
...~Happy Reading~...
Sementara itu, di kantor nya, sejak tadi Adnan juga tak kalah uring uringan dari Nasya. Entah sudah berapa kali ia marah marah dan memecat karyawan nya ketika melihat hasil pekerjaan yang ia inginkan tidak sesuai. Terlihat sangat sepele, namun entah mengapa mampu menyulut emosi Adnan hari itu.
“Bang, ada apa sih? Sehari ini ribut terus.” tanya Yoga menghela napas nya berat.
“Entahlah, kepala ku pusing!” keluh Adnan seraya memijit pelipis nya.
Ceklek!
Mendengar suara pintu yang terbuka, membuat perhatian Yoga dan Adnan langsung teralihkan. Keduanya kompak menatap ke arah pintu yang ternyata Marvel lah pelaku nya.
“Abang bangkrut kah?” tanya Marvel begitu terkejut ketika memasuki ruang kerja Adnan yang ternyata sudah sangat berantakan dengan banyak kertas berserakan di lantai.
“Jaga mulut kamu Vel!” sentak Adnan yang kembali merasa tersulut emosi nya.
__ADS_1
“Udah Bang udah!” lerai Yoga dengan sigap menjadi penghalang antara Adnan dan Marvel.
“Ada apa sih?” tanya Marvel dengan bingung karena dengan tiba tiba Adnan langsung membentak nya, padahal ia hanya bercanda dan itu sudah biasa.
“Entah sudah berapa belas karyawan yang di pecat hari ini,” keluh Yoga dengan sedikit melirik ke arah Adnan.
“Kenapa?” tanya Marvel semakin bingung, namun Yoga memilih menggelengkan kepala dan mengangkat kedua bahu nya.
“Bang, kalau memang ada masalah sama Nasya, bukankah sebaiknya di bicarakan baik baik. Kayaknya ini bukan sifat bang Adnan banget bawa bawa pekerjaan dan urusan pribadi,” ujar Marvel lalu ia mendudukkan diri di depan Adnan.
“Mau apa sih kamu kemari? Jangan ikut campur, lebih baik kamu pulang sana!” usir Adnan membalikkan tubuh nya hingga kini ia membelakangi Yoga dan Marvel.
“Bukan renggang lagi, tapi memang udah hampir ambyar. Bahkan Nasya kalau di dekati bang Adnan langsung teriak seolah takut di perkosa,” celetuk Yoga yang seketika langsung mendapatkan tatapan tajam dari Adnan.
“Aku gak sengaja lihat kemarin malam,” imbuh Yoga menyengir lebar lalu segera memundurkan langkah nya.
__ADS_1
“Bang, mau sampai kapan abang mau nyimpen itu wanita? Ingat bang, jangan sampai abang kehilangan istri hanya karena mantan istri.” Kata Marvel, menghela napas nya panjang.
“Jangan membawa Riri, dia gak salah. Dia selama ini hanya diam dan tidak mengganggu kami sama sekali. Nasya memnag sudah berubah padaku, entahlah mungkin dia memang sudah lelah!” keluh Adnan seraya mengusap wajah nya dengan kasar, membayangkan kembali sikap sikap Nasya akhir akhir ini yang sangat membingungkan nya.
“Gak ada lagi penyambutan pulang kerja, di anter kerja, bekal makan. Bahkan tidur pun aku di kamar Ryan. Kalian bisa bayangin gimana rasanya kan!” imbuh Adnan mendengus kesal.
“Bang, kalau istri diam, ngambek atau marah. Jangan abang malah ikut marah, cari tahu dulu ada apa. Setiap akibat pasti ada penyebab nya, dan aku rasa Nasya bukan tipe wanita yang bisa melakukan semua itu tanpa adanya alasan jelas.” Ucap Marvel menganggukkan kepala nya, “Dan jangan abang pikir mbak Riri hanya diam dan tidak menyakiti Nasya bang. Hati wanita mana yang nerima kalau suaminya membawa wanita lain ke rumah nya. Terlebih wanita itu mantan istri dari suami nya.”
“Come on bang. Jangan egois, jangan mengulang masa lalu, jangan sampai Nasya juga selingkuh akibat ketidak pekaan bang Adnan. Jangan sampai abang menjadi duda dua kali!” imbuh Marvel dengan tersenyum miring.
“Jangan kurang ajar mulut kamu Vel!” seru Adnan langsung naik pitam mendengar penuturan Marvel.
“Logika nya gini aja deh Bang. Bila tiba tiba ada cowok atau mantan suami, eh mantan pacar Nasya datang. Gak usah bayangin itu mantan tinggal numpang di rumah kalian, tapi bayangi itu mantan pacar Nasya setiap hari nemuin Nasya dan abang lihat sendiri. Gimana perasaan abang?” tanya Marvel yang lagi lagi langsung tersenyum miring.
“Bang, kalau udah bosen sama Nasya dan mau kembali mengurus mbak Riri. Bilang aja sama Marvel, Marvel siap gantiin posisi abang. Bahkan Marvel siap melawan Eyang kalau sampai Eyang mengekang untuk Marvel jadi pembinor.”
__ADS_1
“Vel!” seru Adnan semakin marah, namun dengan cepat Marvel segera berdiri dan berlari keluar dengan menarik tangan Yoga bersama nya.
...~To be continue .......