
...~Happy Reading~...
"Sya, muka kamu pucet banget. Kamu gapapa kan?" tanya Riska yang sejak tadi melihat ke arah Nasya yang begitu terlihat murung.
"Aku gapapa, cuma pusing sedikit. Gara gara semalem begadang kayaknya," kata Nasya lemah, lalu ia menyandarkan kepalanya pada meja.
"Begadang mulu, mau kejar target ya Sya?" celetuk Aqila yang tiba tiba langsung mendapatkan hadiah berupa botol minum yang melayang ke kepala nya.
Dug!
"Aduh sakit Sya!" seru Aqila langsung mengusap kepala nya, "Salahku dimana coba?"
"Tapi aku setuju juga sih sama Aqila. Sya, emang suami kamu se bringas itu ya sampai kamu kayaknya ke lelahan banget? Tapi wajar sih, dia duda pasti udah lama banget, dan sekalinya dapet daun muda masih fresh. Duh, pasti emmttt—"
Dengan cepat Nasya langsung membungkam mulut Risma yang ternyata jauh lebih Los dol daripada Aqila.
"Sumpah, kalian berdua mulut nya gak punya rem!" cetus Nasya seraya memberikan tatapan tajam pada kedua sahabat nya.
"Makanya cerita Sya. Kamu mah diem diem aja sih, muka udah pucet begitu masih aja mingkem gak mau cerita. Gimana kita gak mikir ke arah sana coba?" kaya Riska menghela napas nya kasar.
__ADS_1
"Ya kami sih maklum bin wajar Sya," imbuh Aqila menahan tawa nya, "Duh Ris, kapan kita nikah? otak ku udah mulai gak waras ini bayangin Nasya sama pak Duda nya."
"Aqilaaaaaa!" jerit Nasya yang menahan malu. Lalu tanpa permisi ia pun segera bangkit dan pergi meninggalkan kedua sahabat nya.
"Hahaha, eh Sya tunggu!" seru Riska dan Aqila yang masih tertawa dan mengejar Nasya.
Nasya begitu kesal lantaran kedua sahabat nya menginginkan dia untuk bercerita. Namun, belum sempat ia bercerita malah di tebak tebak buah manggis dengan pengalihan pembicaraan yang tak jauh dari area ranjang.
Walau tak bisa di pungkiri bahwa Nasya juga terkadang kewalahan menghadapi suaminya di atas ranjang. Namun, wajah pucat nya dan begadang nya itu bukan karena dirinya berperang dengan Adnan, melainkan karena semalaman ia menangis di bawah shower.
"Menyebalkan!" cetus Nasya mendengus, dan ketika ia sampai di tempat parkir. Betapa terkejut nya ia ketika melihat seseorang yang sejak tadi ia pikirkan kini sudah berada di samping mobil nya.
"Panjang umur suami kamu Sya, hihihi," imbuh Riska terkekeh.
"Sayang!" Adnan segera berjalan menghampiri Nasya dengan senyum mengembang di wajah nya.
"Kok mas Adnan disini? anak anak mana?" tanya Nasya mengerutkan dahi nya.
"Kenapa kamu harus menanyakan anak anak terus sih?" kata Adnan menghela napas nya berat, "Aku mau menjemput kamu."
__ADS_1
"Ngapain jemput? kan Nasya bawa mobil sendiri?" ucap Nasya bingung.
"Aku mau ajak kamu ke suatu tempat," kata Adnan dan langsung menggandeng tangan Nasya.
"Ciee udah Sya, sana dinner malem jumat'an," saut Riska mendorong bahu Nasya sedikit.
"Nah, pak Duda eh pak Adnan maksud saya. Setelah dinner jangan di ajak pulang ke rumah, ajak mampir di emmmmtthhh—" Lagi dan lagi Nasya dengan cepat membungkam mulut Riska dengan tangan nya.
Ia menatap tajam pada wajah sahabat nya agar berhenti berceloteh.
"La, kamu bawa temen kamu pulang. Dia harus cepet minum obat sebelum kegilaan nya makin parah!" kata Nasya memberi kode kepada Aqila.
"Sialan! emang aku gila!" seru Riska kesal ketika Nasya sudah melepaskan tangan nya dari mulut Riska.
"Ya udah lah, kami balik dulu. Jangan lupa besok pagi Sya," kata Aqila hendak pamit, "Oh ya, pak Adnan nanti pelan pelan aja dan jangan lama lama, kasihan Nasya lagi sakit!" imbuh Aqila sebelum akhirnya ia mengeluarkan jurus seribu bayangan nya bersama dengan Riska, yakni berlari.
"Aqilaaaaaaaaa!" jerit Nasya dengan napas naik turun menatap sahabat nya yang sudah berlari cukup jauh, namun sesekali masih menatap ke arah Nasya dan Adnan dengan tertawa puas.
...~To be continue... ...
__ADS_1
...Tadinya Mommy mau libur, tapi bacain komen kalian lagi buat Mommy semangat lagi. Thanks untuk yang sudah mendukung Mommy dan beri semangat, love you semuanya 😘😘😘...