
ayu duduk didepan meja riasnya. pikiranya melayang entah kemana. dia menjadi seperti orang linglung setelah obrolan panjang bersama tante nela. ayu meraih ponselnya. membuka galery yang dipenuhi foto nya dan adrian. hatinya kini tengah diselimuti keraguan. sesekali ayu menarik nafas dalam dalam. dia memandang wajah nya di kaca.
" kenapa? kenapa aku harus terlihat sedih? ayolah, aku harus bahagia. sudahi hidupmu yang menyedihkan. " batin ayu.
satu pesan masuk di ponsel ayu.
alex: yu, apa kabar? kamu baik baik aja? gimana hubungan kalian berdua? semoga kalian baik baik saja.
ayu berulang kali membaca pesan yang dikirimkan alex. mencoba untuk mengartikan dengan artian positif.
ayu: aku baik. kami baik baik aja kak, kenapa tiba tiba tanya ini?
alex: syukurlah,.. maaf, sebenarnya aku udah lama mau tanya ini. hanya saja, aku udah janji nggak akan mengusik tentang kalian lagi.
ayu: kalau gtu, pasti ada alasannya kan kak?
alex: aku cuma kuatir sama kamu yu. itu aja.
ayu menarik kembali nafasnya. menghembuskan perlahan.
" kenapa ini? kebetulan macam apa ini? tanya ayu dalam hati.
beberapa menit kemudian. suara dering ponsel ayu. dilihatnya adrian yang sedang menghubungi.
*ayu : hallo
adrian : yank, kamu dimana?
ayu: dikamar. kenapa?
adrian: aku dikantor. tadi, dokter ngabarin yank, katanya papa minta dirawat dirumah aja. aku baru bisa kesana sekitar satu jam lagi. kamu bisa temenin papa dulu nggak?
ayu: iya.
adrian: ok. makasih yank. love you.
ayu langsung mematikan sambungan telephonnya. tidak ingin menjawab ucapan cinta dari adrian.
sementara adrian, terdiam memandangi ponselnya.
" kenapa dia buru buru nutup panggilan dari aku?
adrian teringat ucapan tante nela yang mengajak ayu bertemu hari ini.
" apa mungkin?
adrian menggelengkan kepala. mengusir pikiran negatif yang meracuni otaknya.
menghubungi ayu kembali. sudah beberapa kali, tapi tak juga mendapat jawaban.
adrian mulai kebingungan. hatinya menjadi resah. otaknya menyimpulkan hal hal yang membuatnya kacau sendiri. adrian ingin langsung menemui ayu. tapi terhalangi oleh janji meeting.
ayu terus memandangi ponselnya yang layarnya sudah gelap.
" maaf adrian. sekarang, hati aku lagi kacau.
ayu bersiap siap untuk menemui papa faris.sesampainya disana, ayu langsung masuk ke ruangan papa faris. ayu terpaku sesaat. mendengar secuil perdebatan diantara mereka.
" ayu,. panggil papa faris karena terkejut.
ayu tersenyum menanggapi papa faris.
" pah,
tante juga disini?
" iya, tante juga mau temenin mas faris.
ayu tersenyum dan mengangguk.
ayu mendekati papa faris.
" papa, gimana keadaan papa hari ini?
papa faris meraih jemari ayu dan menggenggamnya.
" papa merasa sangat sehat yu. tapi papa diharuskan duduk dikursi roda ini.
ucap papa faris sambil mendesah sebal.
ayu tersenyum. " jangan kuatir pah, ini hanya untuk beberapa hari aja kok.
__ADS_1
papa faris tersenyum dan mengangguk.
sesekali ayu mencuri pandang ke arah tante nela. ada kekesalan diwajahnya. entah apa yang sedang membuatnya kesal.
papa faris telah tiba dirumah. tante nela membantu papa faris dengan sangat telaten.
" mas, kamu sakit tapi badanmu semakin gemuk. " ucap tante nela meledek.
" jangan menghina nela. aku hanya butuh satu bulan untuk kembali ke tubuh kekar ku.
" baiklah mas. aku tunggu.
ayu terkekeh mendengar percakapan papa faris dan tante nela.
" kenapa kamu ketawa yu?
" hah?! enggak tan.
" jangan suka ketawa sendiri yu. jangan buat tante takut deket kamu.
' hahahahahaha
" papa sama tante ini lucu banget ya.
mirip suami istri.
" amin " saut papa faris.
sontak ayu menghentikan tawanya. matanya melotot menatap papa faris dan mama nela bergantian.
