
...~Happy Reading~...
Jam sudah menunjuk angka sepulih pagi. Namun, Nasya dan Adnan masih tertidur dengan begitu lelap dengan keadaan polos di bawah selimut. Paahal, Adnan berencana akan bangun pagi dan mengantarkan anak anak sekolah, begitupun dengan Nasya yang ada kelas jam sembilan pagi. Namun ternyata, manusia hanya bisa berencana, namun Tuhan lah yang menentukan.
Seperti halnya sekarang, keduanya nampak masih begitu pulas tanpa memikirkan pekerjaan dan aktifitas satu sama lain. Beberapa kali ponsel berdering seolah tidak terdengar sama sekali di indera pendengaran mereka.
“Astaga ini orang berdua kemana sih!” gerutu Yoga yang sejak tadi mengubungi bos sekaligus abang angkat nya berulang kali dan tidak mendapatkan respon.
Euuggghhh
Nasya mulai emnggeliatkan tubuh nya ketika mendengar suara dering di ponsel nya, yang sudah entah ke berapa kali.
‘Nuna ... ‘ dahi Nasya langsung mengkerut ketika melihat nama yang tertera di layar ponsel nya.
__ADS_1
Namun, ketika ia hendak menjawab panggilan itu, tiba tiba sudah berhenti begitu saja. Nasya langsung menghubungi kembali nomor Nuna, namun malah di reject dan berujung tidak aktif. Nasya tidak ingin mengambil pusing, ia pun akhirnya melihat jam di layar ponsel nya, dan betapa terkejut nya dia ketika melihat jam yang tertera di sana sudah menunjuk angka hampir dua belas.
“Mas Adnannnn!” pekik Nasya begitu kencang, dengan kesal ia langsung memukul suami nya dengan bantal untuk meluapkan kekesalan nya.
Sementara itu, Adnan yang baru saja terbangun dan masih mengumpulkan nyawa, langsung berteriak ketika mendapatkan pukulan maut dari sang istri.
“Sayang. Kamu apa apaan sih? Masih pagi juga!” seru Adnan mendengus dna mencoba untuk menghalau bantal dari Nasya.
“Pagi kamu bilang, hah! Ini pagi? Lihat jam Mas, lihat jam!” kata Nasya begitu kesal dan langsung beranjak dari tmpat tidur dengan menggunakan selimut nya.
‘Astaga, mampus!’ umpat Adnan langsung menepuk jidat nya, ia pun segera ikut bangkit dan mengejar Nasya ke dalam kamar mandi.
“Sayang, mandi bareng ya biar cepet!” kata Adnan bergegas masuk, namun bukan segera mandi. Justru Adnan malah berdiri mematung di depan pintu sambil melihat tubuh molek istrinyayang sedang berdiri di bawah air shower.
__ADS_1
Glek!
Adnan sampai menelan saliva nya ketika melihat istrinya sedang keramas, dan tanpa babibu ia segera ikut masuk ke dalam bilik shower dan memeluk Nasya dari belakang.
“Mas!” seru Nasya langsung menepis tangan Adnan.
“Kenapa kamu semakin hari semakin seksi sih Yank. Aku jadi gak kuat kan,” bisik Adnan dengan begitu sensual hingga membuat tubuh Nasya kembali menegang dan merinding.
“mas, jangan macem macem deh, kamu itu semaleman udah jajah aku ya. Aku capek, lagipula semalam kan Nasya udah bilang, udahan besok telat. Tapi apa? Mana bisa kamu di ajak udahan baik baik, jainya begini kan. Kita telat, bentar lagi anak anak pulang sekolah, dan aku jadi bolos kuliah gara gara kamu. Apalagi kamu juga harus bolos kerja, jadi—ahhhh!” pekik Nasya langsung menghentikan ocehan beo nya ketika merasakan tangan Adnan yang semakin menjalar kemana mana.
“Ssssttt, yang penting kamu senang dan bahagia, juga puas,” bisik Adnan lalu kembali melancarkan aksi nya.
“Bukan aku yang senang tapi kamu yang mesuum!” cetus Nasya menghela napas nya berat, namun ia juga menikmati setiap sentuhan sang suami.
__ADS_1
...~To be continue .......