
...~Happy Reading~...
Setelah di adakan sidang paripurna dan melalui perdebatan panjang lebar, kini semua orang sepakat bahwa Nasya akan pulang ke rumah Eyang Liana. Tentu saja, Nasya tidak mau pulang ke rumah Adnan. Karena ia masih begitu takut dengan laki laki yang mengaku suaminya tersebut.
Nasya akan pulang ke rumah Eyang Liana, dengan alasan bahwa Nasya bekerja di rumah sana. Barulah Nasya mempercayai nya, karena memang sejak dulu ia tidak memiliki keahlian apapun dan hanya bisa mengandalkan masakan saja. Nasya masih berfikir dirinya hanyalah seorang gadis SMA yatim piatu yang sedang mengumpulkan uang untuk menyelesaikan kuliah nya.
Karena Nasya akan pulang ke rumah eyang Liana, maka dari tiu Ryan dan Ryana juga memutuskan untuk tinggal di rumah Uly nya. Begitu pun dengan baby R yang terpaksa akan Adnan bawa ke sana agar tetap bisa dekat dengan ibu nya.
“Hemm, maaf Eyang. Ini kamar nya terlalu bagus, kayaknya saya gak pantes disini. Saya kan hanya pembantu, masa harus tidur disini, saya—“
__ADS_1
“Ini memang sudah saya siapkan untuk kamu, nduk. Kamar membantu sudah penuh, lagipula kamu disini bukan pembantu. Kamu itu perawat, tugas kamu jagain saya dan cucu saya. Bukan untuk membersihkan rumah,” jelas eyang Liana panjang lebar.
“Tapi cucu anda sudah begitu besar,” ucap Nasya sedikit menggigit bibir bawah nya ketika melihat dua anak kembar yang sedang berdiri di ambang pintu.
Ingin mendekat namun terlihat begitu ragu. Karena keduanya tahu bagaimana kondisi Nasya, dan takut bila mereka mendekat akan menambah buruk kesehatan sang mommy.
Eyang Liana menghela napasnya dengan berat, Ia menggenggam tangan Nasya engan begitu lembut, “Mereka sejak kecil tidak punya ibu. Ibunya meninggal saat mereka kecil. Jadi dia butuh seseorang yang bisa menjaga nya dan memberikan nya kasih sayang. Dan selama ini, mereka mendapatkan nya dari kamu,” ucap eyang Liana seketika membuat dahi Nasya berkerut.
Seperginya eyang Liana, Nasya kembali merenung dan terdiam. Ia menghela napas nya dengan berat, “Kenapa mereka begitu baik padaku? Dan anak anak tai, kenapa wajah nya kaya aneh ya. Aneh, kaya udah kenal tapi aku benar benar lupa. Astaga, ada apa sih dengan ku!” keluh Nasya kembali menjambak rambut nya dengan frustasi.
__ADS_1
Sementara itu, di luar kamar Nasya. Ryan dan Ryana langsung mengekor di belakang eyang Liana dan menemani nya untuk duduk di ruang keluarga.
“Uly, gimana sama Mommy?” tanya Ryana tidak sabaran.
“Mommy kalian sudah baik baik saja. Sebentar lagi, juga pasti Mommy kalian akan kembali seperti dulu lagi, berdoa ya,” jawab eyang Liana tersenyum.
“Ryana akan selalu berdoa untuk kesembuhan Mommy. Nanti juga adek bayi datang kan sama Daddy. Semoga nanti Mommy cepet sembuhnya kalau udah ketemu sama adek bayi,” ucap Ryana dengan begitu tulus.
“Ryan mau sama Mommy!” kata Ryan dengan tiba tiba, ia langsung beranjak dan berlari menghampiri kamar tamu dimana Nasya berada.
__ADS_1
“Ryan!” seru Ryana ikut mengejar saudara kembar nya, hingga tiba tiba langkah kaki Ryana terhenti ketika melihat tubuh Ryan yang sudah mematung di depan pintu kamar tamu dengan mengepalkan tangan kuat.
...~To be continue .......