
...~Happy Reading~...
“Mas, kamu hari ini mau pakai baju apa?” tanya seorang wanita yang sedang berdiri di depan walk in closed khusus kemeja milik Adnan.
“Apa aja, asal itu pilihan kamu, pasti akan ku pakai,” jawab Adnan yang baru saja selesai mandi dan langsung memeluk tubuh istrinya dari belakang.
“Mass, geli ih!” seru wanita itu terkekeh menahan geli.
“Aku kangen banget sama kamu,” bisik Adnan tepat di telinga wanita nya.
“Dih kangen, baru juga tadi malam, udah kangen aja,” ledek wanita itu tersenyum dan menggelengkan kepala nya.
“Aku akan selalu kangen sama kamu,” ucap Adnan kekeuh dan semakin mengeratkan pelukan nya.
“Mass! Nanti anak nya bangun. Aku capek loh nyusuin semaleman!” keluh wanita itu menghela napas berat.
“Ya sudah mulai besok kita ganti formula saja, dan kamu ganti nyusuin aku. Pasti gak akan capek,” kata Adnan dengan senyum lebar di wajah nya yang seketika langsung mendapatkan cubitan di bagian perut.
“Aduhhh duhhh aduhh iya ampun hahaha!” seru Adnan tergelak dan berusaha menghindar, “Sayang, sakit ih!”
“Makanya jangan mesum terus itu otak isinya!” cetus wanita itu memanyunkan bibir nya kesal.
__ADS_1
“Aku gak mesum. Hanya mengungkapkan isi hati saja,” elak Adnan enggan mengakui.
“Bodo amat! Dasar modus!” cetus nya berusaha menyingkirkan tangan Adnan di perut nya.
“Biarin, modus sama istri sendiri itu hukumnya halal, dan tidak ilegal!” kata Adnan lalu keduanya terkekeh.
“Jangan pernah berubah ya Mas,” ucap wanita itu segera berbalik dan menatap wajah Adnan. Tangan nya terulur untuk mengusap pipi Adnan dengan begitu lembut.
“Tetap pertahankan aku, apapun yang terjadi. Jangan tinggalkan aku, dan jangan lupakan aku walau kita tidak bersama," ucap wanita itu, seketika membuat suasana yang tadi begitu romantis langsung lenyap.
“Kamu bicara apa sih, aku gak suka sama kata kata kamu!” Adnan langsung menggelengkan kepala nya tidak setuju.
“Aku sayang sama mas Adnan. Kamu adalah cinta pertama dan terakhir ku, jaga anak anak dengan baik ya Mas.” Katanya yang semakin lirih.
“Sudahlah, percuma bicara serius sama kamu. Padahal aku mau terlihat romantis kaya di film-film. Udah sana, angkat itu telfon. Siapa tahu penting,” kata wanita itu menunjuk sebuah ponsel di atas meja.
“Biarin aja, aku masih mau meluk istri aku!” ucap Adnan begit manja dan kembali memeluk istrinya.
“Mas, angkat dulu itu telfon nya. Aku siapin baju kamu, buruan sana.” Wanita itu langsung mendorong tubuh Adnan hingga terhuyung ke belakang dan ...
Brukkk!
__ADS_1
Adnan langsung mengerjapkan matanya ketika tubuh nya terasa cukup sakit lantaran jatuh dari tempat tidur. Ia menghela napas nya dengan cukup kasar, ternyata ia hanya bermimpi. Ia pun segera meraih ponsel yang sejak tadi terus berdering tiada henti nya.
"Halo... " jawab Adnan dengan begitu lirih.
Dan ketika Adnan mengangkat panggilan telfon itu, ia langsung tersentak karena mendapatkan kabar bahwa istrinya harus menjalani operasi SC secepatnya. Semalam, tubuh Ryana mengalami demam, jadilah Adnan pulang dan menitipkan Nasya kepada Aqila dan Riska. Dan pagi pagi sekali, langit masih cukup gelap, namun Riska sudah menghubungi nya bahwa keadaan Nasya kritis dan harus segera melakukan operasi.
"Hah! b—bagaimana bisa? baiklah, aku segera ke sana!"
Adnan sudah tidak tahu lagi harus bagaimana, sejak tadi air matanya terus mengalir dengan begitu deras. Ia membangunkan kedua anak nya dan segera menggendong Ryana dalam keadaan menangis terisak.
“Daddy kenapa?” tanya Ryan dengan wajah yang masih mengantuk.
“Gapapa Sayang, kita ke rumah sakit ya,” kata Adnan mengusap air mata nya.
Ia hanya bisa berdoa dan terus berdoa, semoga istrinya baik baik saja. Walau sebenarnya, sejak tadi perasaan nya begitu kacau dan terasa begitu sesak.
“Daddy, Ryana mau sama Mommy,” rintih Ryana begitu lirih saat Adnan membaringkan tubuh Ryana di kursi belakang.
“Iya Sayang. Kita ke Mommy ya. Kita ke Mommy,” kata Adnan semakin tak kuasa menahan tangis nya.
‘Bertahanlah sayang. Aku mohon, jangan tinggalin kami. Aku mohon, kamu wanita kuat hiks hiks hiks.’ Gumam Adnan dalam hatinya sambil terus mengendarai mobil nya dengan kecepatan cukup tinggi.
__ADS_1
...~To be continue ......