
Dengan menggunakan sebuah dress lengan panjang berwarna putih dengan detail pleated dan lase menambah look menawan membuat Nasya terlihat semakin cantik dan anggun.
“Kalian benar, tidak mau ikut?” tanya Nasya untuk ke sekian kalinya kepada kedua anak nya.
Sejak tadi, dirinya sudah selesai bersiap, ia terus membujuk dan merayu Ryan dan Ryana berharap keduanya atau salah satu dari mereka mau ikut menemani nya ke acara klien sang Daddy. Namun ternyata di antara keduanya tidak ada yang mau, keduanya kompak menggelengkan kepala lantaran sudah di jampi jampi oleh Marvel dan Yoga.
“No Mommy. Kalau nanti Ryana ikut, siapa yang jagain adek Rayyan, iya kan dek?” uca Ryana seraya bertanya kepada bayi yang baru berusia tiga bulan tersebut.
“Ryan, bagaimana?” tanya Nasya dengan memasang wajah sedih nya, ia tahu bahwa Ryan gampang sekali termakan rayuan nya, namun tidak berlaku untuk hari ini.
“Mommy pergi sama Daddy aja ya. Ryan capek, lagipula besok kan harus sekolah. Acara Daddy pasti akan lama, jadi Ryan mau tidur aja sama adek bayi,” jawab Ryan berusaha mati matian untuk menolak permintaan mommy nya.
__ADS_1
“Nah itu, nanti kita bisa cepat pulang karena Ryan harus sekolah. Ayolah temani Mommy, pliss ... “ pinta Nasya terus merengek merayu kedua anak nya.
“Sya, bang Adnan udah di luar. Buruan gih, udah malem loh,” ucap Marvel yang baru saja tiba dengan cepat membuyarkan lamunan Ryan sebelum termakan rayuan Nasya.
“Ryan ... Ryana ... kalian yakin?” tanya Nasya lagi.
“Yakin!” jawab keduanya bersamaan dengan cukup mantap dan yakin.
Nasya hanya mampu menghela napas nya dengan berat, ia sedikit berdecak karena ternyata rayuan nya gagal. Entah ia harus merutuki kebodohan nya sendiri atau justru berterimakasih kepada Yoga yang sudah merayu nya tadi sore.
“Ayo .. “ Adnan membukakan pintu depan di samping kemudi untuk istrinya, dengan perlahan, ia juga membantu Nasya untuk duduk dan membenarkan pakaian nya, sebelum akhirnya ia berjalan cepat menuju arah pintu kemudi dan segera melajukan mobil nya menuju tempat acara.
“Terimakasih,” ucap Adnan dengan tulus membuka suara.
__ADS_1
“Hemmm ... “ jawab Nasya menganggukkan kepala nya, lalu ia memilih untuk menatap ke arah luar jendela dan mengabaikan Adnan.
Sementara itu, Adnan tidak menyerah, ia terus mengajak nasya untuk mengobrol tentang anak anak dan tentang keseharian Nasya. Apa saja yang wanita itu lakukan dan tentu saja yang tak ketinggalan tentang perkembangan asi nya.
“Sudah lebih lancar. Dan kayaknya aku mau melepas susu formula nya,” kata Nasya menjawab pertanyaan Adnan.
Laki laki itu terlihat menganggukkan kepala nya setuju, “Terserah kamu, kalau kamu sudah merasa nyaman aku mendukung kok.”
“Kapan mas Adnan mau pulang?” tanya Nasya memberanikan diri untuk bertanya.
Sebenarnya, pertanyaan ini sudah ia pendam sejak beberapa waktu yang lalu. Sudah dua minggu terakhir ini Adnan tidak pernah lagi menginap di rumah eyang Liana. Adnan selalu tidur di rumah nya dan hanya akan datang ke rumah eyang Liana seminggu sekali. Ya seperti yang di katakan oleh Yoga, bahwa laki laki itu tengah menyibukkan diri dengan urusan perusahaan yang sedang tidak baik baik saja.
“Aku akan pulang saat istriku menyuruh ku untuk pulang,” jawab Adnan tanpa menatap ke arah Nasya, karena kini pandangan matanya terlihat begitu fokus dengan jalanan di depan nya karena ia sudah mulai memasuki gedung perkantoran, dimana acara klien nya di adakan.
__ADS_1
...~To be continue ......