Menikah Dengan Pak Duda

Menikah Dengan Pak Duda
Membujuk Nasya


__ADS_3

...~Happy Reading~...


"Sya, aku mohon ya. Mau, cuma sebentar aja kok," pinta Yoga yang sejak tadi terus memohon untuk membujuk Nasya agar mau menemani Adnan ke acara undangan dari klien nya.


"Astaga Ga, aku gak bisa. Kamu tau kan aku repot! aku sibuk ngurus Rayyan!" keluh Nasya untuk ke sekian kali nya menghela napas berat.


"Tapi Sya, ini klien penting loh. Dan juga, membawa nama perusahaan."


Untuk sesaat, Nasya menghentikan gerak langkah kaki nya, berbalik dan menatap Yoga dengan cukup intens.


"Sepenting itu?"

__ADS_1


"Lebih penting dari itu malah." Yoga menghela napas nya dengan berat, tatapan wajah nya begitu sayu, memelas kepada Nasya, "Sejak kamu koma, bang Adnan gak pernah mau datang ke acara kaya gini. Menurut dia itu cuma membuang waktu saja. Dan kamu tau akhirnya kaya gimana?" tanya Yoga membuat Nasya langsung menggelengkan kepala.


"Banyak klien yang memutus kerjasama karena bagi mereka bang Adnan tidak menghargai mereka," imbuh Yoga menggelengkan kepala nya.


"For you Information, Nasya. Saham perusahaan bang Adnan, akhir akhir ini sedang tidak baik baik saja. Pekerjaan dia banyak, tapi dia hanya bisa bekerja dari rumah. Dan belum lama ini dia sudah bisa datang ke kantor, tapi tetap saja dia selalu pulang lebih awal. Demi apa Sya? demi kamu dan anak anak."


"Sya, masa kamu gak bisa maafin bang Adnan sih? Aku tahu, dia brengsek dan sedikit bajingan mungkin. Tapi percaya sama aku Sya, dia sayang dan cinta sama kamu." tutur Yoga panjang lebar.


Bukan kesal lantaran Yoga menceritakan semua masalah yang di alami suaminya. Namun Nasya kesal pada dirinya sendiri yang belum bisa berdamai pada hatinya sendiri. Seharusnya ia sudah bisa memaafkan laki laki itu, tapi dirinya masih begitu gengsi dan sulit untuk berdamai.


"Biar kamu tau Sya, betapa tersiksa nya dia selama ini. Sudahi hukuman kamu Sya, berdamai lah dengan keadaan, yang sudah biarkan lah berlalu. Memang benar kamu tidak akan bisa melupakan nya dengan mudah, tapi aku yakin kamu bisa menerima semuanya. Kamu mencintai bang Adnan dan juga anak anak. Begitu pun sebaliknya, bang Adnan dan anak anak mencintai kamu. Mereka merindukan kamu yang dulu Sya," ujar Yoga terus berusaha meyakinkan Nasya.

__ADS_1


"Jangan mengajari ku akan hal yang tidak pernah kamu rasakan Ga!" saut Nasya dengan wajah datar nya, "Katakan pada abang mu agar menjemput ku nanti! aku akan bersiap sekarang!" imbuh nya lalu segera berbalik dan meninggalkan Yoga di ruang tamu.


"Alhamdulillah!" gumam Yoga bersorak karena berhasil membujuk Nasya.


Belum hilang kebahagiaan dan kelegaan nya, ia mendengar suara teriakan dari ujung seberang. Dan saat itu juga ia baru tersadar bahwa sejak tadi Adnan mendengarkan pembicaraan mereka.


Ya, Adnan sengaja melakukan panggilan suara dengan Yoga agar dia bisa mendengar apa saja yang akan di katakan oleh Yoga. Dan betapa terkejut serta marah nya Adnan ketika Yoga dengan lancang dan berani menyebut dirinya brengsek serta bajingan.


"Heheheh maaf Bang, kelepasan tadi. Jangan marah, kan fakta," ucap Yoga menyengir lalu ia segera mematikan sambungan telfon begitu saja sebelum mendapatkan amukan kedua dari Adnan.


...~To be continue.......

__ADS_1


__ADS_2