
Adrian dan Ayu sudah masuk kedalam kamar masing masing. Adrian membaringkan tubuhnya menatap langit langit. Dia teringat dengan kata kata Ayu. "Dia akan menjaga hatinya untuk tidak menyukai laki laki lain".
" Huhh,,,,.. sebenernya gue sendiri enggak yakin sama perasaan gue ke Sandra. Tadi gue memang liatin acara fashion show yang ada Sandra, tapi otak gue lagi mikirin diskotik. "Gumam Adrian.
Sementara di kamar Ayu, Ayu berbaring kesamping, dia teringat dengan exspresi Adrian melihat pacarnya di layar tv tadi. Entah mengapa ada perasaan tidak suka dengan apa yang Adrian lakukan. Tapi mau bagaimana lagi, Adrian sebelumnya juga punya kehidupan sendiri.
" Ya ampun...,! aku kenapa si! kenapa aku mikirin Adrian? ihh kurang kerjaan banget. "
Ayu yang sulit memejamkan mata mengubah ubah posisinya. Tapi tidak juga menemukan posisi yang membuat nya mengantuk. Akhirnya dia berjalan keluar kamar dan akan menuju ruang tv. Langkah Ayu terhenti melihat Adrian duduk menyenderkan kepalanya.
" Dri? "
Adrian terkejut dan langsung menoleh ke arah Ayu.
" Lo belum tidur?"
" Aku belum bisa tidur. " Sembari berjalan menuju sofa.
" Kamu kenapa belum tidur? " Tanya Ayu.
" Nggak tau! gue nggak bisa tidur."
" Biasanya kalau jam segini apa yang kamu lakuin? "
" Pergi ke club. " Menjawab Ayu tanpa menoleh ke arah Ayu.
" Ohh,.. " Jawab Ayu.
" Yu! "
Ayu kaget, karena ini untuk yang pertama kali Adrian memanggil namanya.
" Apa? "
" Gue boleh pergi sebentar? "
" Kemana? " Tanya Ayu.
" Ketemu Dion dan Alex. "
Mendengar nama Alex membuat jantung Ayu berdegup dengan kencang.
" Gue janji enggak akan lama. Jam sebelas gue udah pulang. " Masih dengan tatapan datar a
Adrian.
" Iya terserah. "
" Pke! thanks. "
Saat Adrian akan keluar pintu, Ayu menghentikan langkah Adrian.
" Dri? "
__ADS_1
Adrian langsung menoleh ke arah Ayu yang mulai mendekati Adrian.
" Boleh aku minta tolong? "
" Apa? " Tanya Adrian.
" Aku minta tolong, kamu jangan minum alkohol. Bisa? " Pinta Ayu dengan tatapan yang memohon.
Adrian hanya mengangguk dan terus menatap Ayu. Entah mengapa melihat Ayu di depanya dengan wajah seperti itu, membuat Adrian ingin memeluk dan ******* bibir Ayu. Adrian mulai tersadar dari lamunanya.
" Ya udah gue jalan dulu. Ucap Adrian sembari menutup pintu.
Setelah pintu tertutup, Adrian berjalan beberapa langkah hendak menuju lift. Tiba tiba dia merasa jantungnya seperti ingin meledak mengingat wajah Ayu. Adrian terhenti sejenak memegang dadanya. Sesekali Adrian memberi pukulan ringan di dadanya.
" Gue kenapa si? kenapa gue jadi begini? emak lampir jangan jangan lo masukin sesuatu ke makanan gue tadi ya. Eh tapi enggak mungkin, kan gue yang pesan makan, gue makan pas dia masih tidur. " Gerutu Adrian.
Adrian terus menarik nafas kemudian membuangnya lewat mulut. Sepanjang perjalanan itulah yang Adrian lakukan.
Sementara di apartemen.
Ayu yang melihat Adrian keluar pintu, tiba tiba merasa sedih ditinggalkan Adrian.
" Ya ampun,. aku kenapa tiba tiba melow gini si! kenapa lagi aku kuatir sama dia. Ayu mengusap usap wajahnya kesal. Tau ah! bodo amat! aku mau tidur! "
Sesampainya ditempat yang Adrian tuju yaitu, club malam. Adrian sudah di tunggu Fion dan Alex.
" Hei bro! " Ucap Adrian ke arah Dion dan Alex.
" Lo lama banget si Dri! " ketus Dion.
" Lo mau minum yang biasa kan? " Tanya Dion.
" Engga!! gue orange jus aja! "
" Lo kenapa Dri? " Tanya Alex.
" Gue lagi enggak pengen aja Lex. "Alex hanya tersenyum dan mengangguk.
" Lo udah taubat ya? apa dilarang sama istri lo yang kaya bidadari itu? " Tanya Dion dengan nada meledeknya.