" ke, kenapa papa aminin?
" kalau itu terjadi, papa akan menerima dengan lapang dada walaupun tak rela.
" apa kamu bilang mas? tak rela? bukanya kamu yang ngejar ngejar aku dari dulu?
ayu semakin dibuat terkejut mendengar ucapan tante nela.
" apa yang tante bilang barusan?!
" hah?! oh, itu, anu, tante salah ngomong. ucap tante nela.
ayu menatap papa faris.
" yah,.. sebenarnya, kami ini saling mengejar. hanya saja waktunya tidak mendukung waktu itu.
" hah!!.. papa sama tante pacaran?
"iya . papa faris.
" enggak. tante nela.
ayu menggeleng keheranan.
" berjuanglah pah. "ucap ayu.
papa faris tersenyum dan mengangguk. mengangkat jempol tangannya.
" tante,. panggil ayu.
" apa?
" jangan jual mahal.
" kamu sinting ya yu?
ayu terkekeh. " tan, coba liat papa faris. umurnya sudah empat puluh sembilan. tapi wajahnya masih seperti tiga puluh. papa faris ganteng. perutnya nggak gendut kayak om om gtu. papa faris baik. dan ada bonus nya tan?
" apa lagi sih yu?
" banyak duitnya tan. hahahahaha!
" tante ngga mata duitan yu.
papa faris hanya tersenyum melihat ayu dan tante nela berbicara. coba saja waktu itu tak ada banyak hal yang menghalangi mereka, mungkin saja, nela sudah menjadi istrinya. batin papa faris.
tak lama kemudian, adrian sampai dirumah papa faris. adrian berjalan setengah berlari.
" pah!
adrian membuka pintu tiba tiba. membuat ketiga orang yang sedang bercanda ria itu menatap adrian.
__ADS_1
adrian mendekati papa faris lalu memeluknya.
" maaf pah, adrian nggak bisa ikut tadi.
papa faris hanya tersenyum. menepuk punggung adrian pelan.
adrian berjalan mendekati tante nela. menyalami tante nela mencium punggung tangan tante nela. lalu berdiri disamping ayu.
" pah, dokter dateng tiga hari sekali. kalau perawat dateng setiap hari. dan,-
" dan apa ? tanya papa penasaran.
" adrian pilih perawatnya yang cantik cantik. biar papa semangat dirawatnya.
" gila kamu dri!
adrian terkekeh. " bercanda pah.
" mulai sekarang, sudah ada yang akan merawat papa. semoga saja dia tulus. " ucap papah sambil melirik tante nela.
adrian terkejut melihat papa faris yang bertingkah layaknya anak remaja yang baru jatuh cinta.
" kalau aku yang merawat mu mas, aku akan memasukkan racun tikus dimakanan mu. "
ucap tante nela.
ayu dan papa faris tertawa. adrian kebingungan sendiri.
" apa aku ketinggalan gosip?
ayu tersenyum menatap adrian.
" nggak ada yank, kita cuma bercanda aja.
adrian menghembuskan nafas lega.
" syukurlah kalau begitu.
adrian mengelus dadanya.
papa faris menatap adrian sebal.
" apa maksut kamu syukurlah?
kali ini, bukan hanya papa faris. ayu dan tante nela juga lekat menatap adrian.
" aku emang ngomong apa tadi yank? tanya adrian kepada ayu. mencoba mengalihkan pembicaraan
adrian menjadi salah tingkah karena tatapan mereka.
" em,.. pah, tante nela, aku sama ayu permisi sebentar ya.
adrian menggenggam jemari ayu dan menuntunnya untuk keluar dari kamar papa faris.
adrian dan ayu menuju kamar lama adrian.
adrian dan ayu masuk dan langsung mengunci kamarnya.
" kita ngapain kesini yank?
tanya ayu penasaran.
adrian menatap ayu lekat. memegang kedua pipi ayu.
" yank, kenapa tadi kamu matiin telfon aku gtu aja?
" kapan?
ayu ingin mengulur waktu mencari alasan yang masuk akal.
" waktu aku bilang cinta kamu. kamu langsung tutup telfonnya.
" hah?! aku nggak denger kamu bilang itu.
aku langsung buru buru waktu kamu bilang aku harus temenin papa.
" aku cinta kamu.
" hah?!
satu kalimat yang terdengar sangat tulus. ayu tidak bisa lagi menahan senyum diwajahnya.
__ADS_1
..................