Menikah Dengan Pak Duda

Menikah Dengan Pak Duda
Rumah sakit


__ADS_3


^^^Bonus malam minggu 🥰🥰🥰💃💃💃^^^


...🍁🍁🍁...


“Daddy, jadi Ryan mau punya adik lagi?” tanya Ryan ketika kini dua orang laki laki berbeda umur itu tengah duduk di sebuah bangku ruang tunggu yang berada di rumah sakit.


Ya, hari ini, sebenarnya Adnan dan Nasya akan pergi ke puncak seperti janji Adnan beberapa hari yang lalu. Namun, tiba tiba saja pagi tadi Nasya kembali pingsan dan terjatuh saat hendak menuruni tangga. Saat Adnan membawa Nasya ke rumah sakit, ternyata benar istrinya tengah mengandung.


Dan karena Nasya pernah memiliki riwayat pendarahan di kehamilan pertama nya dulu. Kini, ia harus menjalani Bed rest total, sampai kandungan nya benar benar pulih. Dan saat ini, setelah beberapa jam setelah pingsan, Nasya belum juga sadarkan diri.


Takut, tentu saja Adnan sangat takut. Ia seolah merasa dejavu ketika dulu Nasya pingsan dan berlanjut hingga koma.


“Iya Sayang, doakan supaya Mommy kamu segera sadar, oke.” Ucap Adnan berusaha menenangkan putra nya, walau sebenarnya hatinya juga sangat cemas dan takut.

__ADS_1


Cklek!


Mendengar suara pintu ruangan istrinya di buka, membuat Adnan dan Ryan segera bangkit dan menghampiri dokter.


“Bagaimana keadaan istri dan anak saya Dok?” tanya Adnan dengan suara sedikit bergetar panik, sangat terlihat jelas di wajah nya bagaimana dirinya sangat khawatir.


“Alhamdulilah, keadaan nya sudah stabil. Pasien juga sudah sadar, kini—“


Tidak perlu menunggu dokter selesai menjelaskan, mendengar kabar bahwa istrinya sudah sabar membuat Adnan dengan cepat langsung menerobos masuk untuk menemui istri nya.


“Mas, sesek, aku gak bisa napas!” kata Nasya langsung memukul bahu suaminya karena hampir membunuh nya.


“Maaf, maafin aku Sayang. Maaf,” ujar Adnan semakin merasa bersalah, ia menggenggam tangan Nasya dengan begitu lembut, tak bisa mengucapkan kata kata, namun air matanya mampu mengungkapkan apa yang saat ini ia rasakan.


Hingga saat kedatangan Ryan mampu membuyarkan lamunan kedua nya yang tengah saling berpandangan.

__ADS_1


“Mommy, gapapa kan?” tanya Ryan, anak laki laki itu segera duduk di samping sang ibu dan ikut menggenggam tangan satu lagi.


“Mommy gapapa Sayang.” Jawab Nasya tersenyum, membuat hati Ryan merasa sangat lega.


“Adek bayi nya gimana? Kata dokter adek nya Ryan ada dua, waktu adek Ryan Cuma satu waktu itu Mommy tidur nya lama. Tapi sekarang di perut Mommy ada dua, Ryan takut Mommy gak bangun lagi, Ryan—“


“Hey, mommy sudah bangun. Mommy tidak akan tidur panjang lagi, maafin Mommy,” ucap Nasya segera memotong ucapan Ryan. Ia tau bagaimana takut nya anak sulung nya itu, mungkin ada rasa trauma saat dirinya di nyatakan koma dua tahun yang lalu.


“Sayang, kamu hamil kem—bar?” tanya Adnan mengerutkan dahi nya dan langsung mengusap perut Nasya yang masih nampak datar.


“Iya,” jawab Nasya tersenyum.


“Tapi setelah ini, aku gak mau hamil lagi. Lima anak sudah cukup Mas, aku gak mau lagi!” imbuh Nasya memanyunkan bibir nya, membuat Adnan semakin gemas dan langsung memeluk istrinya tanpa perduli bahwa anak nya masih berada di sana dan melihat bagaimana kebucinan nya kepada sang istri.


“Daddy yang kaya gitu, Ryan yang malu!”cetus Ryan mendengus, lalu ia memilih untuk keluar dari ruangan mommy nya untuk menghubungi Ryana agar segera menyusul ke rumah sakit bersama Rayyan dan om Yoga.

__ADS_1


...~To be continue .... ...


__ADS_2