
...~Happy Reading~...
Beberapa bulan kemudian...
“Mommy ... Mommy kapan mau bangun? Ryan kangen sama Mommy hiks hiks hiks.” Saat ini, Ryan tengah meringkuk di samping Nasya dengan terus mengusap lengan nya yang tidak terpasang selang infus.
Sejak Nasya di nyatakan koma, hingga saat ini, Ryan selalu datang ke rumah sakit setiap pulang sekolah. Sebagaimana pun Adnan melarang dan menyuruh Ryan untuk pulang. Anak itu selalu memiliki cara untuk bisa kabur ke rumah sakit dan menyelinap ke dalam kamar inap Nasya.
Jadilah kini Adnan hanya bisa pasrah dan mengizinkan Ryan untuk ikut tinggal di rumah sakit. Tentu saja tinggal, karena setiap pulang selah hingga malam hari Ryan akan berada di rumah sakit. Sementara Ryana, gadis itu banyak murung dan menyendiri di rumah.
Sejak kepergian ibu kandung nya, dan entah bisikan apa yang di dapatkan oleh Ryana. Gadis itu sudah sangat jarang untuk berbicara. Setiap harinya, bahkan ia lebih banyak diam dan mengurung diri di dalam kamar untuk menangis.
__ADS_1
Ya, Riri di nyatakan meninggal dunia dua hari setelah di bawa ke rumah sakit. Sementara Olin, juga kesehatan nya kembali drop hingga kini tidak bisa datang ke Jakarta. Sehari setelah jasad Riri di makamkan, Olin langsung jatuh sakit dan hampir tidak bangun selama beberapa hari. Dan Adnan pun tidak bisa menjenguk ke sana, lantaran ia juga harus mengurus anak dan istrinya yang hingga saat ini masih terbaring koma.
“Ryan, kamu makan dulu ya?” ujar Marvel mencoba untuk membujuk.
“Gak mau Om, Ryan mau nungguin Mommy bangun, hiks hiks.”
“Ryan, kalau kamu gak mau makan. Nanti kamu sakit, kalau kamu sakit gak bisa jagain Mommy lagi gimana?” kata Marvel seketika membuat Ryan terdiam, “Sekarang makan dulu ya.”
“Om, kapan sih Mommy bangun? Mommy gak kangen ya sama Ryan?” tanya Ryan dengan wajah sedih nya menatap Nasya yang masih memejamkan mata.
Marvel hanya bisa menghela napas nya berat, ia sendiri juga tidka tahu kapan Nasya akan bangun. Menurut dokter, keadaan Nasya sudah lebih baik. Bahkan kandungan nya pun begitu sehat dan aktif. Hanya saja, Nasya belum ingin membuka mata, dan emnurut dokter, saat ini Nasya masih terjebak di bawah alam sadar nya. Nasya masih takut untuk kembali dan membuka mata, itu di sebabkan karena rasa sakit yang ia alami sebelum koma.
__ADS_1
Marvel cukup memaklumi itu, karena memang sudah hampir dua bulan sejak keberadaan Riri datang dan mengganggu rumah tangga nya, Nasya pasti begitu tertekan, di tambah pertengkaran nya dengan Adnna yang terakhir kalinya.
“Kita doakan saja ya, semoga Mommy cepat bangun. Tuh lihat perut Mommy kamu sudah besar, sebentar lagi dede bayinya pasti akan lahir. Jadi kita doakan saja ya, dan kamu juga harus sering ajak Mommy bicara agar Mommy segera bangun,” ujar Marvel panjang lebar.
“Memang nya mommy bisa dengerin Ryan?” tanya Ryan dengan polos.
“Sepertinya bisa, makanya harus di coba terus. Semangat ya, Ryan harus banyak makan agar sehat dan bisa jagain Mommy,” imbuh Marvel dan Ryan pun langsung menganggukkan kepala nya dengan semangat.
...~To be continue ......
...Menurut kalian, pak Duda pantesnya jadi duda abadi atau masih harus jadi seorang suami nih?...
__ADS_1