Menikah Dengan Pak Duda

Menikah Dengan Pak Duda
Curhatan Ryana


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Setelah sampai di rumah sakit. Adnan segera menyerahkan Ryana kepada Yoga yang sebelumnya sudah ia telfon agar lebih dulu ke rumah sakit. Adnan segera menemui dokter dan meminta penjelasan tentang keadaan Nasya.


“Apa yang terjadi?” tanya Yoga ketika sudah mendudukkan diri bersama Riska dan Aqila sambil menggendong Ryana.


“Gak tahu mas Yoga, hiks hiks. Tadi malam, Nasya masih baik baik saja. Dia masih kaya biasa semua normal. Tapi hiks hiks, tapi pas tadi pagi aku mau ke toilet, tiba tiba aku lihat dia kejang. Aku bangunin Riska dan panggil dokter, terus kami gak tau lagi hiks hiks. Nasya akan baik baik aja kan,” jelas Aqila panjang lebar sambil menggigit bibir bawah nya.


Tubuh nya sejak tadi bergetar dan dada nya begitu sakit melihat keadaan sahabat nya yang semakin kritis. Tentu saja aqila dan Riska tidak mau dan takut bila terjadi apa apa dengan Nasya.


“Aku takut Ris hiks hiks hiks,” dengan cepat Riska kembali memeluk tubuh Aqila dan keduanya menangis bersama.


Bayangan demi bayangan dimana keduanya melihat tubuh Nasya kejang dengan suara alat medis yang kian menambah kepanikan. Terus menghantui pikiran mereka. Sejak dulu, mereka lah saksi kehidupan Nasya seperti apa.


Di saat dewasa dan seharusnya sudah bahagia, seolah penderitaan Nasya tidak ada habisnya. Akan selalu datang dan datang menghampiri.

__ADS_1


“Mommy sakit lagi ya Om?” tanya Ryana dengan begitu lirih namun matanya sudah berkaca kaca.


Tubuh gadis itu masih begitu panas, hingga membuat Yoga bisa merasakan nya. Matanya juga terlihat sulit untuk terbuka, membuat gadis itu terlihat begitu lemas di gendongan Yoga.


Sementara Ryan, sejak tadi anak itu hanya terduduk sendirian di kursi yang cukup jauh dari yang lain. Ryan terus memanjatkan doa sambil sesekali mengusap matanya yang sudah basah.


“Kita doakan agar Mommy baik baik saja dan segera sembuh,” ucap Yoga yang sebenarnya juga tidak tega melihat keadaan saat ini.


“Kalau Mommy bangun, mommy sama dede bayi pulang. Ryana janji akan jadi kakak yang baik Om. Ryana janji akan jadi kakak yang baik, gapapa kalau nanti Mommy gak sayang sama Ryana lagi, asal Ryana bisa melihat Mommy. Ryana kangen sama Mommy om, hiks hiks.” Ucap Ryana terisak di pelukan Yoga, ia selama ini menyadari kesalahan nya.


"Ryana gak akan nakal lagi Om. Ryana jadi anak yang baik, tapi Ryana mau sama Mommy hiks hiks hiks."


Yoga, Aqila dan Riska yang mendengar curhatan Ryana begitu panjang lebar, semakin tak kuasa menahan isak tangis nya.


‘Sya, bangunlah. Kami semua menunggu kamu. Kami semua menyayangi kamu dan mendoakan kesembuhan kamu. Segeralah pulih dan kita kembali bersama lagi, Sya.” Gumam Riska dalam hati.

__ADS_1


‘Nasya, tidak kah kamu mendengar doa dan tangis anak anak kamu Sya? Suami kamu, sahabat kamu dan semua nya mendoakan kamu. Cepatlah sadar Sya, kembalilah pada kami. Belum waktunya kamu untuk pergi, kami masih ingin bersama kamu, dan membangun kebahagiaan bersama.’ Kata Aqila dalam hatinya seraya menarik napas panjang.


‘Mommy ... Ryan dan Ryana sayang sama Mommy. Sayang sama adik bayi, cepat bangun Mom. Ryana dan Ryana janji tidak akan nakal lagi.’ Gumam Ryan dan Ryana dalam hatinya terus memanjatkan doa untuk kesembuhan sang ibu sambung.


Saat semua orang sedang kalut dengan pikiran nya masing masing yang begitu khusyu memanjatkan doa untuk Nasya. Tiba tiba Yoga tersentak ketika merasakan tubuh Ryana sudah lemas dan gak sadarkan diri.


"Astaghfirullah, Ryana!" pekik Yoga langsung berdiri dan menepuk nepuk pipi gadis kecil itu.


"Ryana kenapa Om?" tanya Ryan dan yang lain segera ikut menghampiri Yoga.


"Mas Yoga cepet bawa ke UGD!" seru Riska segera menyadarkan Yoga, dan dengan cepat mereka berlari menuju ruang UGD agar kondisi Ryana segera mendapat pertolongan.


...~To be continue .......


...Kalian mau happy ending atau sad ending sih 😭😭😭😭...

__ADS_1


...Mommy ada karya baru lagi nih, kamar untuk adek nya kang Rusuh. Jangan lupa mampir yah cek profil mommy 🥰🥰😍😍...



__ADS_2