
...~Happy Reading~...
Dan sesuai bujukan Ryana, kini marvel mau tak mau harus menuruti keinginan ketiga orang tersebut. Bukan tidak mau, hanya saja Marvel di buat pusing ketika mendengar pesanan dari Nasya. Es krim dengan dua merek berbeda dan rasa yang tak cukup satu atau dua.
“Ini Mommy kalian mau mukbang es krim atau gimana sih?” kata Marvel berdecak, seraya melirik beberapa kantong es krim di kursi belakang.
“Mukbang itu apa Om?” tanya Ryana yang sedang asik memakan es krim nya.
“Makan dalam porsi banyak,” jawab Marvel menghela napas nya kasar.
Mata Nasya seketika langsung berbinar ketika melihat mobil milik Marvel sudah mulai memasuki halaman rumah. Merasa tidak sabar, Nasya pun berlari menghampiri nya dan membuka pintu mobil dengan tak sabaran.
“Mana punya Mommy?” tanya Nasya pada Ryan.
“Itu,” jawab Ryan seraya melirik beberapa kantong di samping nya.
__ADS_1
“Sya, kamu yakin mau makan semua itu?” tanya Marvel mengerutkan dahi nya menatap Nasya.
“Ini buat stok. Iya buat stok, bukan aku sendiri! Aku gak terlalu suka es krim. Makasih ya,” kata Nasya dengan cepat tersenyum kepada Marvel, lalu ia terburu buru mengambil es krim nya dan memasukkan nya ke dalam freezer.
Untuk sesaat, Marvel terpaku melihat senyuman tulus Nasya. Setelah beberapa kali mereka bertemu dan selalu kata kata ketus atau raut wajah kesal yang ia dapatkan, namun kali ini Marvel merasa mendapatkan sebuah jackpot.
‘Sadar Vel, sadar! Dia kakak ipar kamu,” umpat Marvel pada dirinya sendiri.
Entah mengapa ia menyesalkan mengapa Nasya dan Adnan harus menikah. Mengapa tidak dirinya yang bertemu dengan Nasya terlebih dulu. Apakah Marvel mencintai Nasya? Bukan, ini bukan cinta hanya saja kekaguman. Marvel kagum dengan Nasya karena di umur nya yang masih sangat muda, ia bisa mengurus Ryan dan Ryana, serta menyayangi mereka melebihi sayang dari Riri.
Riri, ahh wanita itu adalah ular. Mau sampai kapan berada di rumah Adnan? Pikir Marvel kembali berdecak kesal.
Tapi, Marvel sama sekali tidak merasa kasihan apalagi simpatik kepada Riri. Entah mengapa, ia justru senang dan bahagia melihat penderitaan yang di alami Riri.
Dulu, saat Marvel baru pulang sekolah, ia pernah melihat Riri bersama dengan laki laki lain. Meninggalkan Ryan dan Ryana yang masih berumur beberapa bulan di rumah bersama suster. Bahkan, Marvel sempat membututi Riri dan Erick ke hotel, hingga membuatnya harus bolos sekolah, dan mendapatkan hukuman dari orang tuanya.
__ADS_1
Marvel sudah memberikan bukti rekaman walau tidak jelas kepada Adnan. Namun, laki laki itu terlalu mencintai Riri hingga tidak mempercayai nya, jadilah dengan terpaksa dan berat hati Marvel langsung di pindahkan ke luar kota dan luar negri oleh orang tuanya. Dan baru beberapa bulan ini ia kembali lagi ke Jakarta.
Menghela napas kasar, Marvel berjalan santai memasuki rumah. Ia berjalan mencari keberadaan Nasya dan anak anak, yang ternyata sedang berada di sofa dekat kolam renang.
“Astaga!” pekik Marvel langsung ternganga melihat pemandangan didepan nya.
“Bukan kami!” seru Ryan dan Ryana bersamaan dan langsung mengangkat kedua tangan nya.
“Om, Ryana Cuma makan satu ini juga dari di mobil tadi belum habis,” kata Ryana mencoba membuktikan kepada Marvel.
“Sya, bukankah kamu bilang buat stok?” tanya Marvel dengan sangat hati hati.
“Hemm, stok di perut aku,” jawab Nasya nampak cuek dan masih asik memakan es krim di tangan nya.
Es krim yang di beli oleh Marvel berbagai rasa dan bentuk serta ukuran. Namun, bila di total itu ada hampir lima puluh pcs dalam dua merek berbeda. Dan pemandangan yang ia lihat saat ini, bungkus es krim suah berserakan kemana mana dalam waktu yang sesingkat itu. Bahkan, Marvel juga melihat kantong plastik tadi masih berada di meja, urung di masukkan ke dalam kulkas.
__ADS_1
‘Doyan apa laper, Sya?” celetuk marvel yang seketika langsung membuat Nasya menghentikan makan nya dan langsung menatap tajam pada Marvel.
...~To be continue .......