
Adrian yang terus menenggak alkohol karena emosi, dia melupakan janjinya kepada Ayu.
sampai akhirnya, adrian benar benar hampir pingsan. Sementara Alex tetap diam dan memandang Adrian dengan tatapan datarnya. Dion bingung apa yang harus dilakukan untuk kedua sahabatnya ini.
" Yon? gue pulang duluan! " Ucap Alex.
sembari berdiri dan sejenak memandang Adrian, lalu bergegas melangkah pergi.
Dion bingung, harus mengantar Adrian kemana. dia sempat bilang bahwa dia pindah ke apartemen. Sejenak Dion berpikir, dan akhirnya dia mengeluarkan ponsel milik Adrian dari dalam kantong jaketnya.
untungnya Dion mengetahui password ponsel Adrian.
" Ahhh ada untungnya juga, lo gonta ganti cewek, jadi gue tau password lo bro. " Adrian yang sering berganti pasangan sering kali meminta tolong Dion untuk membalas pesan wanita saat Adrian sedang dengan wanita yang lain.
" Halo om faris, ini Dion om, iya jadi gini om, tadi kita lagi ketemuan nih sama Alex, terus ponsel Adrian ketinggalan nih om, Dion mau anter tapi belum tau apartemen barunya Adrian om, oh ok om. Sama sama om.
gila keren banget gue tadi, kenapa enggak kepikiran jadi aktor aja gue ya? hihihi " Gumam Dion.
Kemudian ponsel Adrian bergetar,pesan dari papa Faris yang mengirim alamat apartemen Adrian. Dion bergegas mengantar Adrian yang setengah sadar itu.
" Ah, lepasin! ngapain lo meluk gue yon? "
" Gue mau anter lo pulang bro! "
" Gue bisa pulang sendiri! emang gue anak tk! lo anter pulang! "
" Gimana lo mau pulang sendiri bro, jalan lo aja kayak ulet keket lagi mabok! udah lo diem! jangan banyak gerak! lo kan tau badan lo gede gini! " Gerutu Dion.
Sesampainya di apartemen, Dion memencet bel di depan pintu. Ayu bingung kalau Adrian, kenapa enggak langsung masuk! Ayu yang penasaran bergegas membuka pintu! saat pintu terbuka Ayu terkejut melihat Adrian yang tengah berdiri di papah oleh Dion, Ayu menatap Adrian dengan tatapan marahnya. Sementara Dion, dia terdiam dan terpanah melihat wajah cantik natural Ayu.
" Mas,mas? " Panggil Ayu.
" Eh! ...i.. iya aduh maaf saya anter Adrian pulang dengan keadaan kaya gini. "
Ayu hanya mengangguk. Adrian yang setengah sadar berjalan menghampiri Ayu dengan tubuh yang lunglai dan langsung jatuh memeluk Ayu. Dion yang melihat, mencoba untuk membantu Adrian sampai kekamarnya, tapi berhenti karena Ayu sendiri yang akan mengurus Adrian.
" Engga apa apa mas, mas pulang aja , pasti capek banget nganterin dia kesini. "
" Ya udah, bener nih Yu nggak apa? "
" Iya mas. " Jawab Ayu sambil tersenyum manis.
" Ok deh, aku balik ya? "
" Iya. "
__ADS_1
Dion membuka pintu dan akan segera keluar.
" Eh mas, makasih ya. " Ucap Ayu masih dengan senyum di wajahnya.
" I, iya sama sama. "
Dion keluar apartemen dan berhenti sejenak di samping pintu yang sudah tertutup rapat itu.
" Gila! gila! bini Adrian cakep banget! padahal cuma pake kaos doang, sama celana pendek sepaha. Udah gitu enggak pake make up, kok bisa secantik itu ya? pantesan, dua bro ku kayanya akan bersitegang dalam beberapa waktu ke depan. Tapi mereka kan dijodohkan, bisa jadi mereka enggak saling cinta. Kalau bener mereka enggak saling cinta, terus Adrian mau cerai, gue juga mau kok sama Ayu. Hihihihi... Ya Tuhan semoga Ayu cepet jadi janda. " Gumam Dion sembari berjalan menuju lift.
Adrian masih berada di pelukan Ayu. Dengan susah payah Ayu membantu Adrian menuju kamar Adrian, karena tubuh Adrian yang tinggi besar, membuat Ayu kewalahan untuk membantu Adrian yang sempoyongan. Tibanya di depan pintu kamar Adrian, Ayu hendak membuka pintu, tapi karena pintunya terkunci, Ayu agak sulit membuka kuncinya. Kemudian Ayu menyenderkan Adrian yang masih kuat berdiri itu disamping pintu kamar Adrian. Akhirnya pintu terbuka, Ayu mengangkat lengan Adrian dan mengalungkan lengan Adrian di leher Ayu,dan membantu Adrian berjalan menuju tempat tidurnya.
Bugh!!.
Ayu menjatuhkan tubuh Adrian ke tempat tidurnya dengan tatapan marahnya. Ayu melepas sepatu dan kaos kaki Adrian, kemudian amAyu akan membuka jaket Adrian. Ayu menarik tangan Adrian agar Adrian terduduk. Adrian yang setengah sadar itu akhirnya bangun dengan posisi duduk di atas tempat tidur. Ayu dengan cekatan membuka jaket Adrian, tanpa Ayu sadari pipi Ayu tepat berada di depan hidung Adrian. Adrian yang sedari tadi memperhatikan Ayu tanpa disadari oleh Ayu.
