Menikah Dengan Playboy

Menikah Dengan Playboy
Cake


__ADS_3

tak lama kemudian, candra dan ayu memutuskan untuk pulang. candra mengantarkan ayu sampai ke lobby apartemen. ayu melambaikan tangan dan tak lupa mengucapkan terimakasih. ayu berjalan menuju apartemennya. ayu menghentikan langkah kaki melihat sosok laki laki tengah berdiri didepan pintu menunggu ayu pulang. ayu melanjutkan langkahnya. berdiri tepat dihadapan laki laki itu.


laki laki itu memandang ayu dengan tatapan kuatir dan sedih. ayu hanya membalas tatapan itu dengan senyumnya. tidak perlu menunjukan kekecewaan dan luka yang di alami untuk hari ini.


" mas bayu? kenapa kesini?


bayu mengangkat sebuah box sembari tersenyum. ayu membuka pintu. ayu dan bayu duduk. bayu membuka boxnya.


sebuah cake ulang tahun dihiasi lilin cantik.


" selamat ulang tahun dek.


ayu menutupi bibirnya menggunakan telapak tangan sembari terkekeh.


" mas, kecepetan deh. apa mas lupa ya? " ledek ayu.


bayu menurunkan cake yang tengah ia angkat dan meletakkannya di meja.


" besok mas mau ke luar negeri dek. ada yang harus dibereskan disana.


ayu sedikit merengut. " gitu ya mas. berapa lama?


" sekitar satu mingguan.


" kalau begitu, hati hati ya mas, jangan suka telat makan. besok ayu anter ke bandara ya mas.


" nggak usah dek, besok kamu kuliah. kamu fokus kuliah aja. sebentar lagi kamu wisuda kan.


ayu menghela nafasnya.


" mas selalu nggak bolehin ayu nganter mas ke bandara. selalu ada alasan terus.


bayu menyunggingkan senyumnya.


" mas berat dek, kalau kamu nganter mas kebandara, mas nggak tega jadinya ninggalin kamu. " bayu mengelus rambut ayu pelan.


ayu tersenyum.


" adrian mana? kenapa tadi kamu pulang sendiri?


ayu sedikit gelagapan. " tadi, tadi, dia izin mau ketemu temen temennya mas.


" hari ini juga nggak ada ke kantor. dia kemana dek?


" ada dirumah mas.


" jangan bohong. kamu payah kalau berbohong.


ayu diam sejenak. " udah lah mas. ngga usah pikirin dia.


bayu menatap ayu penuh tanda tanya. pasti ada sesuatu yang terjadi diantara mereka.


" dek, seandainya, kamu merasa berat. atau, terlalu menyakitkan, lebih baik kamu berhenti. om faris pasti akan mengatakan hal ini juga. mas mau kamu hidup bahagia.

__ADS_1


ayu tersenyum dan mengangguk. bayu memeluk ayu erat.


" mas,


" apa?


" mas belum mau menikah?


bayu melepaskan pelukanya. menghela nafas. " nanti. setelah kamu benar benar hidup bahagia.


ayu tersenyum dan memeluk bayu kembali.


" nanti keburu tua lo mas.


" laki laki nggak ada istilah tua dek.


ayu terkekeh. malam semakin larut. bayu memutuskan untuk pulang. ayu menjatuhkan tubuhnya ke tempat tidur. tanganya meraih ponsel yang ada di sakunya.


" udah jam sebelas. kamu juga nggak pulang malam ini dri? " ayu tersenyum tidak percaya. " baiklah. aku akan mundur teratur.


ayu menghubungi candra. dia ingin bekerja paruh waktu ditempat candra bekerja.


tak lama kemudian, ayu meraih tasnya. dia mengeluarkan sebotol pil tudur yang sempat iya beli tadi dan menaruhnya di laci samping tempat tidur. ayu bergegas untuk mandi. setelah selesai, ayu mengambil sebotol pil tidur. diambilnya satu butir pil tidur. ayu meminum pil itu. lalu merebahkan tubuhnya. ia memandangi langit langit. pikiranya melayang entah kemana. ayu meraih ponsel yang ada di sampingnya.


" cih! sama sekali nggak kasih kabar. apa segitu pentingnya para pembohong besar itu. mulai sekarang, aku nggak akan perduli lagi dri. terserah. andika anak kamu atau bukan, nggak penting lagi buat aku. selamat menikmati kebodohan kamu sendiri. " gumam ayu. tak lama ayu terlelap.


ke esokan paginya. alarm berdering. ayu menggeliat ke kanan dan kekiri.


