Menikah Dengan Pak Duda

Menikah Dengan Pak Duda
Berusaha ingat


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Setiap harinya, Nasya hanya berdiam diri di dalam ruang perawatan nya. Termenung, sendiri dalam kebingungan. Ia melarang siapapun untuk memasuki ruangan nya, bahkan kedua sahabatnya pun kini ia larang, karena ia masih ingin menyendiri dan berfikir. Mencoba mengingat ingat apa yang terjadi.


Bila dirinya sudah hampir lulus dari kuliah, dan sudah pernah mengikuti pertukaran mahasiswa. Itu berarti hampir empat tahunan, tapi mengapa dirinya tidak mengingat apapun. Ingatan terakhir Nasya adalah, dimana dirinya harus menyiapkan bahan makanan untuk ia masak esok hari untuk di jual kepada teman teman nya. Nasya ingat dengan jelas bahwa ia hendak tertidur, namun ketika ia terbangun justru dirinya berada di dalam ruang rumah sakit, dan orang orang yang begitu asing untuk nya.


“Selama ini apa yang terjadi? Kenapa aku gak inget apapun?Ayo Nasya, come on, inget inget inget ingettttt!” pekik nya langsung menjambak rambut nya dengan begitu frustasi karena tidak bisa mengingat apapun.


“Aarrrkkhhhhhh!”


Pranggg!


Cklek!


Nasya terus menjambak rambut nya, di karenakan kini kepala nya semakin berdenyut begitu nyeri. Setiap kali ia berusaha keras untuk mengingat, namun bukan memori ingatan yang ia dapatkan, melainkan rasa sakit yang begitu luar biasa.

__ADS_1


“Sayang hey, ssttt tenang lah. Jangan di paksa, tenang,” bisik seorang laki laki yang tiba tiba masuk dan langsung memeluk tubuh Nasya.


Tenang? Tidak, justru Nasya langsung mendorong tubuh itu dan menatap nya dan memberikan tatapan tajam.


“Anda jangan kurang ajar ya!” sentak Nasya menatap marah pada laki laki itu.


“Sa—“


“Berhenti memanggil ku seperti itu! Nama ku Nasya, bukan Sayang!” kata Nasya dengan ketus, “Keluarlah, pergiiii!”


“Ah saya tahu, jangan jangan anda yang membuat saya disini?” tanya Nasya dengan tatapan menyelidik.


Deg!


Seketika itu juga tubuh laki laki itu langsung menegang dan terdiam. Langkah kaki yang hendak menghampiri brankar Nasya kini terhenti.

__ADS_1


“Apa yang anda lakukan? Apakah anda menabrak saya? Sehingga saya hilang ingatan? Anda mau kabur? Iya kan? Makanya anda mau minta maaf karena tidak ingin saya melapor polisi, jujur!” ucap Nasya begitu yakin dan langsung menunjuk wajah laki laki yang tanpa ia sadari adalah suaminya sendiri.


“Aku tidak pernah menabrak kamu,” ucap Adnan dengan menghela napas nya berat.


“Terus apa? Kenapa aku bisa hilang ingatan? Ah atau jangan jangan anda sudah memukul ku, atau jangan jangan aku korban pemerkosaan!” pekik nya terkejut dengan sendirinya dan langsung meraih selimut untuk menutup seluruh tubuh nya.


“Iya, pasti kamu mau memperkosa aku kan, iya kan! Ngaku gak?” pekik Nasya dengan tubuh bergetar menahan takut.


“Sya, aku tidak pernah memperkosa kamu. Aku suami kamu, kita sudah menikah, ini cincin pernikahan kita,” tutur Adnan seraya menunjuk jari manis nya yang tersemat sebuah cincin.


Spontan, Nasya langsung menundukkan kepala nya, melihat jari manis nya yang juga tersemat sebuah cincin. Matanya kembali mendongak melihat ke arah jari manis Adnan. Sama, cincin itu memang sama, hanya saja Nasya masih ragu dan tidak percaya bila dirinya sudah menikah.


Nasya terdiam, ia kembali berfikir dan mengingat. Berharap ada sedikit saja memori yang masih tersisa di kepala nya yang bisa membantunya menemukan jalan pulang, bila memang dia istri laki laki itu pasti ia akan mengingat nya, namun nihil. Justru kepala nya semakin terasa sakit hingga membuat nya kembali pingsan tak sadarkan diri.


...~To be continue .......

__ADS_1


__ADS_2