
ayu terus menatap bunga. seolah bertanya. apa yang kamu inginkan?
karena ayu tidak kunjung menanggapi, akhirnya bunga memberanikan diri untuk mengawali pembicaraan.
" ayu, maaf mungkin mulai besok aku akan sering menemui adrian. aku ingin memperkenal kan andika sama papanya. aku harap kamu nggak keberatan ya. sambil menggenggam jemari ayu.
ayu mendesah sebal lalu melepaskan tangannya. jujur sedari tadi dia telah menahan untuk tidak menangis dihadapan bunga. ayu membuka pintu lalu masuk dan langsung menutupnya.
" ayu!" bunga terdiam memandangi pintu yang telah tertutup. mama risa mendekat dan menepuk nepuk bahu bunga.
" tenang bunga. jangan bersedih. rencana kita baru akan dimulai. jangan rapuh." tegas mama risa. bunga mengangguk tanda setuju.
" lebih baik, kamu ke kantor aja. semakin dekat dengan adrian, akan semakin bagus." ucap mama risa sembari menguatkan bunga. akhirnya bunga setuju untuk pergi ke kantor.
adrian dan bayu bersiap menuju ruang rapat. bayu memperhatikan adrian yang begitu semangat. tidak menyangka bahwa laki laki yang sedari dulu hanya bisa membuat onar, sekarang sudah mulai pandai mengelola perusahaan sebesar WS foundation.
adrian dan bayu berjalan melewati koridor dan disambut para pegawai. adrian dan bayu telah masuk ke ruang rapat. tidak berapa lama, rapat dimulai. tiba tiba suara ketukan pintu terdengar. pintu terbuka. adrian menatap marah menyambut orang yang baru tiba itu.
" dari mana saja kamu?!" tanya bayu dengan nada tinggi.
bunga menundukan kepala." maaf pak, maafkan saya. saya tidak akan mengulangi kesalahan saya lagi." jawab bunga. bunga langsung berdiri dipojok untuk mencatat poin penting dari rapat yang tengah berlangsung.
adrian mencoba mengatur nafasnya. agar kemarahannya tak menghancurkan rapat yang tengah berlangsung.
akhirnya rapat dilanjutkan kembali. setelah rapat berakhir bayu dan adrian menuju ruangan papa faris yang kini ditempati bayu dan adrian.
" dri, aku langsung ke rumah sakit ya? kerjaan udah nggak terlalu banyak kok. aku yakin kamu bisa sendiri." ucap bayu sembari tersenyum.
adrian terkekeh." bay, niatnya aku mau minta tolong kamu aja yang kerjain. aku mau menghabiskan hari bareng istri. kalau kamu kan nggak ada istri. jadi nggak masalah kerja dari pagi sampai malam kan." ledek adrian.
bayu menggelengkan kepala." kurang ajar lo dri. gue mau menghabiskan waktu sama adek gue yang cantik dan papa tampan gue." jawab bayu ketus.
" iya iya. adek lo yang cantik itu kan istri gue.hahahaha."
__ADS_1
"cih! apa apaan sih. jangan pakai kata kata lo dan gue. ayu paling nggak suka dri.
" nggak masalah bay. yang penting jangan pas sama dia aja. heeheee
" terserah dri. yang penting nyaman aja. berangkat dulu ya.
adrian tersenyum dan mengangguk.
ayu masih terus memandangi papa wajah papa faris yang mulai tirus. ayu mengusap telapak tanganya berharap dia akan merespon. entah mengapa melihat papa faris yang terbaring tak berdaya membuat hati ayu sangat sakit. ayu tidak dapat menahan air matanya lagi.
" pah, apa papa nggak bosan tidur terus? pah. ayu tau papa pasti kuat.papa jangan lelah untuk berjuang ya pah.
tiba tiba mesin EKG berbunyi dengan cepat. ayu melihat aktivitas jantung papa faris mulai melemah. aku mencoba memencet tombol dengan tangan gemetarnya. sialnya perawat yang menjaga sedang pergi ke toilet. ayu mencoba memencet tombol beberapa kali tapi dokter belum juga datang. air matanya sudah membanjiri pipinya bibirnya terbuka seolah ingin berbicara.
