Menikah Dengan Pak Duda

Menikah Dengan Pak Duda
Mengantar sekolah


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Nasya berhasil menahan air matanya sampai di sekolah anak anak. Setelah ia menurunkan Ryan, tak berapa lama ia melihat mobil suaminya yang juga baru saja tiba. Nasya menatap datar pada sosok sang suami yang baru saja turun dan membukakan pintu untuk Riri dan juga Ryana.


“Yah Mommy yang menang!” seru Ryana langsung menghampiri Nasya dan memeluk nya.


“Daddy kamu payah,” ucap Nasya masih bisa tersenyum dan mencubit hidung Ryana dengan gemas.


“Iya, mommy benar. Daddy memang payah!” kata Ryana setuju dan terkekeh.


“Ya sudah, sekarang anak Mommy masuk ke kelas. Belajar yang rajin yah, dan nanti akan Mommy jemput,” ucap Nasya kini berjongkok di depan Ryana dan membenarkan seragam sekolah nya.


“No Mommy, nanti Daddy yang akan jemput Ryana lagi. Jadi Mommy bisa fokus deh sama sekolah nya juga, nanti kalau Mommy jemput Ryana, Mommy bolos sekolah nya nanti di hukum nanti—“


“Hahaha, gak Sayang. Mommy tidak akan di hukum. Tapi kalau memang Ryana mau sama Daddy, its oke. Gapapa, yang penting anak cantik nya Mommy pulang dengan selamat, dan pulang sekolah harus ingat—“

__ADS_1


“Makan siang dan tidur siang!” sambung Ryana mengikuti cara bicara Nasya hingga membuat wanita itu terkekeh.


“Uhhh gemess, ya udah gih masuk sana. Ryan sudah di dalam,” kata Nasya memeluk Ryana, mencium kedua pipi nya dan menyuruh Ryana agar pergi.


Posisi Nasya masih berjongkok, ia menatap ke arah mobil Adnan, dimana Adnan dan Riri terus memperhatikan interaksi nya dengan Ryana.


Nasya hendak bangkit, namun tiba tiba matanya berkunang-kunang dan kepalanya kembali berdenyut nyeri, hingga membuatnya hampir saja terjatuh bila ia tidak segera berpegangan ada badan mobil. Sementara Adnan yang melihat tubuh Nasya hampir ambruk segera berlari dan menghampiri nya.


“Sayang, kamu gapapa?” tanya Adnan langsung membantu Nasya untuk berdiri.


“Hemmm,” jawab Nasya seraya menghela napas nya berat, ia masih berusaha menyesuaikan penglihatan nya, “Aku gapapa,” kata Nasya.


“Aku gapapa, kamu buruan berangkat. Katanya ada meeting,” ucap Nasya menyuruh Adnan agar pergi.


“Iya Nan, katanya kamu akan ada meeting penting. Dan kamu sudah cukup telat karena habis mengantarkan anak anak,” saut Riri yang di belakang Adnan.

__ADS_1


“Tapi—“


“Aku gapapa beneran,” jawab Nasya tersenyum dan berusaha meyakinkan Adnan.


“Kamu pulang aja ya sama Riri,” kata Adnan tak tega.


“Adnan kamu gila, apa kamu mau melihat kami mati kalau aku yang menyetir mobil?” seru Riri membulatkan matanya tak percaya, dan seketika itu juga Adnan tersadar, dulu Riri sempat di nyatakan mati karena kecelakaan mobil.


“Aku beneran gapapa, kamu buruan berangkat, aku gapapa kok,” ucap Nasya berusaha meyakinkan Adnan.


Drrttt ... Drrttt ... Drrtt ...


Adnan langsung mengusap wajah nya dengan cukup kasar, ketika ponsel di saku jas nya berdering. Ia segera merogoh saku nya dan melihat nama yang tertera di sana. Ternyata Yoga yang sudah menghubungi nya beberapa kali sejak tadi, namun ia mengabaikan nya.


“Hati hati ya Mas,” ucap Nasya tersenyum lembut, lalu ia lebih dulu memasuki mobil nya karena tidak ingin melihat Adnan dan Riri berada di satu mobil yang sama.

__ADS_1


Sementara itu, Adnan yang memang sudah terburu buru, mau tak mau harus segera pergi karena meeting kali ini terbilang lumayan penting.


...~To be continue .......


__ADS_2