
“Anak anak sudah tidur?” tanya Adnan ketika melihat istrinya memasuki kamar.
“Sudah, Ryan dan Ryana tadi ngajakin kita untuk liburan, menurut kamu gimana Mas?” kata Nasya balik bertanya, wanita itu melepaskan jepitan di kepala nya, meletakkan di atas nakas samping tempat tidur, lalu menaiki tempat tidur dan mendekati suami nya.
“Kemana?” tanya Adnan yang langsung meraih tubuh istri nya dan memeluk nya.
“Puncak,” jawab Nasya dengan cepat, sebenarnya untuk kemana antara Ryan dan Ryana tidak ada yang mempermasalahkan nya. Dan Nasya lah yang menginginkan untuk pergi ke puncak.
“Baiklah, bulan depan kita ke puncak,” jawab Adnan sambil memainkan rambut milik istrinya.
“Kok bulan depan?” tanya Nasya langsung memalingkan wajah menatap sang suami yang kini begitu intens memainkan rambut nya.
“Aku masih ada beberapa pekerjaan beberapa minggu ke depan Sayang. Dan hanya bisa luang bulan depan,” jawab Adnan seraya menghela napas berat.
“Bulan depan, itu kita harus pulang loh Mas. Acara pernikahan Aqila dan Abay, dan juga Olin pasti juga udah kangen banget sama anak anak, terutama Ryan dan Ryana. Kalau gitu puncak nya gagal dong, “ keluh Nasya langsung memanyunkan bibir nya kesal.
__ADS_1
Padahal ia sudah sangat ingin pergi ke puncak. Entah mengapa, sejak beberapa hari lalu, ia sudah sangat memimpikan udara pegunungan di puncak, memanen strawberry dan juga menunggangi kuda. Nasya sudah memimpikan itu dari jauh jauh hari, namun sepertinya itu akan gagal.
“Bulan depannya lagi kita bisa ke puncak,” ucap Adnan memberikan solusi.
“Gak! Udah basi kalau bulan depan, depan nya lagi!” cetus Nasya tiba tiba merasa begitu kesal dengan suami nya.
“Sayang, jangan marah dong. Mau gimana lagi, maaf ya,” ucap Adnan merasa bersalah.
“Tau ah, kerja aja terus sana. Gak usah perioritasin keluarga, bahkan anak anak pengen berlibur aja kamu gak bisa Mas, hiks hiks hiks, keterlaluan kamu!” kata Nasya menggelengkan kepala dan langsung terisak.
“Sabtu sore kita berangkat. Kalau kamu mau kerja, silahkan. Aku bisa pergi berempat sama anak anak,” ucap Nasya tiba tiba sudah menghentikan tangisan nya ketika sebuah ide cemerlang melintas di pikiran nya.
“Eh, atau gak aku ajak Yoga dan Marvel ya Mas. Iya ide bagus!” pekik Nasya dengan penuh semangat, ia pun segera bangkit dari tempat tidur dan dan mengambil ponsel nya untuk menghubungi Marvel dan Yoga.
“Mau apa kamu?” tanya Adnan langsung merebut ponsel istri nya.
“Mau telfon Marvel lah, mau apalagi. Kalau suami ku gak bisa, mas Adnan tidak perlu kuatir, aku punya baby sister sendiri untuk aku dan anak anak.” Kata Nasya dengan bangga. “Mas Adnan tidak perlu takut istri dan anak anak nya kenapa napa. Karena akan ada dua laki laki sejati yang akan menjaga dan melindungi nya,” imbuh Nasya senyuman merekah, akhirnya acara liburan nya tidak jadi gagal. Batin nya senang.
__ADS_1
“Enggak!” Seru Adnan dengan tegas.
“Kamu kerja, sibuk kerja terus. Gak mau ngajak anak istri healing, tapi kita juga gak boleh healing sendiri. Kamu itu suami kejam tau gak sih mas!” kesal Nasya menatap suami nya.
“Baiklah oke, kita pergi minggu depan. Tanpa Yoga dan Marvel, kita pergi only family.” Kata Adnan dengan tegas dan pasrah.
“Janji,” ucap Nasya mengulurkan jari kelingking nya kepada Adnan.
“hemm,” jawab nya membalas tautan jari kelingking dari istri nya.
Dan setelah itu, Nasya pun langsung melompat dan menindih tubuh sang suami, menghujani nya dengan ciuman sebagai tanda terimakasih.
“Inget ya Mas, udah janji gak boleh ingkar. Kalau sampa kamu ingkar kaya sebelum sebelumnya, maka bersiaplah aku dan anak anak menginap di rumah Eyang selama satu bulan!” bisik Nasya di telinga Adnan dengan tersenyum puas.
Bukan tanpa alasan Nasya mengancam seperti itu. Tidak hanya satu dua kali, Adnan menjanjikan liburan kepada mereka yang berujung gagal lantaran sebuah pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Makanya kini Nasya bersungguh sungguh ia akan menginap di rumah Eyang Liana bila sampai Adnan kembali ingkar. Karena bila di rumah eyang Liana, Nasya akan tidur bersama anak anak, jadi Adnan tidak akan bisa menyentuh nya.
...~To be continue ... ...
__ADS_1