
malam semakin larut. dua sosok manusia yang sedari tadi gelisah tak bisa tidur, akhirnya mulai hanyut kedalam mimpi mimpi indah. kehangatan semakin terasa saat mereka terlelap dengan saling memeluk.
pagi harinya seperti biasa. ayu dan adrian pergi kerumah sakit terlebih dahulu. didalam perjalanan adrian merasa gugup. karena setelah dari rumah sakit, pasti akan bertemu bayu dikantor. dia bingung. bagaimana meluluhkan hati bayu yang nampak sangat marah dan kecewa dengan kejadian kemarin.
merasa tak ada cara lain, adrian memberanikan diri untuk bertanya kepada ayu.
" yank,.
" hemm
" mas bayu marah banget ya kemarin?
" hemm
" terus, aku harus gimana yank?
ayu mendesah malas." ya terima aja kalau dia marah marah.
" kalau dia mukul?
" terimalah dengan senang hati.
" kamu tega banget yank. bayu nggak akan nyuruh kita cerai kan?
" mungkin.
" jawabnya jangan ngirit gitu dong yank. aku ini ketakutan. masa iya kamu tega sih.
" apapun yang mas bayu bilang, dengarkan. patuhi. dan jangan membantah. itu kalau kamu mau kita baik baik aja.
adrian menghela nafasnya bingung. tapi juga tidak ingin melanjutkan pertanyaannya.
sesampainya dirumah sakit, ayu dan adrian menuju ke kamar papa faris. ayu mengedarkan pandanganya ke kanan dan ke kiri.
" nyari apa yank? " adrian bertanya karena melihat ayu yang seperti sedang mencari sesuatu.
" cari mama mertua yang baik hati. dan juga wanita titisan jin kuyang itu. kemana mereka? tumben.
ucapan ayu membuat adrian meringis dan menggelengkan kepala heran.
" nggak tau. biarin aja. mungkin mereka udah mulai capek.
ayu dan adrian langsung masuk ke kamar papa faris. suster sedang mengecek papa faris.
" gimana keadaan papa sus? tanya ayu.
" pasien semakin membaik.
" ahh... syukurlah.
adrian tersenyum bahagia melihat keadaan papa semakin membaik. beberapa kali juga papa sudah mulai memberikan respon dengan menggerakkan jarinya. ayu mendekati papa faris. mencium pipinya dan duduk disamping tempat tidur papa faris.
" pah, cepet bangun ya. supaya papa bisa lihat. dan marahin adrian. anak papa ini sudah mulai jahat.
adrian membulatkan matanya terkejut.
" yank,.. jangan gitu dong.
" kamu pasti akan lebih jahat sama aku nanti.
" enggak lah yank, aku janji. jangan ngadu ngadu yank. nanti kalau papa bangun, terus tujuannya buat marahin aku gimana? memang kamu tega suami kamu dimarahin mulu kayak anak anak?
" semangat pah. papa harus cepet bangun. dan papa bisa kasih pelajaran buat adrian. supaya dia nggak nyakitin ayu mulu.
adrian tersenyum. dia menyadari, ayu mencoba menyemangati papa faris untuk segera sadar. adrian mencium kepala ayu.
__ADS_1
" terimakasih sayang. kamu menyayangi papa. bahkan melebihi rasa sayangku buat papa.
setelah selesai menjenguk papa faris, adrian mengantarkan ayu sampai ke kampus. lalu menuju ke kantor. sesampainya dikantor, adrian berjalan sembari menyusun kata kata alasan yang akan dia gunakan untuk menghadapi bayu.
" papa! "
suara yang sepertinya adrian kenal. adrian menghentikan langkahnya dan menatap sosok anak kecil yang tengah berlari ke arahnya. adrian terkejut bukan main. hingga tubuhnya menjadi membeku seketika.
" papa, papa, dika kangen.
bunga mengejar andika dan menarik tubuh andika yang tengah memeluk pinggang adrian.
" sayang, mama kan udah bilang. kalau kamu nggak boleh begini. " ucapan bunga membuat mata adrian melotot tajam.
" dasar wanita gila! kenapa lo sebut diri lo mama. ah sial! makin rumit kan urusannya. baru reda gosip tentang sandra. sekarang ada lagi. ah bisa makin susah meyakinkan bayu. " batin adrian.
andika menundukan kepala dengan bibir manyun. bunga langsung mengajak andika menjauh dari adrian. saat akan melanjutkan langkahnya, beberapa karyawan tengah berbisik. tapi saat adrian menatapnya mereka serentak menghentikan kegiatan gosipnya.
" cih! sial! " umpat adrian.
adrian masuk keruang kerjanya. bayu sudah menunggu dan duduk di sofa. adrian menelan ludahnya sendiri.
" ah!., kenapa dia ada disini? kata kata yang sudah aku susun rapi sudah buyar tadi. huh! lengkap kesialan ku hari ini. " gerutu adrian didalam hati.
bayu menatap bingung melihat adrian mematung didepan pintu masuk.
" ehemmm " bayu.
adrian tersadar dari lamunannya.