" hoam.......


" ya ampun. nyenyak banget tidurku."gumam ayu.


ayu melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. matanya masih terasa berat. tapi harus bangun untuk kuliah. setelah selesai mandi, ayu memakai baju dan memoles wajahnya. setelah selesai, ayu berjalan menuju dapur. mata yang masih menyisakan kantuk, membuat ayu malas untuk memasak. ayu teringat cake yang dibawa bayu semalam. ayu membuka lemari esnya. dia mengambil sedikit cake untuk sarapan. ayu ingin menelan cake nya. tapi, rasanya sulit sekali untuk menelan.


ia mengingat, hari ulang tahun yang ia rayakan 13 tahun lalu bersama kedua orang tua mas bayu dan leo. ayu menaruh piring kecil berisikan cake si meja. matanya mulai memerah.


' aaaa..... aaaa..... hemmm ehemm...


ayu menepuk nepuk pelan pipinya.


" hei gadis bodoh! jangan coba coba menangis ya. aku tidak akan menganpunimu. " ayu mengancam dirinya sendiri.


" baiklah. lebih baik aku berangkat sekarang. terus sarapan nasi uduk di dekat kampus.


ayu melangkahkan kaki menuju kamar. dia meraih tas dan juga ponselnya. berjalan keluar apartemen. ponselnya berdering. ayu sedikit menyunggingkan senyumnya. ia berharap adrian mengirimnya pesan. ayu membuka pesan dengan antusiasnya.


ayu mengerutkan dahinya. bayu mengirim pesan, dan bukti transfer.


" kenapa mas bayu transfer sebanyak ini?


batin ayu.


ayu membalas pesan kepada bayu.

__ADS_1


ayu : mas, uang sebanyak ini untuk apa?


bayu : keperluan kamu dek. mas tau, adrian kurang memperhatikan kamu akhir akhir ini.


mulai sekarang, biaya hidup kamu, mas yang tanggung. jangan menolak. ini kewajiban seorang kakak.


ayu : iya mas, makasih.


bayu : iya. mas sebentar lagi naik pesawat. jadi ponsel non aktiv. pikirkan apa yang mas katakan semalam.


ayu menghela nafasnya. ' iya mas.


ayu masih mematung di depan pintu apartemenya. mengingat apa yang bayu katakan semalam. ayu memijat keningnya dan menundukan kepala.


" sayang,..


ayu terkejut dan tersadar dari lamunannya. dia melihat adrian yang berdiri tepat di hadapanya. adrian nampak lusuh dan terlihat lelah. ayu memutuskan untuk pergi tanpa mengatakan apapun kepada adrian.


adrian menahan langkah kaki ayu dengan memegang lengan ayu.


" kamu nggak mau denger apa yang mau aku jelasin?


ayu berdecih heran. " aku nggak tertarik adrian. apapun itu, kalau bisa buat kamu bahagia, lakuin aja."


ayu mencoba melepaskan tangan adrian dari lengannya.


adrian menghembuskan nafas kasarnya.


" jangan buat aku kehilangan tenaga yank. aku udah capek banget.


" kalau begitu istirahat aja. aku nggak minta kamu ngelakuin apa apa kan?


" aku cuma mau jelasin sesuatu. aku mohon yank. jangan buat aku untuk maksa kamu. aku cuma mau ngomong sebentar aja.


" memang kamu mau ngomong apa?


" kita bahas di dalam.


adrian menarik tangan ayu menuntunnya untuk masuk kedalam.


mereka sudah dalam keadaan duduk bersebelahan. adrian menatap ayu.


" yank, kemarin aku udah janji sama andika. kalau dia ulang tahun, aku temenin dia seharian. dan semalem aku,-


" udah dri. nggak usah dilanjutin lagi. aku tau andika ulang tahun. kamu merasa kamu papanya kan. kamu nggak salah kok. kenapa harus minta maaf?


" karena kamu marah.


" aku? kenapa aku harus marah?


adrian terdiam sejenak.


" dari tadi, kamu panggil aku dengan nama aku. kenapa? kalau kamu nggak marah, kamu nggak akan kaya gini. kemarin malam aku nggak pulang, aku,-

__ADS_1


" adrian cukup. aku nggak butuh alasan kenapa kemarin kamu nggak pulang atau semalam kamu nggak pulang. aku nggak akan larang kamu lagi. kamu nggak pulang satu bulan bahkan, satu tahun juga nggak masalah.


__ADS_2