Menikah Dengan Pak Duda

Menikah Dengan Pak Duda
Membuat bekal


__ADS_3


🌼🌼🌼


Pagi harinya, Nasya membuka mata nya dengan perlahan. Kepala nya masih berdenyut nyeri, dan tubuh nya terasa sangat remuk ketika ia bangun. Di samping nya, ternyata Adnan masih terlelap di alam mimpi. Tidka ingin mengganggu, akhirnya Nasya memilih turun dari tempat tidur dan pergi melihat kamar anak anak nya.


“Mommy!” pekik Ryana ketika melihat mommy nya membuka pintu kamar Rayyan.


“Kenapa kamu disini?” tanya Nasya begitu lembut seraya berjalan ke arah tempat tidur.


“Tadi Ryana denger adek nangis. Makanya Ryana kesini, ternyata adek minta susu,” jawab gadis itu dengan pelan.


“Ryana buatin susu buat adek?” tanya Nasya sedikit terkejut.


“Iya, kan Ryana sering lihat suster bikin susu buat adek, jadi Ryana bisa.”


Nasya menghela napas nya pelan, ia begitu bangga kepada anak anak nya yang semakin tumbuh besar dan mandiri. Saat ini, Ryan dan Ryana sudah berada di bangku kelas lima SD, dan keduanya sudah tidak pernah lagi mau merepotkan Nasya. Tidak ada suara suara manja atau rengekan dari Ryana. Justru dia menjadi sosok kakak yang baik dan penyayang untuk adek Rayyan.


“Terimakasih kakak Ryana,” ucap Nasya menirukan suara Rayyan hingga membuat anak gadis nya terkekeh, “Sekarang, kakak Ryana mandi, siap siap sekolah. Mommy buatin sarapan ya, kakak Ryana mau apa?” tanya Nasya , kini ia tengah duduk di sisi ranjang tempat tidur Rayyan sambil memeluk putri tercinta nya.

__ADS_1


“Memang nya Mommy sudah sembuh? Kan semalam Mommy pingsan karena kecapean mengurus pesta adek Rayyan. Ryana gak mau mommy sakit lagi,” jawab gadis itu degan wajah sedih nya.


“Enggak sayang. Mommy sudah tidak apa apa, dan seperti yang kakak Ryana lihat, Mommy udah sehat, Cuma kurang tidur aja kok,” ucap Nasya berusaha menenangkan sang putri.


“Kalau begitu, Ryana mau nasi goreng boleh?” tanya Gadis itu pelan dengan perasaan tidak enak hati.


“Boleh Sayang, Mommy buatkan yah. Atau mau bawa bekal juga?” tanya Nasya sekai lagi.


“Mauuu!” jawab Ryana dengan cepat menganggukkan kepala dengan sangat antusias.


Nasya pun mengajak Ryana untuk keluar dari kamar Rayyan dan mengantarkan nya ke kamar. Setelah itu, barulah ia turun ke lantai bawah untuk membuat sarapan. Entah kapan terakhir kalinya ia membuat kan bekal untuk anak anak nya. Nasya merasa bersalah, karena sejak kehadiran Rayyan, ia sudah sangat jarang memperhatikan Ryan dan Ryana.


Tentu saja, biasanya ia akan mendengar suara rengekan manja dari Ryan dan Ryana. Namun, seiring berjalan nya waktu, mereka semakin besar dan semakin mandiri seolah sudah tidak membutuhkan nya lagi.


Saat Nasya tengah fokus dengan masakan nya, tiba tiba ia merasakan ada sebuah tangan kekar yang melingkar di perut nya.


“Kamu ngapain sih? Kamu itu masih sakit loh,” kata Adnan yang entah sudah sejak kapan menyusul ke dapur.


“Aku mau buatin sarapan buat anak anak. Dan juga Ryana mau di bawakan bekal, aku udah gapapa kok.” Jawab Nasya dan terus fokus pada masakan di depan nya.

__ADS_1


“Tumben Ryana mau bekal?” tanya Adnan mengerutkan dahi nya.


“Gapapa, mungkin aja dia bosan sama makanan di sekolah. Lagipula, aku juga sudah lama gak buat bekal.”


“Ya sudahlah, hari ini, biar aku yang mengantar anak anak. Kamu di rumah aja, aku gak mau kamu semakin kecapean,” ucap Adnan yang semakin mengeratkan pelukan nya.


“Iya tapi lepasin Mas. Aku lagi goreng nugget loh ih!” kata Nasya berusaha melepaskan pelukan suami nya.


“Aku masih kangen loh sama kamu,” ucap laki laki itu sedikit berbisik yang membuat tubuh Nasya merasa sedikit geli.


“Kangen apaan, baru juga seminggu ah!” cetus Nasya dengan kesal karena merasa kesulitan untuk bergerak.


Ya, selama satu minggu kemarin Adnan melakukan perjalanan bisnis ke luar negri. Dan semalam seharusnya ia berbuka puasa setelah satu minggu, namun ternyata istrinya sudah pingsan karena kelelahan mengurus acara pesta anak bungsu nya. Jadilah Adnan menunda nya.


“Jangankan seminggu, sehari aja aku kangen!” kata Adnan lagi dengan tersenyum lebar.


“Astaga Mas, inget umur! Makin tua makin mesumm aja sih kamu ih!” cetus Nasya dengan begitu kesal.


...~To be continue .......

__ADS_1


__ADS_2