" Gue lagi bener bener enggak pengen yon. "
" Okk lah dmDri! gue cuma heran. lo enggak kaya biasanya. "
Sementara Alex terus memandang Adrian dengan tatapan datarnya.
" Lex! " Panggil Adrian.
Alex menoleh tanpa bersuara.
" Gue boleh tanya sesuatu? "
" Tentang apa? "
__ADS_1
" Lo.., ada hubungan apa sama ayu? "
Alex menarik nafas dalam dalam dan membuangnya dengan kasar, mata Alex sudah mulai memerah.
" Apa lo bisa menerima? dan kalau lo tau, apa bisa membantu gue? apa bisa menghilangkan rasa sakit gue? " Tanya Alex dengan mata menuntut.
Dion yang bingung dengan pertanyaan Alex sedang mencoba mencerna ucapan Alex.
" Lex, lo dan gue adalah sahabat Lex, gue nggak akan tau kalau lo nggak kasih tau gue. Gue memang belum tau apa yang akan gue lakuin nanti,tapi setidaknya kalau gue tau masalah lo, mungkin gue bisa sedikit membantu meringankan beban lo. " Jawab Adrian sembari memegang pundak Alex.
" Cih! gue enggak yakin sama ucapan lo Dri! " Jawab Alex dengan senyum meremehkan.
Dion yang mengetahui Alex sudah mulai menunjukan amarahnya, mencoba mendinginkan suasana.
" Hemm hemm.. mendingan minum dulu deh bro bro ku! ini Dri punya lo! nih punya lo Lex! "
Ucap Dion sembari menyodorkan minuman ke Alex dan Adrian.
Alex yang sudah tidak tahan lagi, mengeluarkan ponselnya dan menunjukan foto kearah Adrian. Adrian yang melihat foto itu hanya terdiam tidak percaya, Adrian tidak sadar kalau tangan kirinya mulai mengepal. Entah apa yang dirasakan Adrian saat ini.
" Gue dan ayu, kita bertemu 7 bulan yang lalu , di bandung. Gue kesana karena oma sakit waktu itu, dan enggak sengaja gue ketemu sama Ayu di mini market sekitar rumah oma. Kita sama sama kejebak ujan, gue enggak bisa pulang ke rumah oma, karena gue enggak bawa mobil, disitulah awal mula gue deket sama Ayu. "
" Sejauh apa hubungan lo sama Ayu? " Tanya Adrian dengan tatapan tajamnya.
" Gue tau Ayu suka sama gue, gue juga merasakan hal yang sama. Jntuk pertama kali Dri! gue, gue jatuh cinta sama perempuan.
Lo inget waktu kita janjian ke bangkok waktu itu? ya gue batalin buat ketemu sama Ayu.
dan lo juga pasti inget, liburan kita waktu ke belanda? gue juga batalin demi ketemu Ayu. Alex terus berbicara dengan mata merahnya.
Adrian yan mendengar cerita Alex, tiba tiba merasa sangat emosi. Tanpa Adrian sadari Dion sedang memperhatikan tangan Adrian yang sudah lama mengepal. Dion berjaga jaga agar tangan Adrian tetap pada posisinya.
" Cihh!! jadi hanya sebatas itu? " Tanya Adrian?
Alex yang mulai terpancing emosi, masih tetap menahanya dengan memegang erat sisi meja yang tentunya juga tidak luput dari pengawasan Fion.
" Lo bilang apa Dri? hanya sebatas itu lo bilang? lo tau dri? untuk bilang aku cinta kamu ke Ayu aku mempersiapkan waktu 3 bulan. Tiap hari gue bagai orang sinting yang berdiri dicermin terus gue bilang aku cinta sama kamu Yu. Tapi setiap kali ketemu Ayu, nyali gue hilang. Gue cuma bisa kasih dia perhatian, gue kasih semua yang dia mau. Tapi disaat gue mau melamar Ayu, tiba tiba gue liat lo menikahi Ayu. "
Alex yang sudah tidak tahan lagi akhirnya meneteskan air mata tanpa bersuara.
Dion hanya diam dan memandang alex dengan rasa iba. Alex adalah laki laki yang tidak mudah jatuh cinta dengan seorang wanita. Adrian yang sudah tidak tahan lagi menahan emosinya akhirnya menenggak alkohol milik dion dan alex.
" Yon! pesenin gue minum yang sama kayak punya lo! pinta Adrian tanpa memalingkan wajah dari pandanganya yang mengarah ke Alex.
" I..,iya. " Jawab Dion.
Alex hanya tertunduk dan tanpa mengatakan apapun lagi.
" Ini Dri, minum lo. " Ucap Dion.
Dion membawa satu gelas alkohol dan Adrian langsung menenggak minumanya.
" Lagi yon! gue butuh banyak! "
__ADS_1
" O..,oke. aduh udah lah gue turutin aja,mending mereka teler dari pada berantem. " Ucap Dion.