
...~Happy Reading~...
Seperti yang di inginkan sang suami, kini malam harinya Nasya sudah menyiapkan makanan kesukaan Adnan dan juga anak anak. Sejak tadi, Nasya begitu sibuk memasak di dapur, sementara anak anak, sedang belajar di kamar nya masing masing.
Bruummm...
Nasya sudah mendengar suara mobil milik Adnan. Ia menarik napas nya panjang, lalu segera berjalan untuk membuka pintu. Ia berusaha melupakan kejadian siang tadi, mencoba berfikir positif agar tidak ada pertikaian. Lagipula, Adnan adalah seorang pekerja keras, jadi mungkin saja memang benar itu klien nya.
Cklek!’
“Mas—“ senyum yang awalnya terbit di bibir Nasya, kini seketika langsung padam, kala ia melihat seorang wanita yang berjalan berdampingan dengan suaminya.
Wanita yang sama dengan yang di lihat oleh Nasya di restauran tadi. Tapi dia siapa? Mengapa kalau klien harus di bawa pulang? Batin Nasya bertanya tanya di dalam hati.
__ADS_1
“Daddy pulang!” seru Ryana yang sedang menuruni tangga dan langsung menghampiri orang tuanya, “Daddy pulang!” sorak nya begitu gembira.
“R—Ryana ... “ gumam wanita itu terbata dan hendak langsung memeluk Ryana, namun ternyata gadis itu langsung memberontak dan melepaskan diri.
“Mommy! Ryana takut,” ucap Ryana dan langsung memeluk kaki Nasya.
“Ryana, ini Mommy sayang. Ini Mommy hiks hiks hiks.”
Deg!
Bukankah sudah meninggal? Lantas mengapa bisa disini? Tidak mungkin suaminya membawa hantu kan? Batin Nasya dalam hati bergelut dengan pikiran nya.
“Aku akan jelaskan nanti,” kata Adnan setengah berbisik di telinga Nasya, saat ia melihat raut kebingungan dan terkejut di wajah istrinya.
__ADS_1
“No, Mommy Ryana takut, gak mau!” jerit Ryana semakin menjadi, hingga akhirnya membuat Adnan segera menggendong Ryana dan membawa nya menjauh,
“Jadi kamu yang sudah merawat anak anak saya, terimakasih,” ucap wanita itu tersenyum dan mengulurkan tangan nya kepada Nasya.
“Saya benar benar tidak menyangka, bahwa ternyata kamu sangat menyayangi nya dengan tulus, sampai Ryana menyebut mu Mommy. Pasti kalian sangat dekat,” imbuh wanita itu dengan tatapan mata sayu dan sendu.
“Sekali lagi, terimakasih ya. Saya akan istirahat dulu, kamu bisa selesaikan pekerjaan kamu, dan jangan lupa mandi sebelum istirahat, selamat malam.” Kata wanita itu lalu ia segera melenggang pergi begitu saja meninggalkan Nasya yang masih terdiam dan mencerna keadaan nya sekarang.
‘Apakah itu anak nya Olin? Tapi kenapa bisa disini? Bukankah Olin bilang, anak nya sudah meningal? Lalu kenapa bisa disini? Kenapa bisa sama mas Adnan?” gumam Nasya dalam hati bertanya tanya.
Ia pun menarik napas nya panjang, lalu ia segera menyusul suami dan anak anak nya di lantai dua. Namun, ketika ia hendak memasuki kamar, ia di buat tercengang saat melihat ternyata wanita tadi juga berada di dalam kamarnya bersama Adnan.
“Mas!” seru Nasya langsung menatap tajam pada suaminya, yang kini sedang berdiri berhadapan dengan wanita tadi, bahkan wanita itu sudah berani menyentuh dada bidang Adnan dan hendak melepaskan dasi nya.
__ADS_1
...~To be continue .......