
dengan serempak ayu dan adrian menjawab saran dari mama risa.
" enggak!!!!
mama risa langsung terdiam. " ya udah, dika ikut oma pulang ya,." ajak mama risa.
adrian dan ayu bergegas meninggalkan rumah sakit. di mobil, ayu tengah sibuk memakai riasan wajah. adrian menatap heran.
" yank, kamu kenapa pakai make up? biasanya kalau kekampus nggak pernah make up. protes adrian.
" aku takut muka aku keliatan stres yank. satu bulan aku cuti kuliah, aku nggak mau temen temen nanya yang aneh aneh. aku janji yank nggak sering sering pakai make up." pinta ayu.
adrian menghembuskan nafas kasarnya lalu menepikan mobil untuk berhenti sejenak. adrian menatap wajah ayu. ayu hanya tersenyum memamerkan hasil riasanya.
" kenapa kita berhenti yank? " tanya ayu yang kaget tiba tiba adrian menepikan mobilnya.
adrian memperhatikan setiap detail wajah ayu.
' aaaaaaaaaaaa.......
" bisa gila aku yank! " teriak adrian.
" kamu kenapa sih yank?
" ini liat mata kamu. liat bibir kamu. hidung juga alis." sembari memegang wajah ayu dengan kedua telapak tanganya.
" kenapa? yank, aku pakai make up kan nggak berlebihan yank. cuma pakai bedak, lipstick, sama mascara." ayu membulatkan mata. " make up aku ketebelan yank? " tanya ayu.
adrian menggelengkan kepala dengan wajah sedih. " kamu make up sedikit aja udah secantik ini. aku jadi takut kalau kamu kuliah. kamu kuliah dirumah aja lah yank. nanti aku panggil dosen privat."
" ih! nggak mau! kuliah mana enak yank dirumah. nggak ketemu temen temen. kalau kamu maksa, aku ngadu sama mas bayu!" ayu coba mengancam.
adrian mendengus kesal. " awas ya yank macem macem! " ancam adrian. lalu segera melajukan mobilnya kembali menuju kampus.
ayu terkekeh geli. " yank, belum ada di kampus yang bisa menyaingi ketampanan kamu. jadi kamu nggak perlu kuatir " sambil mencubit cubit pelan pipi adrian yang tengah tersenyum senang.
sesampainya dikampus, adrian seperti biasa menghentikan mobilnya tepat dipintu gerbang.mencium bibir adrian. setelah keluar dari mobil ayu melambaikan tanganya. ayu memandangi mobil adrian hingga menghilang dari pandanganya. seperti biasa, ayu memang selalu menjadi pusat perhatian.
ayu tidak langsung masuk ke kampus. dia memutuskan untuk memakan nasi uduk ditempat biasa dia makan. setelah selesai, ayu melihat jam ditanganya.
" hah! bentar lagi jam kuliah dimulai. ah,,, ke enakan ngobrol sama ibu nasi uduk. jadi lupa waktu." gumam ayu sembari berjalan setengah berlari menuju kelas.
sesampainya dikelas, semua mata tertuju pada ayu. ayu tidak memusingkan hak itu.
"ayu!!!!!!,... panggil temen teman satu gengnya yang bahagia ayu telah kembali.
ayu dengan tawa bahagia penuh kerinduan itu, langsung menghampiri temen temanya.
" ayu kemana aja sih! tanya via mewakili pertanyaan teman teman yang lain.
__ADS_1
mereka saling berpelukan.
" aku dari libur panjang geng. hehehe. jangan tanya apa yang terjadi ya." ayu mengatupkan dua tanganya didada memohon.
ketiga sahabatnya mengerucutkan bibirnya sebal. ayu selalu melarang mereka untuk mengetahui beberapa hal yang menurut mereka penting. tapi bagi ayu, akan lebih baik , jika teman temanya tidak tau.
" emmm,,,.. yu, apa kamu tau tentang gosip,-
belum selesai rara berkata, dosen telah datang dan segera memulai jam kuliah. ayu fokus kepada dosen yang sedang menyampaikan materi. tapi tidak dengan thomas yang terus mencuri pandang ke arah ayu. jam istirahat tiba.
ayu, rara dan selly bergegas pergi ke kantin. sesampainya dikantin, thomas vallas dan candra ikut bergabung. ayu tersenyum menyambut kedatangan tiga laki laki itu. thomas menghentikan langkahnya di depan ayu dan terus memandangi wajah ayu dengan tatapan yang sulit diartikan. ayu yang dalam posisi duduk, mengangkat wajahnya menatap heran thomas. ayu sudah mempersilahkan thomas untuk duduk.thomas masih terdiam. bingung thomas tak kunjung duduk, ayu akhirnya berdiri. belum sempat mengatakan apapun, thomas langsung memeluknya erat.
ayu membulatkan matanya terkejut. " thomas! kamu kenapa sih. thomas!" sambil mencoba mendorong tubuh thomas. karena tak kunjung lepas, akhirnya ayu terdiam sesaat. berfikir untuk mencari cara, agar thomas melepaskan pelukanya. akhirnya ayu menepuk nepuk pelan punggung thomas.