" Ayu,.... "
Karena Adrian memanggil, maka Ayu menoleh ke arah Adrian, Ayu terkejut karena saat menoleh pipinya bersentuhan dengan hidung dan bibir Adrian. Ayu menjauhkan wajahnya dari wajah Adrian, tetapi Adrian menarik wajah Ayu, dan ******* bibir Ayu.
Ayu mematung dan tidak tau mau berbuat apa. Adrian terus melakukanya sampai Ayu kehabisan nafas. Sontak Ayu mendorong tubuh Adrian dan bergegas meninggalkan Adrian lalu menuju kamarnya. Sesampainya dikamar, Ayu menutup pintunya dengan rapat. Ayu terjatuh lemas, tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.
" Ya Tuhan, jantung aku kaya mau meledak,ini kenapa si? tenang Ayu! Adrian itu mabuk, pasti besok dia engga inget. "
Alarm ponsel Ayu berdering.
" Em?, cepet banget sih! perasaan aku baru tidur ih! " Pekik Ayu sambil terus menguap.
Ayu bergegas mandi, setelah mandi selesai Ayu langsung menuju dapur.
Pukul 7.30. Ayu yang menunggu Adrian untuk sarapan sudah mulai kelaparan, akhirnya mengetuk pintu kamar Adrian. Karena tidak mendapat jawaban Ayu membuka pintu kamar Adrian.
" Ya ampun!!. "
" Adrian! Adrian! " Panggil Ayu kesal karena ternyata dari tadi, Ayu hanya menunggu orang yang asik tidur.
" Adrian bangun! mau sampai kapan kamu tidur? aku dari tadi nahan laper tau nggak! aku udah siapin sarapan, ternyata kamu masih enak tidur! "
Mendengar bentakan Ayu, Adrian terperanjak. dengan matanya yang sembab dan suara khas bangun tidur.
" Iya,.. ini udah bangun. " Jawab Adrian dengan posisi terduduk di ranjang tapi mata masih belum terbuka.
Marena kesal melihat Adrian yang mabuk semalam, Ayu menyeret Adrian masuk kedalam kamar mandi, mendekatkan Adrian ke shower dan mengguyur Adrian dengan air dingin.
" Ah! "
__ADS_1
" Dingin! Dingin! "
" Gimana, kamu udah bisa melek? " Tanya Ayu dengan tatapan marahnya.
" Kan tadi gue udah bilang, kalau gue udah bangun. " Adrian menjawab dengan nada lembut, karena dia tau Ayu sedang marah, apalagi kejadian semalam membuat dia takut menghadapi kemarahan Ayu.
" Sepuluh menit! kamu udah harus selesai! " Ucap Ayu sembari meninggalkan Adrian.
" Ya ampun galak banget sih ni perempuan! " Gumam Adrian. Adrian mempercepat kegiatanya, dia tidak ingin lagi mendengar ocehan ocehan Ayu.
Sesampainya dimeja makan, Adrian menatap sarapan pagi ini dengan tatapan datar. Adrian duduk dan langsung menyantap sarapan yang dibuat oleh Ayu.
Uhukk... Uhukk
Ayu mendekatkan air ke arah Adrian. Adrian menerima dengan cekatan dan langsung menenggaknya. Tidak lama kemudian Ayu melihat piring amAdrian sudah bersih tidak tersisa sedikitpun.
" Kamu kenapa enggak protes? " Tanya Ayu.
" Protes kenapa? "
" Kan kamu bilang, nasi goreng adalah menu sarapan yang tidak kamu sukai. "
" Aku suka mulai sekarang! "
Ayu hanya tersenyum mendengar jawaban Adrian. Adrian mengelus dadanya.
" Akhirnya, gue selamat. untung gue kelaperan,jadi abis tuh nasi goreng. " Batin adrian .
Setelah selesai sarapan, Adrian membereskan piring bekas mereka sarapan. Ayu hanya bingung sembari menatap Adrian.
" Ini orang kesambet jin mana ya? semoga jin ini enggak usah pergi dari Adrian. Batin Ayu.
Sementara Adrian yang ketakutan,mencoba melakukan apapun agar Ayu tidak memakinya .
tiba tiba dering ponsel milik Adrian berbunyi, Ayu sengaja tidak mengangkat karena dering ponsel Adrian sangat kecil suaranya, jadi Adrian yang sedang mencuci piring tidak mendengar. Ayu melirik sebentar ke arah ponsel Adrian, dilihatnya 16 panggilan tidak terjawab dari beberapa nomor yang berbeda.
" Ya ampun ini laki, banyak banget koleksi jablai nya. " Batin Ayu.
Beberapa menit kemudian ponsel Adrian berdering lagi, dan ternyata amelia yang menelepon. Ayu yang kesal dengan dering ponsel Adrian lalu mengangkat panggilan masuk itu.
" Halo? kenapa ? oh suami saya lagi cuci piring!. " Ayu langsung memutuskan panggilanya.
Adrian yang mendengar suara lantang Ayu kaget.
What!!!
__ADS_1