Menikah Dengan Pak Duda

Menikah Dengan Pak Duda
Birthday Rayyanza


__ADS_3


🌼🌼🌼


“Selamat ulang tahun gantengnya onty, aduh kamu makin ganteng banget sih hem,” ucap Aqila dengan begitu gemas nya langsung mencubit pipi gembul Rayyan hingga membuat anak itu menjerit.


“Akiitt!” pekik nya langsung menepis kasar tangan Aqila.


“Kamu ini juga ngawur sih La,” kata Nasya terkekeh dan menggelengkan kepala nya.


“Onty juga sakit loh, kamu mau hadiah gak dari onty?” tanya Aqila seraya berjongkok di depan baby Rayyan.


Nampak anak yang baru berusia satu tahun itu diam seolah berfikir. Begitu menggemaskan dan ingin membuat Aqila kembali mencubit pipi nya karena gemas. Namun, ia urungkan karena kini bukan hanya Nasya yang menatap ke arah nya, namun sang pawang utama yakni Adnan selaku pemilik saham terbesar di baby Rayyan juga ikut menatap ke arah nya.


“Layan mau mainan pelahu besal,” ucap Rayyan seraya merentangkan kedua tangan nya seolah memperagakan seberapa mainan yang ia inginkan.


“Woahh besar sekali? Tapi Onty bawa nya yang kecil dulu. Nanti, kalau Rayyan sudah besar, Rayyan beli sendiri ya,” uap Aqila menyengir kuda.


“Huuu dasar kamu ini La, ku pikir kamu mau bilang, nanti kalau Rayyan sudah besar di belikan yang besar! Taunya, ckckck.” Kata Riska menimpali dengan decakan, dan langsung di balas kekehan saja oleh Aqila dan juga Nasya.


Acara berlangsung cukup meriah, meskipun hanya beberapa orang saja, namun halaman rumah itu terlihat begitu ramai hingga malam hari.

__ADS_1


“Jadi kalian benar sudah jadian?” tanya Nasya langsung menatap kepada dua sahabat nya.


Ya, kini ingatan Nasya sudah kembali sepenuh nya. Ia sudah bisa berdamai dengan keadaaan dan menerima semua Takdir hidup nya. Kini ia hanya ingin menikmati hari hari nya, agar bisa lebih baik lagi.


“Hemmm ... kita mau tunangan,” jawab Aqila dengan wajah merona malu dan menunjukkan jemari tangan nya yang sudah terlingkar sebuah cincin.


“Aahh selamattt!” pekik Nasya langsung bersorak seperti anak kecil dan memeluk sahabatnya dengan mata berkaca kaca, “Akhirnya ada yang mau nyusul aku. Tinggal si Riska aja ini.”


“Aku santai dulu lah. Jangan nanyain aku, masih mau kerja sukses baru mikir keluarga!” saut Riska yang saat itu tengah asik memakan buah.


“Bay, pokok nya kamu gak boleh nyakitin Aqila. Awas aja kamu ya kalau sampai bikin Aqila nangis.” Ancam Nasya langsung memberikan kepalan tangan ke arah Abay.


“Amiiinnn!” saut semuanya serentak lalu mereka tertawa bersama.


Dan saat sedang asik bercanda bersama, tiba tiba ada sesuatu yang membuat Nasya langsung terdiam. Ia merasa kepala nya berdenyut dan seolah pandangan nya berputar hebat, hingga tiba tiba ia jatuh pingsan tak sadarkan diri di atas rerumputan.


“Nasya!” pekik Aqila dan Riska yang langsung bangkit menghambur ke arah Nasya.


Sementara itu, Adnan yang tengah berbincang dengan Marvel dan Yoga langsung terkejut mendengar suara teriakan yang memanggil nama istri nya. Ia segera bergegas dan berlari menuju ke arah Nasya.


“Kalian apakan istri ku hah!” bentak Adnan spontan. Ia pun langsung mengangkat tubuh Nasya dan membawa nya ke dalam rumah, tanpa mau mendengarkan penjelasan dari para sahabat Nasya.

__ADS_1


“Lah kita yang di salahin?” gumam Riska memanyunkan bibir nya menatap punggung lebar Adnan yang tengah menggendong nasya dengan langkah terburu buru.


“Maklumin aja, istri tercinta,” saut Yoga ikut menghela napas nya berat.


“Yogaaaa!” teriak Adnan dari dalam rumah, membuat laki laki itu segera bergegas menyusul ke dalam rumah dan meninggalkan para sahabat Nasya.


“Kalian mau menginap disini, atau pulang?” tanya Marvel kepada tiga orang yang masih tersisa.


“Kamu langsung cabut aja,” jawab Aqila menghela napas nya berat, “Tolong kalau ada apa apa sama Nasya kabarin kami ya.” Imbuh nya menatap marvel.


“Baiklah, pintu nya masih di sebelah sana. Dan maaf aku tidak bisa mengantarkan ke depan,” ucap Marvel lalu ia segera pergi masuk ke dalam rumah.


“Ini kita di usir?” gumam Riska kembali mendengus.


“Anggap saja begitu,” jawab Aqila dengan cepat lalu ia menggandeng tangan Abay dan mengajak nya pulang.


“Aqila sialan, tungguin aku woy!” pekik Riska dengan kesal dan langsung berlari mengejar Aqila dan Abay.


...~To be continue......


...Kan di partai sebelumnya Mommy cuma nanya, kalian mau TAMAT apa TBC, kenapa jadi pada demo weh 🙈🙈🙈🤣🤣🤣...

__ADS_1


__ADS_2