Menikah Dengan Pak Duda

Menikah Dengan Pak Duda
Ungkapan hati Riri


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Nan, apa kamu ingat bagaimana cara mu memperlakukan ku dulu, hem?” tanya Riri dengan menahan isak tangis nya, terus menatap iba kepada Adnan, “Aku kesepian Nan. Aku kesulitan, dan aku sendirian! Kamu dimana saat itu? Kamu dimana Nan? Hiks hiks hiks.”


“Kamu tahu jelas kemana aku dulu!” jawab Adnan dengan datar.


“Kamu terlalu mendewakan pekerjaan kamu Nan. Kamu terlalu sibuk dengan dunia kamu! Tanpa memperdulikan aku, apalagi anak anak!” pekik Riri meluapkan semua perasaan nya. Luka yang selama ini ia simpan sendiri, alasan mengapa dirinya harus pergi meninggalkan Adnan dan anak anak.


“Aku bekerja untuk kalian! Dan aku tidak pernah mengabaikan kalian!” seru Adnan langsung menatap tajam pada Riri. Dia bukanlah laki laki romantis yang harus selalu memuja wanita, apalagi di saat itu ekonomi Adnan tidak sebagus sekarang.


Pernikahan yang di tentang keluarga besar, memulai semua dari awal, tentu saja itu bukanlah hal yang mudah. Di tambah saat itu, umur Adnan masih muda. Bukankah setiap manusia memiliki caranya sendiri untuk menunjukkan rasa cinta nya? Dan itulah yang Adnan lakukan dulu, cinta yang murni hancur dalam sekejap saat tau kenyataan yang begitu memilukan.

__ADS_1


Usahanya tidak pernah di hargai oleh Riri, hanya karena kesibukan nya. Padahal, Riri tahu jelas, dirinya sibuk hanya untuk keluarga.


“Benarkah?” tanya Riri dengan sinis.


“Terserah kamu mau percaya atau tidak. Yang jelas, kamu tahu betul bagaimana usahaku untuk menyatukan kamu dengan Eyang, aku sedang berusaha keras agar mereka menerima kamu, menerima anak anak kita dan menerima pernikahan kita. Tapi ternyata kamu malah pergi dengan bajingan itu! Dan sekarang, kamu mau menyalahkan ku atas semua yang kamu lakukan? Ckckck, munafik kamu Ri!” balas Adnan tak kalah sinis.


“Erick bukan bajingan!” saut Riri dengan cepat.


“Seandainya kamu bisa bersabar sedikit lagi kala itu. Tentu semua tidak akan seperti ini,” imbuh Adnan dengan datar, “Kamu terlalu serakah Ri, kamu terlalu bermimpi tinggi tanpa mau melewati setiap proses nya.”


“Kamu benar Nan. Karena itu sekarang aku pasrah, aku sudah menerima takdir ku, aku menerima setiap rasa sakit yang ku alami sebagai karma yang ku dapatkan karena sudah meninggalkan kalian, hiks hiks maafin aku,” gumam Riri kembali terisak.

__ADS_1


“Percuma aku berobat, kalaupun ada keajaiban aku akan sembuh, semua akan terasa percuma, karena kalian sudah tidak akan bisa bersama ku. Dan juga, Erick pun sudah bahagia, aku tidak mungkin mengganggu kalian semua. Jadi biarkan aku pada pendirian ku, biarkan aku menikmati semua rasa ini, sampai akhir.”


“Apa kamu tidak ingin hidup lebih lama? Setidaknya berhenti memikirkan laki laki, kamu masih memiliki seorang ibu, dan kamu juga seorang ibu, ada Ryan dan Ryana yang membutuhkan kamu.” Ucap Adnan menghela napas nya dengan kasar.


“Ryan dan Ryana tidak akan membutuhkan ku lagi. Mereka sudah bahagia bersama Nasya, dia akan menjadi ibu yang baik, aku yakin itu. Bahkan dia jauh lebih baik daripada aku. Dan untuk ibu, aku rasa dia juga sudah tidak mengharapkan kehadiran ku, karena dia sama seperti mu, aku bagi kalian sudah mati sejak tujuh tahun yang lalu. Jadi anggaplah seperti itu,” jelas Riri panjang lebar, ia menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan dan terisak.


Sakit, itulah yang ia rasakan saat ini. Hatinya begitu perih dan terasa sesak. Terlebih ketika setiap ia membayangkan ibu nya yang sedang tersenyum, menangis dan tertawa. Bohong bila Riri tidak merindukan wanita tua itu, namun ia juga tidak ingin menemui nya. Bukan karena tidak ingin, hanya saja Riri takut akan membuat ibu nya semakin sakit ketika melihat dirinya. Riri hanya ingin menghilang, pergi dengan tenang. Setidaknya, kepergian nya nanti tidak akan membuat luka kembali di hati ibu nya.


...~To be continue ......


...Sabar,... sabar... jangan marah marah, ini masih pagi, eh siang deh 🙈🙈 Hati hati darah tinggi, jangan esmosi oke 🙈🙈🙈 #Kaborrrr...

__ADS_1


__ADS_2