" tolong aku ya tuhan. tolong. kembalikan suaraku. aku mohon. beri aku kesempatan untuk membantu papa faris. tolong tuhan. batin ayu terus berteriak.
ayu berlari keluar. dan dilihatnya dokter yang berlarian menuju kamar papa faris. " to,... tolong. suara ayu terdengar lirih tapi masih jelas terdengar. dokter mengangguk dan langsung masuk kedalam. perawat juga sudah kembali dan ikut masuk kedalam.
tidak berapa lama. bayu datang. dia berlari mendekati ayu yang tengah menangis sesegukan.
" ta,.. ta,.. tadi, jantung. jantung nya. ayu masih sulit untuk berbicara.
" suara kamu dek,"
ayu baru menyadari jika suaranya telah pulih.
ada rasa sedikit lega karena suara adiknya telah pulih. tapi juga was was dengan keadaan papa faris..
" sssttt, udah dek. kamu tenang dulu ya. positif thinking dek."
dokter yang memeriksa sudah keluar dari ruangan papa faris. bayu dan ayu langsung bangun dari duduknya untuk menanyakan keadaan papa faris. dokter mengusap lengan ayu yang sedari tadi menangis hingga wajahnya sembab. " sudah tidak apa apa. ini normal terjadi pada pasien yang mengalami koma." ucap dokter muda itu.
" terimakasih dokter" ucap ayu sembari menggenggam tangan dokter erat karena sangat senang papa faris baik baik saja.
__ADS_1
dokter itu tersenyum dan mengangguk.
" emm ini pertama kalinya saya mendengar suara anda lo nona." ucap dokter itu.
ayu melepaskan genggaman tangannya secara natural dan tersenyum. " iya dok. suara saya menghilang kemarin karena syok berat." jawab ayu.
dokter itu mengerutkan dahinya. " kalau anda membutuhkan dokter terapi saya ada beberapa sahabat yang tidak diragukan lagi nona. nanti saya akan berikan kartu namanya."
ayu mencoba tersenyum seramah mungkin pada dokter muda itu. " baik pak dokter." jawab ayu. tapi didalam hati ayu, dia sangat tidak ingin menemui dokter psikiater. bukankah psikiater itu lekat dengan kejiwaan batin ayu.
" panggil saya arga saja nona. atau dokter arga juga bisa." ucap dokter itu sembari tersenyum ramah.
" baik dokter arga. dokter juga jangan panggil nona. agak aneh dikuping saya. dokter arga mengangguk tersenyum.
bayu menatap wajah dokter arga dan menyipitkan matanya. " sok kenal banget dokter ini" yah aku tau, pasti setelah ini dia akan lebih mengakrabkan diri." batin bayu.
" emm kalau begitu kita masuk dulu ya dokter arga. ucap bayu untuk menghentikan pandangan dokter arga yang lekat ke wajah ayu. " ayo dek masuk!. perintah bayu.
ayu tersenyum ke arah dokter arga. dan langsung masuk ke dalam ruangan papa faris. dokter faris tersenyum untuk membalas senyum ayu. lalu kembali ke pekerjaanya.
" dek, panggil bayu.
" hemm,.. jawab ayu yang tanpa memalingkan pandangan dari wajah papa faris.
" jangan diladeni dokter tadi dek.
ayu menatap bayu seketika. tidak memahami maksut dari ucapan kakaknya itu." maksut mas bayu apa?
" kayaknya dia naksir kamu dek. ucap bayu sembari menatap ayu.
ayu menghela nafasnya dan menghembuskan dengan cepat. " mas, dia kan dokter, bukanya memang semua dokter begitu ya?. jawab ayu yang keheranan dengan tingkah kakaknya.
" tapi dari cara dia menatap mata kamu beda lo dek.
__ADS_1
" mas udah ah. aku nggak ada niat buat macam macam. jadi aku nggak mau pusingin yang beginian." tegas ayu.
bayu tersenyum." yang begini baru adek aku." ucap bayu bangga.