Menikah Dengan Pak Duda

Menikah Dengan Pak Duda
Kedatangan Olin


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Beberapa hari setelah kejadian kala itu, Nasya banyak murung di dalam kamar. Ia bahkan bingung dengan dirinya sendiri, ia merasa asing berada di rumah itu. Ada sesuatu yang ingin ia katakan, namun sangat sulit untuk ia ucapkan.


Ada bayangan dan ingatan yang seolah ingin di ingat, namun ketika ia berusaha untuk mengingat nya, kepala nya justru langsung berdenyut, seolah menolak untuk ingat. Nasya seolah di hadapkan pada dua kenyataan yang begitu pahit. Entah memori seperti apa yang ia alami sebelum koma sehingga membuatnya begitu sulit untuk mengingat.


‘Nasya, cobalah untuk menarik napas sedalam yang kamu bisa, dan hembuskan perlahan. Lakukan itu berulang kali dan cobalah untuk rileks. Jangan memaksakan kehendak, atau kamu akan kehilangan kendali lagi.’


Nasya selalu mengingat ingat pesan yang di katakan oleh dokter nya. Ia pun selalu berusaha untuk menerapkan hal itu, Jangan di paksa, harus rileks. Namun, rasa penasaran nya untuk mengingat semua kenangan nya begitu menggebu, terlebih ketika ia melihat Ryan dan Ryana yang selalu menatap nya dengan tatapan sendu, membuat hatinya kian terasa begitu sakit.

__ADS_1


Tok ... tok ... tok ...


Suara ketukan di pintu kamar nya, membuat lamunan Nasya seketika buyar. Ia pun bangkit dari tempat tidur dan segera berjalan untuk membuka pintu.


“Nasya ... “ sapa seorang wanita paruh baya yang sedang tersenyum menatap nya.


Untuk sesaat, Nasya terdiam seolah sedang mengingat siapa orang tersebut. Hingga tiba tiba sebuah senyum terbit di wajah nya, “Olin.”


Olin merasa sangat bersalah kepada Nasya, karena secara tidak langsung, semua kejadian dan musibah yang menimpa Nasya juga karena nya. Setelah sekian lama, kini akhirnya Olin baru bisa menjenguk Nasya karena kesehatan nya yang baru membaik. Dan betapa terkejut nya ia ketika mendengar kabar bahwa Nasya mengalami hilang ingatan sementara sejak bangun dari koma. Di tambah beberapa hari yang lalu, Adnan juga mengabari nya bahwa Nasya mengingat nama Olin. Itu sebab nya, Olin memaksakan diri untuk terbang ke Jakarta dan menjenguk Nasya.

__ADS_1


“Nasya .... “ gumam nya pelan dengan raut wajah bingung, namun hanya beberapa detik, kini ekspresi wajah itu kembali tersenyum, “Nasya cukup baik.” Imbuh nya.


“Olin kapan sampai? Bukankah katanya Olin sedang sakit?” tanya Nasya setelah mengajak Olin untuk masuk ke dalam kamar nya.


Nasya tahu bahwa Olin sedang sakit, dari Ryan dan Ryana. Karena hanya kedua anak itu yang sering mengunjungi Nasya di dalam kamar. Bukan tidak ada yang mau melihat Nasya, hanya saja Nasya menolak untuk bertemu siapapun, ia masih ingin menyendiri dan berusaha untuk mengingat semuanya. Jadilah ia membutuhkan konsentrasi yang cukup agar ia bisa kembali mengingat semuanya.


“Saya sudah tidak apa, Sya ... Maaf karena saya baru datang sekarang. Seharusnya saya datang sejak kamu bangun,” ucap Olin dengan rasa bersalah nya.


“Olin, ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan. Boleh?” tanya Nasya dengan menggigit bibir bawah nya, ia merasa sedikit bingung, namun juga sangat penasaran.

__ADS_1


“Katakan, apa yang ingin kamu tanyakan. Dan saya akan menjawab sesuai yang saya tahu,” jawab Olin menggenggam tangan Nasya, “Kamu anak baik Sya. Kamu tidak pantas mendapatkan kehidupan seperti ini, mengapa mereka begitu tega menyakiti kamu sebegitu dalam, hiks hiks.” Imbuh Olin yang tak kuasa menahan tangis ketika mengingat kembali permasalahan yang di alami Nasya, Adnan dan juga Riri, putrinya.


...~To be continue .......


__ADS_2