADS_1