Menikah Dengan Pak Duda

Menikah Dengan Pak Duda
Undangan klien


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Hari demi hari berlalu dengan cukup cepat. Dan sesuai dengan saran dari Adnan, Nasya sudah pergi ke dokter untuk konsultasi masalah asi nya, tak hanya itu saja. Nasya pun juga sudah mendatangi psikiater untuk membantu nya mencari ketenangan. Ya, setelah beberapa kali mengalami pemeriksaan, kini dengan perlahan Nasya sudah bisa berdamai dengan hati dan dirinya sendiri.


Hari hari Nasya sudah cukup lebih baik dari sebelum nya. Namun, ia masih ingin tetap tinggal di rumah eyang Liana. Nasya masih menolak keras untuk di ajak pulang ke rumah milik Adnan.


“Halo jagoan nya om Marvel!” seru Marvel yang langsung mengangkat tubuh baby Rayyan ke udara.


“Marvel, jangan begitu!” seru Nasya begitu kesal dan panik, “Kepala nya itu belum terlalu kuat!”


“Astaga Sya, kamu tenang aja. Ganteng ganteng gini aku udah khatam sama bayi.” Ucap Marvel begitu santai, lalu ia kembali menurunkan baby Rayyan dan kini memangku nya duduk di samping eyang Liana.


“Kalau sudah khatam, ya sudah cepat menikah saja. Biar cepat punya anak sendiri,” ucap eyang Liana menepuk paha Marvel.

__ADS_1


“Gak ada yang mau sama Marvel mungkin, Eyang,” saut Nasya terkikik.


“Sembarangan, mana ada yang menolak pesona ku. Hanya saja, aku itu terlalu sempurna, jadi kasihan nanti pasangan ku kalau gak sempurna juga, takut dia minder, jadi ya sudahlah ... “ jawab Marvel begitu santai, lalu ia kembali menghujani baby Rayyan dengan ciuman gemas.


“Jangan mencari yang sempurna, karena manusia tidak ada yang sempurna,” tutur eyang Liana pelan.


“Aku bukan mencari yang sempurna eyang. Tapi setidaknya dia memiliki mental yang kuat, agar nanti ketika menjadi istri ku dia tahan banting!” ucap Marvel dengan sangat yakin.


“Kamu mau cari istri atau cari lawan tinju? Kamu nikah aja sama samsak kalau hanya untuk yang bisa di banting!” saut Nasya berdecak.


Setelah begitu banyak kejadian yang menimpa rumah tangga nya. Kini Adnan sudah bisa memperbaikinya sedikit demi sedikit dan ia tidka akan mengulang kesalahan yang sama. Meskipun hingga kini, Nasya belum mau dia ajak untuk pulang dan tinggal bersama namun setidaknya wanita itu sudah mau ia peluk dan ia dekati.


Sepertinya itu sudah cukup untuk saat ini. Ia yakin semua membutuhkan proses, dan kini ia sedang menikmati proses nya.

__ADS_1


“Bang, besok ada undangan ulang tahun perusahaan dari klien,” ucap Yoga memberikan secarik undangan kepada Adnan.


“Kenapa mendadak?” tanya Adnan seraya menaikkan kaca mata nya dan membaca isi undangan tersebut.


“Bukan mendadak sih, sebenernya udah dari beberapa minggu yang lalu. Hanya saja aku lupa, eh bukan aku lupa tapi bang Adnan kan waktu itu sibuk sama Rayyan dan jarang ke kantor, aku jadi lupa karena ketindihan berkas lain,” jelas Yoga sedikit menyengir.


Adnan menghela napas nya dengan kasar, “Ya sudah, kamu siapin semuanya.”


“Abang yakin mau datang?” tanya Yoga memastikan. Bukan apa, karena selama ini Adnan tidak pernah mau menghadiri jamuan atau undangan seperti itu sejak Nasya di nyatakan koma. Dan kini, setelah hampir satu tahun Ber hibernasi, akhirnya Adnan mau kembali aktif saat ada undangan lagi.


“Aku akan pergi sama Nasya, dan tugas mu membantu ku untuk membujuk nya!” ucap Adnan dengan datar,lalu beranjak dan pergi keluar.


‘Lahhh aku juga, ku kira udah fiks taunya harus ada campur tangan ku. Ckckc Nasya Nasya kapan kamu sadar sepenuh nya.’ Gumam Yoga dalam hati nya.

__ADS_1


...~To be continue ........


...Karena Mommy. lagi kurang enak badan. Jadi pak Duda sampai sini saja ya hari ini. Gak bisa update sore nanti. Dan besok di usahakan, tapi kalau besok juga gak up, harap di maklumi 🙏 Terimakasih 😘🥰🤗...


__ADS_2