Menikah Dengan Playboy

Menikah Dengan Playboy
Medsos Bunga


__ADS_3

kamu liat ini dulu. " ayu menyodorkan ponselnya. dan menunjukan aktivitas media sosial milik bunga.


adrian mengerutkan dahinya bingung.


" ini apa?


" kamu nggak bisa baca captionnya? kenapa kamu kasih dia bunga? dasar nyebelin!


" aku nggak pernah kasih dia bunga. sumpah!


" bohong!


" aku nggak bohong yank. suer " sambil mengangkat dua jari.


" aku bukan laki laki yang suka kasih bunga.


" kenapa? " tanya ayu penasaran.


" karena biasanya perempuan yang kasih aku bunga.


' plakk!!!


" aduh.!! " ayu memukul kepala adrian pelan.


" kamu beneran, nggak kasih dia bunga?


" enggak yank. sumpah! " sambil mengelus kepala.


adrian kembali melihat media sosial bunga. adrian membulatkan matanya.


" gila ya nih perempuan. dia ambil foto aku diem diem terus dia upload. banyak karyawan yang komentar lagi. " gerutu adrian.


ayu menaikan sisi bibirnya. "dasar bodoh! itu kan ulah mu sendiri " batin ayu.


" aku terharu loh pas liat foto itu. kalian kayak keluarga bahagia gitu. " ledek ayu.


" yank!. bentak adrian.


" kenapa? tapi memang bener kan?


adrian menatap ayu sebal." jangan gitu dong yank, aku kan nggak tau, kalau bakal jadi begini.


" terserahlah. aku lagi males berdebat. " ayu menyudahi obrolan mereka yang akan berujung berdebat.


" dasar nyebelin. mulutku ingin sekali memintamu tes DNA tapi pasti nanti berantem lagi. " batin ayu.


adrian memeluk tubuh ayu. menciumi leher. tanganya sudah mulai menjelajah.


" kamu mau ngapain dri?


" kamu tau lah, aku mau ngapain.


" aku lagi datang bulan dri. " ucap ayu tapi tak mencoba menghentikan adrian.


" oya? "adrian sedikit menjauh.


" huh! sialan. kenapa gampang sekali kamu menyerah. kamu kan selalu ingat tanggal datang bulan ku. aku nggak mungkin mulai duluan kan? hei! kenapa bengong? lanjutkan yang tadi bodoh! " batin ayu.


" kamu lagi nolak aku yank?


" hah?! enggak.


" kenapa kamu harus bohong segala. aku tau tanggal berapa kamu datang bulan. " adrian menghela nafas sebal. menjauhkan tubuhnya dari ayu menuju kamar.

__ADS_1


" apa?! cih! cuma segitu usahanya. biasanya kamu nggak akan mudah menyerah kan. ah,.. dasar nyebelin. apa aku harus memulai duluan. ih.!!!! nggak nggak! mau taruh dimana harga diriku. gumam ayu.


ayu menyusul masuk kedalam kamar. dilihatnya adrian tengah berbaring menatap langit langit. ayu membuka lemari pakaian. bibirnya menyunggingkan senyum. dia meraih satu set baju tidur bermodel dress dan sedikit terbuka.


setelah selesai mengganti baju tidurnya, ayu langsung menuju tempat tidur dan membaringkan tubuhnya dengan posisi miring membelakangi adrian. ayu menunggu reaksi adrian yang tak kunjung datang.


" apa dia benar benar marah? apa aku harus mulai duluan? tapi ini memalukan sekali.


' jangan melukai harga dirimu yang setinggi langit itu!


' heii!! apa kau lupa? dia suamimu. kamu tidak perlu memikirkan harga dirimu.


' tapi dia telah menyakitimu.


' tapi suamimu berhak untuk tubuhmu.


cepat goda dia.


' jangan lakukan itu.


' goda suamimu.


' jangan.


" ahh!!!! diam kalian otak ku yang sedang bertengkar. kalian membuatku pusing saja. " ayu memukul mukul kepalanya pelan.


" tapi, kalau dia marah dan pergi ke bunga bagaimana? bukanya aku sendirilah yang memperlancar rencana mama mertua yang kejam itu. " batin ayu.


' sudah kuberi saran kan tadi! ayu mengangguk.


' saran itu terlalu memalukan. ayu juga mengangguk.


' hei!! lakukanlah sekarang sebelum kamu menyesal!


" ah!!! mulai lagi. ih menyebalkan. " gerutu ayu dalam hati.


