
...~Happy Reading~...
“Mas Adnan! Mas!”
“Enggak! Kamu gak boleh pergi Mas. Aku gak akan izinin kamu pergi, mas Adnan tunggu!”
“Sya, kamu itu kenapa sih? Satu bulan ini kamu banyak berubah. Kamu mendiamkan ku, menghindari ku bahkan menolak ku. Dan sekarang di saat keadaan genting seperti ini kamu melarang ku. Dimana hati kamu Nasya Andira!”
“Jadi kamu memilih mbak Riri di banding kami?”
Nasya langsung memejamkan kepalanya dengan begitu erat, tangan nya langsung berpegangan pada pilar yang berada di depan nya. Napas nya semakin memburu beriringan dengan suara suara yang terus melintas di kepala nya.
Bayangan demi bayangan, dirinya menangis di tempat itu. Berteriak dan memohon kepada seorang laki laki yang ia sendiri tidak tahu itu siapa. Namun, meskipun ia tidak bisa mengenali wajah itu, suaranya masih begitu jelas terdengar di telinga nya. Suara bentakan dan berakhir meninggalkan. Nasya melihat sebuah mobil yang pergi meninggalkan nya dan berakhir dirinya menangis dan meraung seorang diri di sana.
‘Jangan egois! Ini juga rumah Riri dulu, sewaktu dia masih menjadi istriku!’
Bruk!
__ADS_1
“Nasya!” pekik Olin yang baru tersadar bahwa nasya belum ikut masuk ke dalam rumah.
Dan betapa terkejut nya ia ketika kembali keluar, ternyata tubuh Nasya sudah terduduk di lantai. Sementara yang lain, mendengar suara Olin berteriak langsung ikut kembali keluar untuk melihat keadaan nasya, tak terkecuali Adnan.
“Sayang!” panggil Adnan langsung tersenyum ketika istrinya pulang, ia langsung mendekat dan hendak membantu Nasya untuk berdiri.
“Jangan sentuh aku!” pekik Nasya dengan suara bergetar dan langsung menepis tangan Aan dengan kasar.
Suara itu, Nasya bisa yakin dengan jelas bahwa suara itulah yang membuatnya menangis dan memohon. Namun laki laki itu justru meninggalkan nya. Dialah duda yang menjadi suaminya, dan rumah yang sedang ia pijaki saat ini, adalah rumah suaminya bersama mantan istrinya, bukan rumah nya.
“Sya, kamu kenapa? Ayo kita masuk, kita istirahat di dalam,” tutur Olin dengan lembut.
Berulang kali ia memukul mukul dada nya yang kian terasa begitu sesak, lantaran bayangan bayangan kejadian yang membuatnya begitu terluka kini kembali ia rasakan. Sangat sakit, perih dan sesak ia rasakan kini.
“Sayang ini rumah kita.” Ucap Adnan berusaha ikut membujuk, dan seketika itu juga Nasya langsung menatap nya dengan tatapan tajam.
“Ini rumah mu! Ini rumah kalian, bukan rumah ku! Ini rumah mu dengan mantan istri mu, ini bukan rumah ku. Aku—“ Nasya kembali menarik napas nya sedalam mungkin, ketika merasakan kepala nya yang kian berdenyut sakit.
__ADS_1
Ia tidak mau sampai kehilangan kesadaran lagi, ia tidka mau pingsan lagi. Namun, semakin ia rasakan justru semakin sakit dan ia merasa sulit untuk mengontrol dirinya sendiri.
“Mommy .... “ panggil Ryan dan Ryana yang ikut mendekat dan menghambur memeluk Nasya.
Mendapatkan pelukan dari kedua anak sambung nya, hati Nasya sedikit membaik, namun melihat wajah Adnan, kepala nya kembali berdenyut, Seolah ia begitu terluka dengan orang tersebut.
“Kita kembali ke rumah Eyang?” tanya Marvel membuka suara, dan dengan cepat Nasya menganggukkan kepala nya, meminta bantuan kepada Marvel agar membantunya untuk bangkit berdiri.
“Sabar Nan, semua butuh proses,” gumam Olin begitu lirih ketika melihat wajah mantan menantu nya yang terlihat sendu dan terluka ketika melihat istrinya menolak untuk ia sentuh dan dekati.
“Mau sampai kapan Bu?” tanya Adnan lirih. Matanya tidak bisa teralihkan dari Nasya yang kini sedang di rangkul oleh Marvel.
Benar Marvel keponakan nya, namun dia laki laki dan sudah dewasa. Bukankah wajar bila dirinya cemburu? batin Adnan.
“Banyaklah berdoa, dan kalau saran Ibu. Lebih baik kamu menjual rumah ini dan membeli rumah yang baru. Sepertinya, Nasya tidak ingin berada di rumah ini karena mengingat adanya Riri. Bukalah lembaran baru Nan, bahagiakan Nasya. Jangan menyerah,” ucap Olin dengan mata berkaca kaca.
Sebenarnya sangat sayang menyuruh Adnan untuk menjual rumah tersebut. Namun, Olin berusaha melihat dari sisi Nasya yang tadi berteriak dengan mengatakan bahwa ini bukan rumah nya. Entah memori apa yang di ingat oleh Nasya sampai membuat nya histeris kembali. Namun, Olin berusaha memahami nya.
__ADS_1
“Ibu akan membawa baby R ke rumah bu Liana, karena tujuan Nasya kemari hanya ingin bertemu anak nya. Kamu jangan khawatir, tenangkan dulu pikiran kamu dan coba timbang saran dari ibu tadi,” imbuh Olin lalu ia kembali masuk ke dalam rumah untuk mengambil baby R dan membawa nya ke mobil Marvel.
...~To be continue ........