
...~Happy Reading~...
"Sya, bukan begitu maksud ku. Kamu harusnya mengerti," keluh Adnan mengusap wajah nya dengan kasar.
"Aku kurang mengerti bagaimana lagi Mas!" seru Nasya dengan napas memburu, "Aku diam selama ini, aku sudah mencoba menerima semua nya. Tapi semakin aku diam kamu pun ikut diam Mas! Tidak kah kamu pikirin aku sedikit saja Mas, sedikittt!"
"Apa kamu pernah bertanya padaku, tentang apa dan bagaimana, izin atau apapun itu yang menyangkut mbak Riri. Aku tau dia mantan istri kamu! aku tau dia ibu dari anak anak kamu. Tapi akuโ"
Nasya menarik napas nya begitu panjang, "Tapi aku istri kamu Mas!" seru Nasya meluapkan semua emosi nya.
"Aku istri kamu, aku berhak melarang kamu! dan aku berhak meminta mu untuk disini bersama ku!"
"Kalau kamu tahu dia ibu dari anak anak, harusnya kamu paham Sya!" balas Adnan dengan wajah datar nya menatap Nasya begitu kecewa lantaran tidak mau mengerti dirinya.
"Paham?" tanya Nasya dengan sinis, "Kurang paham apalagi aku selama ini Mas? kurang paham apalagi!" jerit Nasya berteriak.
__ADS_1
"Ini memang bukan rumah ku. Ini rumah mu, kamu berhak membawa siapapun untuk tinggal disini, tapi tidak bisa kah kamu menghargai ku sebagai istrimu? aku sudah mencoba paham dan mengerti kamu Mas. Tapi kenapa kamu tidak mau memahami ku, mencoba melihat dari sisi ku, melihat isi hatiku dan merasakan apa yang aku rasakan?" tanya Nasya semakin terisak.
"Sya, sudah cukup! aku tidak mau bertengkar sekarang. Kita harus ke rumah sakit!" kata Adnan memejamkan matanya erat, mencoba menghalau semua sesak yang ia rasakan saat ini.
Tak berbeda jauh dari Nasya. Adnan pun ikut merasakan sakit ketika melihat air mata istrinya mengalir dengan begitu deras nya. Namun kembali lagi, ia juga kecewa lantaran Nasya tidak mau memahami nya.
Baginya, Nasya sangatlah egois dan hanya mementingkan perasaan nya sendiri. Padahal dirinya berbuat seperti itu hanya sebatas rasa kemanusiaan bukan karena masih cinta kepada Riri.
"Kamu pikir aku mau berdebat sama kamu Mas? kalau aku berdebat atau bertengkar sama kamu, sudah sejak awal aku bicara sama kamu."
โPergilah ... dan aku pastikan setelah ini kamu tidak akan melihatku lagi.โ imbuh Nasya berusaha sekuat tenaga nya untuk tetap berdiri tegak.
Namun sekuat apapun ia berusaha untuk menahan, air matanya tidak bisa berbohong, sejak tai air matanya sudah mengalir dengan begitu deras, karena memang ia merasa sangat sulit bernafas. Hatinya sakit, perih dan terluka begitu dalam.
"Sya!" seru Adnan tidak menyukai kalimat Nasya.
__ADS_1
"Daddy ayo hiks hiks." panggil Ryana yang terus menangis agar ayahnya segera menjalankan mobil.
"Kamu pergi, maka aku juga akan pergi Mas," tutur Nasya dengan sekuat tenaga nya.
"Apa kamu mengancam ku?" kata Adnan menatap tajam pada istrinya.
"Akuโ" Nasya langsung menggigit bibir nya ketika perut nya kembali merasakan sakit, "Aku tidak mengancam. Aku hanya berkata sesuai yang ingin ku katakan. Pergilah, dan anggap ini terakhir kali kita bertemu!"
"Kamu benar benar keterlaluan Sya! cemburu mu itu berlebihan dan tidak tahu tempat!" seru Adnan semakin tak habis pikir.
Nasya tidak menjawab lagi perkataan Adnan, namun air matanya semakin deras mengalir ketika melihat Adnan justru nekat memasuki mobil dan pergi meninggalkan rumah. Hatinya semakin sakit dan berdarah karena kini Adnan benar benar pergi meninggalkan nya.
...~To be continue .......
...Mommy langsung update 2 bab kan, biar gak nanggung kesel nya. Jadi jangan lupa tinggalin jejak. ๐๐๐๐ ...
__ADS_1
...Kalau rame, siang Mommy update lagi... ...