" eh bayu. ada apa? sudah lama menunggu? " adrian meletakan tas di meja kerja dan jasnya di kursi.
" aku disini sekitar dua puluh menit.
" emm, maaf sudah membuatmu menunggu lama." adrian berdiri beberapa langkah dari meja kerjanya
adrian memundurkan langkahnya hingga mentok di bagian depan meja.
bayu mengulurkan tangan melewati bagian samping pinggang adrian. tanganya menyentuh sebuah map. bayu mengetuk map yang tergeletak di atas meja dengan jari telunjuknya.
" ada berkas yang membutuhkan tangan tangan mu. " ucap bayu sembari menatap adrian.
adrian dengan gugupnya mencoba untuk mengendalikan diri.
" oh,.. iya baik. " adrian memutar tubuhnya dan berjalan menuju kursi lalu duduk dan memeriksa berkas yang akan di tanda tangani.
setelah selesai. adrian menyerahkan amplop berisi map itu kepada bayu.
bayu menerima dengan baik. hanya saja tatapannya sangat menakutkan menurut adrian.
" ah! aku merinding. membayangkan bayu mengetahui kejadian tadi. bisa bisa dia semakin nekat. " gumam adrian dalam hati.
sementara bayu berlalu tanpa mengatakan apapun.
jam kerja kantor telah usai. adrian berniat menuju ke rumah sakit untuk melihat papa faris dan menjemput istrinya. karena setiap pulang kuliah, ayu akan menunggu adrian dirumah sakit. tiba tiba ponsel adrian berdering. dilihatnya nomor baru. adrian mengangkat panggilan itu. belum sempat mengatakan apapun, suara dari yang menghubungi terdengar jelas.
" papa.. papa kerjanya sudah selesai?
" sudah, kenapa?
" dika mau bobo sama papa boleh?
" dika kamu yakin? bukanya oma kamu melarang?
" dika udah ijin oma pa.
__ADS_1
" ya udah. papa tunggu diparkiran ya.
" iya pah. " jawab andika dengan antusias.
adrian menunggu andika diparkiran. andika datang bersama bunga. adrian langsung membukakan pintu untuk andika.
" pa, kita anterin mama pulang dulu ya pa?
adrian menghela nafas. " nggak bisa dika,
" ayo dong pa, kasian mama pulang sendirian"
andika terus merengek. akhirnya adrian mengantarkan bunga pulang kerumahnya.
setelah selesai, andika dan adrian menuju ke rumah sakit. karena sudah mulai malam, adrian menghubungi ponsel ayu dan menunggunya diluar rumah sakit. ayu keluar dari rumah sakit dan menuju mobil adrian. ayu membuka pintu kaca mobil disamping kemudi. ayu mengangkat alisnya kaget.
" andika kok bisa disini?
" iya tante, dika mau bobo sama papa lagi.
" oh,.. " ayu menutup kembali pintunya dan beralih ke kursi belakang.
" dika, dika duduk dibelakang ya? pinta adrian.
" ah nggak mau pa. dika mau disini.
adrian melihat ke arah ayu.
" sayang, kamu nggak papa duduk disitu? tanya adrian.
" hemm.
adrian melajukan mobilnya untuk menuju ke apartemen. adrian membukakan pintu untuk andika. ayu dan andika sudah keluar dari mobil.
" yank, aku pergi sebentar ke apartemen bayu ya?
ayu menganggukan kepala.
sesampainya di apartemen. ayu membawa dika kekamar mandi untuk memandikannya. setelah selesai, ayu pergi ke dapur. ayu membuka lemari es dan melihat buah pisang kesukaannya. ayu mengambil dua buah pisang lalu menghaluskan dan mencampurnya dengan susu. lala menuangnya di gelas. lalu tak lupa dia juga membuat segelas susu hangat untuk andika.
sesampainya di ruang tv. ayu menyodorkan segelas susu hangat. andika langsung menenggaknya sampai habis. ayu melongo melihat andika yang seperti jarang minum susu. ayu menyedot pelan pelan jus pisangnya sembari menonton tv. andika terus memandangi ayu.
" tante,..
" apa? " ayu mengalihkan pandanganya ke andika.
" yang tante minum itu apa?
" oh ini jus pi,..- em ini jus yang tante kasih susu rasanya manis." ayu sengaja menambahkan kata manis. karena ingin sekali memastikan kebenaran tentang alergi buah pisang yang masih meragukan.
" dika boeh coba nggak tan?
" boleh. " ayu menjawab dengan antusiasnya.
ayu menyodorkan gelasnya untuk andika.
andika meminum jusnya perlahan.
" gimana, enak nggak?
andika tersenyum." enak tante. dika bikeh minum lagi?
" oh tentu saja boleh. abisin aja dika. tante kenyang.
andika meminum jus pisang itu hingga bersih. dika kenyang tante minum jus buatan tante. ayu tersenyum.
__ADS_1
" iya tentu saja kamu kenyang. itu dua buah pisang. aku baru minum sedikit. pastilah kamu kenyang. sekarang aku hanya tinggal nunggu dua puluh menit. " batin ayu.