Menikah Dengan Pak Duda

Menikah Dengan Pak Duda
Pulang ke rumah


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Ryana seneng karena akhirnya Mommy sudah inget sama Ryana,” ucap Ryana sambil terus memeluk tubuh ibunya di kursi belakang.


Saat ini, mereka sedang berada di dalam mobil dengan di antarkan oleh Marvel untuk pulang ke rumah Adnan. Sudah beberapa hari laki laki itu tidak terlihat mendatangi rumah Eyang di karenakan pekerjaan nya yang cukup menumpuk. Ia juga sudah lama tidak datang ke kantor, semua pekerjaan nya ia lakukan di rumah di sambil untuk mengurus baby R.


Bisa di katakan saat ini Adnan menjadi bapak rumah tangga, meskipun berat namun ia tetap berusaha untuk kuat. Lantaran baby R yang tidak mau di gendong oleh siapapun kecuali sang ayah. Bahkan Adnan sudah menyewa beberapa suster untuk merawat baby R namun tidak ada hasil, justru baby R akan semakin rewel dan mengamuk. Namun bila sudah bersama Adnan, maka anak itu akan selalu anteng. Jadilah Adnan bekerja sambil mengurus baby R di rumah nya.


“Maafin Mommy ya,” ucap Nasya begitu lembut, lalu ia mencium pucuk kepala Ryan dan Ryana.


Kalau kalian kira Nasya sudah mengingat semuanya, jawaban nya adalah belum. Nasya hanya berpura pura untuk mengingat Ryan dan Ryana, agar tidak semakin membuat anak itu terluka. Bagi Nasya, sudah cukup ia melihat wajah sendu dan mata sayu kedua anak itu, Nasya tidak sanggup. Jadilah Nasya berpura pura sudah mengingat, dan berbicara sehati hati mungkin.

__ADS_1


“No, Ryana yang meminta maaf. Karena Ryana pernah nakal sama Mommy,” gumam Ryana lalu ia semakin mengeratkan pelukan nya.


“Anak cantik tidak mungkin nakal.” Tutur Nasya tersenyum dan mengusap wajah Ryana.


“Ryana cantik kaya Mommy,” balas Ryana begitu bahagia.


“Ryan juga mau kaya Mommy. Tapi Ryan ganteng, gak mau cantik!” sungut Ryan yang sejak tadi terdiam kini terlihat begitu kesal dengan memanyunkan bibir.


“Ryan ganteng kaya om Marvel aja,” saut Marvel dari depan kemudi terlihat menaik turunkan alisnya melirik ke arah Ryan lewat kaca spion.


“Astaga ini anak, Ryan, bila di bandingin sama bapak kamu. Tentu saja om lebih ganteng, lebih muda dan yang pasti lebih mempesona,” kata Marvel tersenyum miring.

__ADS_1


“Kalau lebih mempesona, gak mungkin kamu masih jomblo sampai sekarang Vel,” ucap Olin ikut ikutan dan langsung di sambut gelak tawa oleh semuanya.


Tak terkecuali Nasya yang ikut tertawa melihat candaan mereka. Hatinya begitu tenang dan damai, bila sedang seperti ini. Ada ketenangan yang berbeda di dalam hatinya ketika ia berinteraksi dengan anak anak. Ada beberapa bayangan yang melintas di ingatan nya ketika bersama dengan anak anak, dan itu membuktikan bahwa apa yang di ucapkan Olin memang benar adanya.


Dirinya adalah seorang ibu dari tiga anak. Tapi yang sedang Nasya pikirkan, mengapa tidak ada satu memori pun tentang suami nya. Mengapa hanya bersama dengan anak anak saja dan juga Olin. Kenapa? Mengapa? Dan ada apa? Batin Nasya selalu bertanya tanya.


Setelah beberapa saat, kini mobil yang di bawa oleh Marvel sudah tiba di halaman rumah milik Adnan. Semuanya turun satu persatu, begitupun dengan Nasya.


“Ayo Mom, kita masuk. Kita ketemu adek bayi! Ayo Mom!” seru Ryana seolah tidak sabar dan segera menggandeng tangan ibu nya untuk di ajak masuk.


Bibir Nasya lagi lagi terangkat, ia tersenyum dan menggelengkan kepala nya. Ia tidak menyangka bahwa kedua anak sambung nya itu sangat menyayangi nya dan begitu antusias untuk membawa nya pulang.

__ADS_1


Namun, ketika Nasya baru tiba di bagian teras, tiba tiba ia menghentikan langkah kaki nya. Tubuh nya bergetar dengan napas yang memburu hebat.


...~To be continue .......


__ADS_2