" baiklah. lupakan harga dirimu. ayo beraksi. semangat!!!! ah. aku terlalu malu.


sudahlah. menyingkir lah dulu rasa malu yang kurang ajar.


ayu membalikkan tubuhnya menghadap adrian. ayu membulatkan matanya terkejut. wajah adrian tepat berada didepan wajahnya.


ayu menelan ludahnya sendiri.


" ka, kamu, sejak kapan di deket aku begini?


" sejak kamu mukul mukul kepala terus geleng geleng sendiri. kamu lagi mikirin apa?


" e,.. enggak, enggak ada yang aku pikirin.


udah ah, ayo kita tidur. " sial! kemana perginya ke beranianku tadi? " batin ayu.


" kamu pikir, aku bisa tidur setelah kamu pakai baju seperti ini?


" memang apa yang salah sama baju ini?


dengan cepat,adrian mencium bibir ayu. tak ada perlawanan dari ayu. " baiklah, lanjutkan " batin adrian. malam semakin larut. tapi tak membuat sepasang manusia yang tengah bercinta ini perduli akan waktu.


pagi telah tiba. ayu terbangun dari tidurnya.


tangan dan kaki adrian berada di atas tubuh ayu. ayu memandangi adrian yang masih terlelap.


" hem,.. yah memang, apapun yang kamu lakukan, kamu terlihat mempesona.

__ADS_1


ayu menyingkirkan tangan dan kaki adrian dari tubuhnya. adrian mengeratkan dekapannya.


" lepasin yank. aku mau ke kamar mandi. " masih mencoba melepaskan pelukan adrian.


bukan melepaskan pelukanya, adrian semakin mengeratkan pelukannya.


" yank! aku sesak nafas nih!


adrian terkekeh. " kamu gila ya?!!


adrian mengendurkan pelukannya dan menatap wajah ayu.


" rasanya udah lumayan lama kamu nggak panggil aku sayang.


pipi ayu memerah. dia memalingkan wajahnya dan langsung bangkit dari tempat tidur menuju kamar mandi. adrian tersenyum geli. " kita menikah sudah hampir satu tahun. tapi kamu masih malu malu begitu. ah,.. menggemaskan sekali." gumam adrian. kembali memejamkan mata.


ayu keluar dari kamar mandi lengkap dengan baju ganti yang telah ia kenakan. ayu duduk didepan meja rias. mulai merias wajah dan perawatan tubuh yang lainya. dilihatnya adrian masih belum ingin bangun. ayu mendekati adrian. menusuk nusuk pipi adrian menggunakan jari telunjuknya.


" yank,... yank,....


" hemmm,...


" aku berangkat dulu ya?


adrian membuka mata. " iya " memejamkan mata kembali.


" ok! "ayu mulai melangkah.


adrian membuka matanya lagi. " tunggu!!


" apa lagi? ayu kembali menatap adrian.


adrian menatap wajah ayu dengan tatapan yang sulit diartikan. ayu mematung karena bingung. adrian bangkit dari tempat tidur mendekati ayu. ayu memalingkan pandangan dari adrian.


" kenapa kamu melengos yank? " adrian meraih dagu ayu dan menghadapkan wajahnya di hadapan adrian.


" bisa nggak, kalau cuma mau pergi kuliah nggak udah make up begini?


ayu menepis tangan adrian. memalingkan wajahnya kembali.


" aku udah tanya banyak orang yank. tapi nggak ada yang bilang, kalau dandanan aku ini kayak mau pergi ke club.


adrian mengingat pernah mengatakan hal itu kepada ayu.


" bukan begitu yank. kamu tau kan, kamu nggak make up aja, tikus kampus itu nempel sama kamu terus. apalagi kalau begini. aku minta maaf, soal ngatain dandanan kamu kayak mau ke club. " adrian meraih kedua tangan ayu. " kamu kan tau aku cemburuan, makanya jangan biarin tikus kampus itu deket deket kamu. yank,.. yank,..


" apa sih?!


" kamu marah lagi?


" aku nggak marah.


" terus kenapa, kamu nggak mau liat aku?


ayu mendesah sebal." kamu itu bener bener ya. sampai selama ini kita berdiri disini kamu masih nggak sadar?


" memang kenapa sih?


" kamu liat dong yank. kamu itu nggak pake apa apa. ini masih terlalu pagi. kamu udah bikin mataku kotor!


adrian menunduk memandangi tubuhnya yang polos tanpa sehelai benang pun. adrian terkekeh.


" yank,..

__ADS_1


adrian menarik tangan ayu. meletakan di area sensitiv adrian.


__ADS_2