"huh,... pasti kamu abis ditolak cewek ya mas," ledek ayu.
thomas sedikit terkekeh dan melepaskan pelukanya. " uhh! akhirnya lepas juga. kalau adrian liat nih. waduh bisa bonyok muka gantengnya thomas." batin ayu.
thomas meraih tangan ayu dan menggenggamnya. " kamu kemana aja? kenapa aku telephon kamu nggak pernah angkat? aku chat juga nggak pernah kamu balas. kamu kenapa,..-
ayu menghentikan pertanyaan thomas yang menggunung itu.
" udah mas. mendingan kita makan. nanti keburu abis jam istirahatnya."
thomas tersenyum dan mengangguk.
" yu,.. aku boleh nanya?
" apa ra? pakek acara nanya dulu lagi. hahahahahaa
" beberapa minggu lalu, aku nonton acara gosip. terus ada foto pacar kamu. katanya dia hamilin artis itu tuh, emm, casandra livery kalau nggak salah. rara bertanya dengan nada sesopan mungkin agar ayu tidak marah.
semua sahabat nya terdiam menatap wajah ayu. seolah sangat menunggu jawaban dari bibir ayu. ayu memperhatikan semua mimik wajah sahabatnya dan terkekeh.
" itu cuma gosip kok. jadi jangan dipikirin.
" tapi artis casandra itu punya bukti photo yu. terus juga ada bukti,-" rara menghentikan ucapanya takut akan membuat ayu menangis seperti saat terakhir sebelum ayu cuti kuliah.
" apa? kenapa nggak kamu lanjutin aja ? hehee.." sejujurnya dihati ada sedikit rasa sakit.
" emm casandra itu punya bukti, kalau mereka selalu bertemu di hotel langganan mereka yu. saut selly.
" kalian nggak usah pikirin masalah ini geng. santai aja." ayu tersenyum, mencoba mengatakan jika dia baik baik saja.
semua teman temanya ikut tersenyum. hanya saja mereka tersenyum penuh kekhawatiran. bagi thomas, ini adalah angin segar yang akan dia manfaatkan sebaik mungkin.
" ehh itu mahasiswa baru dikelas kita cui, gantengnya,..... ucap selly sembari memegang kedua pipi dengan kedua telapak tanganya.
" iya vi, ganteng banget ya." saut rara.
__ADS_1
ehemm ehemm
ayu terkekeh, melihat wajah vallas yang mulai cemburu. percekcokan kecil terjadi antara vallas dan rara. akhirnya membuat suana menghangat. ayu tersenyum bahagia. hal ini juga dirindukan olehnya. via terus memperhatikan mahasiswa baru yang berjalan akan melewati mereka.
" ehh ino! duduk sini aja bareng kita."ajak via.
vino mengangguk dan tersenyum.
" heii vi, iler lo mau jatuh tu, " ucap ayu yang heran. karena via terus memandangi ino.
vino duduk disamping thomas. akhirnya mereka berkenalan satu sama lain.
" memang kamu kapan pindah kesini? "tanya ayu dengan senyum bersahabat.
ino terpesona dengan senyum ayu yang menambah cantik di wajahnya semakin sempurna. tak sadar ino terlalu lama terpaku oleh wajah ayu. thomas memandang ino tajam. lain hal dengan sahabat ayu yang lain.sudah terbiasa bagi mereka melihat kejadian seperti ini.
woiiii!!
candra menepuk bahu ino. ino terkejut dan tersadar.
" ah., iya tadi kamu nanya apa yu? " tanya ino. sembari menggaruk tengkuknya.
ayu menganga dan menggeleng keheranan.
" kamu kapan pindah ke kampus ini? tanya ayu lagi.
" oh,.dua hari yang lalu yu." jawab ino sembari tersenyum malu.
sementara via mengerucutkan bibirnya sebal. setelah selesai, mereka berjalan untuk masuk ke kelas lagi. ditengah perjalanan, via menghentikan langkah nya mendekati ayu dan selly.
" yu,..." panggil via dengan wajah sebalnya.
ayu yang sedang bergandengan tangan dengan selly, akhirnya berhenti. via merangkul pundak ayu dan selly.
" apa,
" yu, besok kamu ke kampus pakai helm aja yu, yang kacanya hitam terus ditutup.
mendengar ucapan via, ayu dan selly saling tatap bingung. " emang besok ada apa vi? " tanya selly mewakili ayu.
" besok sih nggak ada apa apa.
" lah terus, ngapain aku harus pakai helm segala.
" kalau muka kamu nggak ditutup, bisa bisa aku jomblo abadi yu. " ucap via.
selly tertawa dan mengangguk. " bener banget kamu vi, kamu nggak liat yu tadi, via usahanya maksimal banget. eh malah ino ngeliatin kamu terus." saut selly.
ayu terkekeh mendengar ucapan dua sahabatnya ini.
__ADS_1